Ini deh di kasih.
Tandai Typo.
Tgl 25 nanti aku ada tes, minta doanya semoga lancar, ya. 😊
...
"Kookie tidak mau di operasi, hyung." Jungkook merengek dengan air mata yang terus mangalir, hidungnya merah berlendir.
Hoseok masih tidak mengerti bagaimana lalat bisa masuk ke dalam mulut adiknya. Padahal Hoseok sudah berpesan berkali-kali kalau menguap itu tutup pakai tangan—begini kan jadinya Hoseok sendiri yang repot pada akhirnya, apalagi rungunya hampir pecah karena tangisan Jungkook pun raungan yang kerap kali berkata asal.
"Kau tidak akan di operasi Jungkook."
Jungkook membersit hidung, mengusap perut dengan gerakan cepat pun kaki yang tak diam sejak tadi. "Tapi lalatnya ada di perut Kookie. Tidak mau ada lalat, nanti perut Kookie buncit karena lalatnya beranak di perut Kookie. Hyungie... tidak mau!"
"Kookie, mau sosis?" Seorang perawat cantik dengan name tag Song Kina mengiming-iming satu sosis tusuk lengkap dengan saus tomat dan mayonaise kepada Jungkook—bagaikan hujan halau mentua. Sekejap tangisannya berhenti dengan satu bersitan hidung lalu memakan sosinya dengan tenang.
Hoseok hanya memutar bola mata. Kalau soal makanan Jungkook pasti yang terdepan. Menyediakan menu makanan untuk Jungkook memanf tidak sesulit Yuan. Dari sana Hoseok berharap kalau Jungkook bisa meniru sikap Yuan dalam urusan makanan dan ia harap Yuan sedikit memiliki sifat supel Jungkook.
"Kookie takut rabies seperti, Rae." Oh! Itu mengerikan. Kemarin ada kabar burung kalau Rae dikatalan koma karena lalat masuk ke dalam tubuhnya. Jungkook merinding takut suatau saat ia juga ikut tumbang seperti Rae, teman satu kelasnya. Tidak mau deh, Jungkook mending di marahi Hoseokie daripada harus pamit dari dunia karena lalat. Ngeri. Perlu tahu saja sebenarnya Rae sakit karena kelelahan bukan karena kemasukan lalat—walau benar begitu kronologis awalnya. Tetapi, bukan itu titik permasalahannya.
Hoseok mengusap dada. Sabar,sabar dan sabar—ia ulangi dalam hati.
Oke, dari mana asumsi itu datang? Lalat dan rabies. Tak masuk akal.
"Yuan mau." Si sulung Jeon bersuara.
Kina mengambil satu sosi lagi sama sepeerti milik Jungkook. "Ini silahkan."
Yuan kembali berdiri dengan tangan yang mengerat sebagian celan Hoseok. "Terima kasih."
Kina memamerkan senyum ramah. Bukan sekedar formalitas kerja tetapi ia begitu karena seseorang mengatakan kalau wajah juteknya tak cocok menjadi seorang dokter. Dia bilang kalau Kina sangat cantik saat tersenyum karena itulah ia sering semu sendiri kalau mendebgar remaja tengil itu memuji. "Sama-sama cantik. Jungkook, sekarang kau boleh pulang tenang saja minum saja ini nanti bakteri jahat akan mati seketika."
Jungkook hanya mengangguk dengan mulut penuh. Tangannya melebar meminta Hoseok menurunkan tubuh kecilnya dari ranjang rumah sakit.
"Terima kasih, noona. Maaf sudah merepotkan."
"Bukan hal yang sulit. Lain kali Kookie yang tampan kalau memguap mulutnya di tutup."
"Siap ibu dokter."
Hoseok menarik kurva bibir, menarik sejumlah uang sebagai transaksi dan anehnya doker Song malah menolak dengan memyerahkan lembaran uang kepada Hoseok. Dokter muda itu tersenyum penuh arti. Seperti apa yang Yoongi bilang: kekasih Yoongi ini benar-benar luar bisa baik seperti apa yang Yoongi bilang. "Kalau begitu mari."
...
Sepulang dari klinik desa pukul sepuluh malam Hoseok mulai menggiring adiknya untuk tidur. Dan kedua adiknya meminta untuk tidur bersama—di ranjang Hoseokie, dengan Hosoek menjadi guling hidup untuk bongkahan kecil di sisinya. Hosoek menolak untuk tidur bertiga dikarenakan kasur Hoseok itu kecil dan kedua afiknya itu tidak memiliki aturan dalam tidurnya. Kadang kepala di atas dan kaki di bawah, kadang juga salah satu dari mereka sudah mencium jari jempol Hosoek. Untuk yang terakhir itu sebenarnya Jungkook paling sering.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hoseok's Homework [END)
FanfictionJung Hoseok memainkan beberapa peran dalam hidupnya untuk mengurus adik kembar sebagai warisan mutlak dari orangtuanya. [ᴊᴀɴɢᴀɴ ᴅɪʙᴏꜱᴇɴ-ʙᴏꜱᴇɴɪɴ] June, 9/2019. Cover by dorablehook.
