Alkisah : Panglima dari Barat [2]

176 31 37
                                        

Halo, halo... malam
Sudah lama juga aku gak bertegur sapa sama kalian. Kangenn...

Jangan lupa tandai kalau ada typo yaa.

Selamat menikmati, maaf ya tidak menjamin ini jenaka 🙏🏻

Notes :

Part ini terinspirasi dari anime Non non byuri, film Little Forest dan untuk makanan aku ambil dari Youtube korean cooking.

    •••


Jeon Hoseok masih menatap adiknya yang setia menundukkan kepala. Setelah kedapatan pergi dari rumah tanpa mengabari dirinya dan abai akan amanat yang ia titipkan untuk menjaga kembarannya yang sedang sakit, Jeon Jungkook datang dengan pakaian yang kotor, pipi yang memerah dan napas yang terputus-putus ketika mengucapkan kata “Maaf” setelah sampai di rumah dengan eksistensi Jeon Hoseok yang setia duduk di beranda rumah dengan beberapa buah kesemek yang sebagiam sudah dikupas.

“Sudah, jangan menangis!” Hosseok mengangkat dagu si bungsu, kedua ibu jarinya mengusap air mata yang mengalir pada pipi adiknya dengan lembut, “mandi dulu lalu makan, lain kali ingat apa yang hyung katakan.”

Jungkook dibuat semakin menangis, ia merasa jadi anak yang paling tidak berguna dan tidak bisa diandalkan, title gentelboy yang melekat pada dirinya serasa tidak keren lagi. Bagaimana bisa dia lupa kalau Yuan sedang  sakit dan bisa saja kembarannya itu membutuhkan bantuannya? Dia tidak bisa membayangkan jika hal tidak diinginkan terjadi kepada kembarannya dan itu karena dirinya yang semena-mena pergi bermain tanpa memberi tahu Hoseok. “Maafkan Kookie,” katanya lirih.

Hoseok mengusap kepala adiknya dengan lembut, dan menyuruh adiknya untuk segera membersihkan diri. Ia kembali melihat si sulung yang masih setia tertidur lelap. Sesampainya dia di rumah beberapa jam yang lalu ia mendapati rumah yang sepi tanpa eksistensi Jungkook dan Yuan masih tertidur dengan tenang, sempat terbangun karena haus dan mengeluh punggunya sakit. ia sudah memberinya bubur dan obat kemudian menempelkan plester penurun panas juga mengusap punggungnya.

Malam di Geochangun sedikit mengerikan, selain karena warga di sini jarang bertamu– pengecualian untuk Yoongi, Namjoon dan kurcaci-kurcaci mereka–kumbang dan kupu-kupu kerap kali menabrakan diri pada jendela sehingga menimbulkan bunyi aneh yang mengerikan seperti manusia ketika mengetuk pintu. Akan tetapi, setelah lama tinggal di sini Hoseok sudah terbiasa dengan semuanya meski pada awalnya dia juga sempat merasa takut. Makarel rebus, tofu dan nasi hangat sudah tersaji di meja makan Jungkook sudah menikmati hidangnnya satu menit yang lalu disertai celotehan tentang peteluangannya bersama Panglima Dari Barat hari ini.

“Ikannya dapat tidak?” tanyanya ketika berhasil menyimak kegiatan yang dilakukan si bungsu hari ini yang lagi-lagi memancing di anak sungai.

Jungkook menggelengkan kepalanya, “Tidak, kita hanya mendapat kepiting itu sudah diambil Taetae.”

“Lalu Kookie akan membuat esai tentang apa nanti?”

“Hmmm… bagaimana kalau ulat bulu?”

“Nanti kau gatal-gatal.”

“Duh apa, ya?” Hoseok menatap adiknya gemas. bola matanya ke atas tangannya yang kecil memegang sumpit kini ia gunakan untuk menompang dagu, “belalang bagaimana? Hyung yang tangkapkan!”

Lagi dan lagi, Hoseok.

•••


Beberapa hari kemudian keempat kurcaci itu kini tengah berjalann dengan riang sembari menyanyikan lagu anak-anak berjudul ‘Tomato’. Yuan sudah sembuh dan petualangan kali ini tidak boleh dilewatkan karena Jimin si panglima dari barat ini sudah menyiapkan rencana pertualangan kali yang dia bilang tidak akan gagal.
Lokasi pertama yang mereka datangi merupakan kebun yang disertai pohon-pohon yang cukup besar dan tua, di sana terdapat rerumputan dan tetumbuhan lain. Tujuannya kali ini adalah menemukan stroberi hutan dan arbei, rasanya akan manis jika dimakan saat ini. sesampainya di tujuan keempat anak itu antusias dan mulai memetik buah-buhan tersebut.

Hoseok's Homework [END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang