Jung Hoseok memainkan beberapa peran dalam hidupnya untuk mengurus adik kembar sebagai warisan mutlak dari orangtuanya.
[ᴊᴀɴɢᴀɴ ᴅɪʙᴏꜱᴇɴ-ʙᴏꜱᴇɴɪɴ]
June, 9/2019.
Cover by dorablehook.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tandai typo.
••••
“Ya ampun, Namjoon, wajahmu semakin gelap dari yang terakhir aku lihat.”
Pemuda itu menghela napas, permennya ia kunyah dalam satu kali menimbulkan bunyi gertak begitu kentara. “Satu kilo telur dan setengah kilo wortel.”
Gadis berambut sebahu dengan mata binar itu dengan cekatan mengambil beberapa keperluan Namjoon kemudian memasukkannya ke dalam plastik hitam. “Joon, masih ingat aku tidak?”
Pertanyaan ia hiraukan merogoh beberapa uang dalam saku jumper, berusaha cuek kendati hati bertalu melihat cinta monyetnya ada di hadapan dengan kaus pendek kepala kucing dan training warna hitam-pakaian santai ala gadis desa. Yoongi benar ternyata sekarang yang jaga toko itu Kenny Hwang—si galak yang pernah dorong Yoongi dari pohoh ceri. “Kembaliannya?”
“Jawab dulu! kenal, tidak?”
“Kalau iya memang mau apa?”
Gadis itu lagi-lagi tersenyum, antusias ketika Namjoon mengambil beberapa uang koin dari tangannya. “Balikan, yuk?”
Sialan.
Namjoon tak membalas apapun. Mengambil kembalian lalu pergi begitu saja. Bukan tidak senang, Kenny Hwang memang perlu dihindari untuk sekarang ini. Mereka putus juga bukan karena Namjoon tetapi karena gadis itu sendiri.
Agaknya ketenangan Namjoon mulai sekarang memang perlu diuji. Dan perkara kulit hitam, sekedar mengingatkan Namjoon ini pria sejati, baik hati, rajin ibadah biar mudah dapat rezeki, membantu orang tua berkebun adalah hal yang patut dibanggakan toh demi masa depannya juga—tak masalah dibilang gelap dan kumal yang penting orang tua bahagia.
Kulit gelap maco kok. Tidak dekil terakhir lihat cermin, masih ganteng juga malah makin oke kata Taetae setelah cukur kumis. Info saja, kalau Namjoon berkumis maka Taetae akan selalu bilang dia itu gembel. Biadab memang.
“Joon, kau mau ke mana?”
Stagnan, mengusap dada pelan merapal beberapa kata untuk tidak mengumpat. Gadis ini memang benar- benar mirip hantu, ya? Mirip jailangkung, datang tinggal datang, pergi tinggal pergi, tanpa permisi.
Apalagi kalau hatinya juga di bawa pergi kan lebih sakit. Kalau kata Yoongi, "Sakitnya bukan kaleng-kaleng."
“Mau pulang, lah.”
“Aku ikut.”
Terserah, Namjoon pasrah saja. Mencegah juga tak ada untungnya, gadis itu akan mengekor kemana pun ia pergi. Sepanjang jalan mengoceh panjang lebar dari bahasan paling penting sampai yang sampah sekalipun. Sesampainya di rumah mereka disambut ibu yang berada di dapur juga Taehyung yang menonton tv dengan satu toples biskuit gandum buatan ibu. Dia masih betah menonton serial Boruto dengan khidmat katanya nanti bisa di gosipkan bersama Kookie dan Jimin. Ibu sudah tidak lagi marah kala entitas Taehyung lebih mudah menggeser mendiang adiknya. Namjoon masih ingat, pertama kali dia melihat netra teduh penuh cinta milik ibunya setelah sekian lama.