Hari ini SMA NUSANTARA sedang sibuk mempersiapkan pensi yang akan digelar besok.pastinya panitia dan anggota OSIS juga ikut sibuk untuk mempersiapkan acara tersebut.
Jadi untuk hari ini murid yang lain sebagian jamkos,dan ada juga yang masih belajar.sama halnya dengan kelasnya Kala yang sedang jamkos dikelasnya.
"Eh elo tahu gak?" Kata Riri.
Kala menoleh kearah Riri."enggak,lagipula elo belum bilang."
"Besok Dikta dan kawan-kawan bakalan manggung diacara pensi."
Kala manggut-manggut saja saat mendengar ocehan Riri."oh."
"Oh doang?"
"Terus harus gimana?"
"Gak ada reaksi lagi apa selain kata 'oh' gitu?"
"Terserah."
"Besok pasti rame,Kal."
"Iyalah Riri,namanya juga pensi pasti bakalan ramai."
Riri tertawa tanpa merasa bersalah saat melontarkan perkataan yang membuat Kala gemas sendiri."hehehe...akhirnya elo ngomong banyak juga."
"Emangnya dari tadi gue gak ngomong?maksud lo gue ngomong lewat telepati,gitu?"
"Abisnya elo jawabnya singkat,padat dan jelas."
"Eh Ri,ini nih yang gue tunggu-tunggu dari acara pensi!" Ucap Kala.
"Emangnya apa?" Riri mendekat kearah Kala.
"Banyak....."
"Banyak apa?"
"Jajanan."
Riri langsung mencubit pipi Kala."dikira gue elo bakalan bilang 'banyak cogan' eh ternyata enggak!"
"Ke kantin yu,Kal." Ajak Riri.
"Pasti mau beli makan,ya?"
"Mau beli baju---ya mau beli makan dong."
"Yaudah ayo,nanti kalau teman gue kelaparan gue juga yang repot."
"Jadi elo khawatir sama gue?" Tanya Riri.
"Harus banget ya dijawab?"
"Haruslah!"
"Yaiyalah gue khawatir,elo kan sahabat gue." Ucapnya dengan senyuman mengembang.
"Jadi terharuuu liat teman gue bisa ngomong kayak gitu."
"Yaudah ayo kita kekantin." Kata Kala.
"Iya."
******
Saat mereka berdua sedang jalan,tiba-tiba ada seseorang yang menghadang jalan mereka membuat mereka tidak bisa melewati jalanan tersebut.
"Permisi,kita berdua mau lewat." Ujar Riri sambil menggenggam tangan Kala.
"Mau lewat ya?ok deh kalau elo boleh lewat." Katanya yang sedang focus memperhatikan Kala.
Kala yang melihatnya hanya memandang perempuan yang sedang berada dihadapannya itu secara sekilas.
"Tapi kalau yang satu ini...jangan harap gue kasih jalan." Tambahnya dengan nada sinis.
"Emang elo kira elo siapa?gue sama dia itu mau kekantin,tadi elo ngizinin gue lewat tapi kenapa elo gak ngizinin Kala untuk lewat juga?!" Ucap Riri dengan nada yang tak kalah sinis juga.
"Karena gue gak punya urusan sama elo." Tiba-tiba ia menunjuk Kala."tapi gue punya urusan sama teman lo ini."
"Dia punya nama,jangan asal bicara lo kalau ngomong."
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit & Bintang [END]
Novela Juvenil"Kita yang berbeda." untuk yang pertama kalinya, dia menyukai perempuan yang bisa membuat hatinya terpikat. dia bukan seperti perempuan pada umumnya, dia hanyalah dia yang hanya bisa menjadi dirinya sendiri, dan untuk yang pertama kalinya seorang an...
![Langit & Bintang [END]](https://img.wattpad.com/cover/182181414-64-k521272.jpg)