duapuluh empat

2.1K 231 1
                                        

minjung memarkirkan mobilnya sembarangan,tujuannya sekarang bukan lagi rumah sakit melainkan sebuah gedung perusahaan entertainment milik park sojun.minjung tahu jika berita tentang yoongi adalah ulahnya.

"minjung ini bukan rumah sakit,sejak kapan rumah sakit jadi kantor penyiaran beri...ta.." nyali hoseok ciut saat minjung menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam.akhirnya hoseok hanya diam mengikuti.

"PARK SOJUN KELUAR KAU BRENGSEK." minjung berteriak lantang,didepan gedung SJ entertainment milik sojun.semua karyawan memandang minjung dengan tatapan aneh.

"woah park minjung teman lamaku,kenapa kau kemari." sojun berjalan santai ke arah minjung tak peduli minjung sudah emosi.

"apa yang kau lakukan brengsek." minjung menarik kerah jas mahal sojun.

"menurutmu apa,bukankan kau sudah lihat beritanya.bagaimana..bukankah itu bagus.perusahaan mu akan semakin terkenal karena ada karyawan mu yang gay apalagi dia punya anak."sojun menganggap jika perusahaan minjung adalah lelucon.

"kau..berani kau mengusik perusahaanku jangan salahkan aku jika perusahaanmu hancur lebih dulu." minjung melepaskan cengkramannya pada jas sojun dan pergi begitu saja.hoseok yang tak tahu apapun hanya memandang bingung.

sojun membenarkan jasnya.senyum menakutkan terpancar di wajahnya.

"ini baru permulaan suga,selamat menikmati hadiahku."




minjung memarkirkan mobilnya dirumah sakit,hoseok yang mengikuti hanya diam,ia tak berani mengganggu minjung yang sedang di balut emosi.

minjung memasuki ruang rawat yoongi dan mendapati hyojung yang tengah tertidur di kursi disamping ranjang rumah sakit,kepalanya ditaruh di atas tangannya yang tengah menggenggam tangan yoongi.pemandangan itu membuat emosi minjung menurun.kepalanya kembali mendingin.

"hyojung-ah..bangun,apa kau mendengarkanku." bukan maksud minjung untuk mengganggu tidur hyojung.hanya saja melihat posisi tidurnya ia pasti lelah.

"heung..sial,siapa yang mengganggu tidurku." hyojung mencoba membuka matanya walau masih enggan.

"ck.kau mau apa.." hyojung berdecak melihat minjung dan hoseok sudah berdiri didepannya dengan pakaian rapi,padahal jam baru menunjukkan pukul delapan pagi.

"aku tak bermaksud mengganggumu,tapi tidurlah yang benar,kau akan tak nyaman jika tidur seperti itu." hyojung malas menanggapi minjung dan kembali menutup matanya.

"apa kau akan tidur lagi,ini sudah siang kau tahu."minjung kembali mengacaukan tidur hyojung.

" aku tahu,aku baru tidur satu jam yang lalu jadi jangan ganggu aku."hyojung mengalah dan pindah ke sofa diruangan itu dan melanjutkan tidurnya.

"dia pasti menjaga yoongi semalamam,dia benar-benar sweet." hoseok yang sedari tadi diam kini mulai berkomentar.

minjung duduk di tempat hyojung tadi dan memandang yoongi yang masih terlelap.ia merasa bersalah karena tak bisa melindungi yoongi dulu maupun saat ini.

"apa kau tahu sesuatu,sepertinya kau tahu banyak tentang masa lalu yoongi." hoseok mencoba meminta penjelasan.

"sekarang bukan waktu yang tepat untuk bercerita masa lalu,apalagi masa lalu kelam." minjung menggenggam tangan yoongi dan mengelusnya,mencoba menyampaikan perasaan nyaman pada yoongi.

yoongi membuka matanya,tidurnya benar-benar nyenyak tadi malam.

"oh minjung,maaf tak memberitahukanmu jika aku tak berangkat." yoongi hampir saja bangun saat melihat minjung duduk di kursi.

"tak apa hyung istirahatlah,kesehatanmu lebih penting hyung."

"yoongi hyung apa kau baik-baik saja." yoongi mengangguk membuat hoseok tersenyum.

"syukurlah."

brakk..
pintu ruang rawat yoongi di buka kasar,menampilkan park jimin beserta taehyung dan jungkook di belakangnya.

"hyung kau tak apa-apa,mana yang sakit,kenapa kau nekat sekali sih,apa gunanya bunuh diri,nyawa mu sa--"

"jimin,bernapaslah.aku baik-baik saja." yoongi mencoba menenangkan jimin yang khawatir.jimin bahkan lupa jika ia perlu bernapas.

"aku membawakanmu buah hyung,cepatlah sembuh." jungkook menaruh keranjang berisi buah di nakas.

"aku tak sakit kook,jadi tak usah berlebihan."

"oh ya dimana hyojung,kau sakit tapi ia malah tak ada." jimin masih kesal dengan hyojung,dan mencoba menghasut yoongi.

"apa kau tak lihat dia disana." taehyung mengarahkan kepala jimin menuju hyojung di sofa pojok.

"jangan memperburuk suasana,kau masih saja dendam dengan hyojung." taehyung mencibir membuat jimin kesal.

"lagian dia kalau bicara tak disaring dulu,kau tak tahu kalau aku sakit hati." jimin tak mau kalah.

"ck lagian kau yang memulai memancing emosi hyojung,jadi berhenti menyalahkannya."

"sebenarnya temanmu itu aku atau hyojung sih,kenapa kau terus memb--"

"bisakah kalian diam." suara dingin dan tajam itu membuat perdebatan jimin dan taehyung berhenti.mereka berdua kompak menoleh ke arah sofa diman hyojung tidur.jimin dan taehyung meneguk ludahnya kasar melihat aura gelap hyojung.

"ini semua gara-gara kau.." jimin kembali lagi.

"cih kau yang salah kenapa tak mau mengaku." taehyung mulai menyikut jimin dan sebaliknya.jungkook bahkan hanya memandang malas.

"ini salah mu.."

"kau.."

"BISAKAH KALIAN DIAM,KALIAN MENGGANGGU TIDURKU." hyojung habis kesabaran dan berteriak.

"oke oke kita diam,,tidurlah kembali." jimin mengangkat tangannya tanda menyerah,walau dalam hati mulai mengumpat.

"sebenarnya apa yang terjadi hyung." minjung meminta penjelasan.

"aku tak tahu,yang jelas seseorang mencoba membunuhku.tapi ia membuat seolah-olah aku bunuh diri." jawaban yoongi membuat semua mengangguk kecuali minjung.

'park sojun,kau telah berani mencampuri hidupku,jangan salahkan aku jika kau akan kehilangan perusahaanmu'

"hyung aku pergi dulu,ada sesuatu yang perlu ku urus.aku akan kembali lagi." minjung mengelus surai yoongi dan pergi meninggalkan ruangan.

jimin yang melihat hanya mendelik,ia tak terima yoongi di sentuh orang lain.sepertinya saingan jimin bukanlah hoseok melainkan minjung.

jimin sainganmu itu hyojung,bukan minjung ataupun hoseok.





nextorstop💜💙💚💛

MAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang