Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Part 3

630 79 0
                                        

Rose, Renjun dan Mark telah sampai di depan gedung yang nampak tua dan kusam. Rose memegang erat tangan Renjun.

Sudah lebih dari satu bulan pertemanan mereka. Rose merasa sangat bahagia saat bersama dengan Mark dan Renjun.

"Tenang Rose.. gue ada di sini. Jangan takut oke?," Rose mengangguk.

Sementara itu, terlihatlah muka Mark yang sudah berubah menjadi pucat pasi. Tangan kekar itu meraih tangan Renjun dan memeganya dengan erat.

"Eh nyet lu kata kita gay?,"Renjun langsung menghempaskan tangan Mark ke bawah.

"Gue takut jing. lagian ngapain sih lo ngajakin gue ke sini. Kalau gedung ini ada hantunya gimana?,"tanya Mark.

"Ck, lo tuh ya aneh aneh aja. Mana ada sih hantu sore sore begini. Lagian gue ngajakin lo kesini karena ada rahasia yang harus gue bilang ke kalian,"Renjun menatap Mark dan Rose.

"Udah ayo masuk no bacot bacot, "Renjun, Rose masuk ke dalam gedung itu dengan berpegangan sedangkan Mark hanya bisa mengekori kedua sahabatnya itu dari belakang.

Saat masuk ke dalam rasa takut Mark semakin menjadi jadi, apalagi saat menaiki satu persatu anak tangga yang membuat bulu bulunya berdiri tegak.

Dengan penerangan minim serta ruang yang sempit membuat Mark terpaksa menyalakan flash lampu diponselnya. Sekali kali Mark menoleh ke belakang, memastikan kalau tidak ada sesuatu yang menerkamnya.

hati Mark bertanya tanya mengapa Renjun mengajaknya ke gedung yang sudah tak layak pakai, biasanya dia akan mengajaknya ke time zone atau mungkin ke toko sepatu.

"Mark depan gih,"Mark menghentikan lamunannya saat Renjun memanggilnya dengan tak sopan.

"Nyelo anjir,"Rose tertawa saat mendengar ucapan Mark.

"Udah lo depan,"titah Renjun. Mark menghela nafas kasarnya, sudah cukup dia merasakan penderitaannya hari ini.

Mark berfikir sejenak, bukankah di depan lebih baik? Tapi jika sosok hantu itu muncul dari arah depan bukankah dia yang lebih dulu melihatnya? Itu sangat menyeramkan.

"Kenapa harus gue?"dengan penerangan terbatas Mark menatap mata Renjun.

"Lo takut?"

Jujur Mark ingin membunuh Renjun saat ini. Dia bilang Mark penakut? tak ada kata TAKUT di dalam hidup Mark, Ya meskipun itu hanya bohongan.

"Enak aja lo bilang gue penakut inget ya gue orangnya gak takutan. Minggir lo,"sekarang Mark sudah berpindah posisi menjadi di depan sedangkan Renjun dan Rose berada di belakangnya.

Mark menelan ucapannya sendiri. Ketakutannya menjadi jadi saat melihat kegelapan yang sangat nyata di depannya. Dengan mata tertutup dan langkah kaki gemetar Mark melanjutkan langkahnya ke depan.

Duk...

Kening Mark menabrak sesuatu di depannya, hatinya berkata semoga yang ada di depannya bukanlah sosok hantu melainkan benda yang dapat menyelamatkannya.

"Kenapa berhenti?,"tanya Renjun.

"Gak tau,"Renjun menaiki anak tangga satu untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Mark. Tangannya meraba raba sesuatu yang ada di depannya.

EveryLasting | TaeyongCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang