"Tidak ada yang lebih manis daripada mengejutkan seseorang dengan memberinya lebih dari apa yang dia harapkan."
May, 02, 2019
*****
"Jujur saja, aku tidak suka melihat kalian berpacaran."
Chan berjalan memasuki cafe seperti mayat hidup. Tatapan matanya kosong, tapi anehnya dia tahu harus berjalan ke arah mana ketika seorang karyawannya menghalangi jalan.
Dia berakhir duduk di sebuah kursi dekat dengan konter dapur dan melamun lama disana sambil berpangku tangan. Bahkan ketika Kai mendekat lalu mengibaskan tangannya di depan wajah, Chan tetap bergeming.
"Stt!" Kai memanggil Byun dengan menunjuk pada Chan yang bersikap aneh sepulang dia pergi dari rumah Rose.
Byun yang baru selesai menyajikan hidangan bergegas mendekat. Dia mengulangi hal yang sama seperti yang Kai lakukan, namun tetap saja Chan bergeming.
Jadi Kai dan Byun saling bertukar pandangan sebentar. Kemudian mereka berdiri di sisi kanan kiri Chan sambil berteriak keras.
"KEBAKARAN!!!"
Usaha mereka berhasil membuat mata Chan berkedip-kedip bingung dengan keterkejutannya. Tapi sedetik kemudian Chan melamun lagi sambil beberapa kali mendesah panjang seakan-akan pria itu sedang begitu frustasi. Padahal, Byun dan Kai sudah berakting heboh kesana kemari seolah kebakaran itu benar-benar terjadi. Dan yang ada, mereka malah jadi bahan tontonan para pelanggan cafe yang sedang menikmati hidangan, kasihan.
Kalau sudah terlanjur begitu, tidak akan ada yang dapat menghibur Chan terkecuali Byun dan Kai yang akhirnya duduk kembali bergabung disana. Mereka sudah seperti pria kurang kerjaan yang sama-sama berpangku tangan dan saling bertatapan untuk beberapa waktu ke depan. Tapi Kai lebih dulu berdehem, geli sendiri dengan aktifitas itu dan dia mulai bersuara.
"Kau kenapa Hyung? Ayah Rose tidak memberimu suntikan idiot kan?"
"Kau bodoh atau bagaimana sih?!" Byun seketika menoyor kening Kai, "...itu bukan suntikan idiot, tapi sepertinya ayah Rose baru saja memberinya sebotol serum penghilang ingatan. Iya kan Chan?"
Mendengar Kai dan Byun yang membuat candaan garing, Chan kemudian merubah posisinya. Sekarang dia duduk bersandar sambil memijat kening karena merasa pusing. Ini situasi darurat dan Chan sedang tidak ingin bercanda dengan siapapun.
"Ayolah...aku tahu kau tidak bisa menyimpan masalahmu seorang diri begini," Kai membujuk bermaksud memberi saran. "Tidak akan ada rahasia diantara kita kan? Sebentar, aku harus mengundang adikmu kemari untuk membahas masalah ini bersama-sama. Bagaimana?"
Jadi Kai segera menyeret Sean untuk ikut bergabung bersama mereka, mengadakan meeting dadakan meski hal itu mereka lakukan di jam kerja siang ini.
Awalnya Chan ragu untuk bercerita, tapi Byun terus mendesaknya. Jadi dengan suara yang lirih dan sedikit terbata, Chan mulai membagi masalah apa yang sedari tadi membebani pikirannya.
Chan nyaris seperti membeku di tempat begitu Tuan Park menyatakan kalimat menyakitkan itu. Ditambah dengan tatapan tajam yang seakan-akan seperti sinar laser yang mampu membelah tubuh Chan menjadi dua bagian. Chan tidak takut, hanya merasa harapannya lenyap seketika.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cafe Universe
RomanceKisah perjalanan cinta empat pemuda yang ingin meraih mimpi-mimpi mereka di dalam satu ruang yang disebut persahabatan. #Chan-Sean-Kai-Byun#
