"Di seluruh dunia, tidak ada hati bagimu seperti milikku. Di seluruh dunia, tidak ada cinta untukku seperti milikmu."
Mei, 18, 2019
*****
Suara pintu depan yang terbuka membuat wanita yang tengah duduk santai di depan tv seketika beranjak dan terheran melihat putra keduanya pulang ke rumah tanpa meneleponnya terlebih dahulu. Awalnya dia mengira itu Chan, karena sudah jelas pria itu wara-wiri pulang untuk mengurus beberapa hal mengenai surat-surat pernikahannya. Tapi justru Sean yang muncul dengan raut wajah muram dan kedua bahu yang terkulai lemas.
"Tumben kau pulang, apa hari ini cafe kalian tutup lebih awal?" ibunya bertanya dan langsung menuju dapur untuk membuatkan Sean segelas teh hangat.
Sean tidak menjawab, hanya terduduk diam sementara matanya menatap kosong ke depan seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup. Pun begitu ketika ibunya datang dan duduk menyebelahinya.
"Minum dulu tehmu."
Sean menurut, menyeruput tehnya sedikit kemudian meletakannya lagi di atas meja. Seharusnya dia kembali ke cafe karena jam kerjanya masih belum selesai. Sayangnya, dia sudah tidak ingin melakukan apa-apa lagi dan rumah selalu menjadi tempat pertama yang dia pikirkan saat suasana hatinya sedang tidak baik.
"Ibu tahu kau sepertinya sedang ada masalah, tidak mau bercerita pada ibu?" sambil mengusap lembut punggung putranya, wanita itu terus menatap dengan serius dan menunggu Sean untuk bersuara.
"Tidak ada bu, aku baik-baik saja."
Ibunya tidak lantas percaya, lalu berkata dengan nada yang rendah, "Kau anakku, dari kecil aku mengurusmu, aku tahu betul tentang semua sifatmu. Jadi tidak ada hal sekecil apapun yang bisa kau sembunyikan dariku sekarang."
Ibunya benar, Sean akhirnya mengangguk kecil mengakuinya. Namun alih-alih bercerita, kepala Sean justru tertunduk dalam menyembunyikan raut wajahnya yang bersedih serta genangan air matanya yang sebentar lagi akan turun.
"Aku malu harus menangis di depan ibu, tapi hatiku sakit sekali bu...aku harus bagaimana...?"
Tidak berbeda jauh dengan Sean, semenjak tiba di rumah, Baechu terus menangis sesenggukan di dalam kamar. Dan saat mendapati Namju masuk, gadis itu langsung mericuhkan banyak hal termasuk alasan apa yang membuatnya begitu marah dan bersedih.
Baginya, sebuah buku diary adalah catatan penting yang tidak ada seorangpun boleh mengetahuinya. Setiap kali merasa bahagia, bersedih, ataupun marah, Baechu selalu menuangkannya ke dalam sebuah tulisan agar momen-momen itu suatu saat tetap bisa dikenang. Seperti kejadian manis yang dia tulis mengenai kebersamaannya dengan Yunho. Berawal dari pertemuan mereka, kapan tepatnya mereka jadian, hal-hal romantis yang mereka lakukan berdua, hingga hari dimana pria itu meninggalkan Baechu untuk selama-lamanya.
Baechu jelas tidak akan bisa menerima ataupun memaafkan orang yang sudah berbuat lancang dengan berani membaca seluruh curahan hatinya. Itu privasi. Membayangkan orang lain tersenyum atau menertawakan tulisannya saja, Baechu merasa ingin membuang nyawanya jauh-jauh ke dasar jurang. Dan lagi, untuk tujuan apa Sean harus diam-diam mengambil buku itu darinya?
"Kau yakin dia yang benar-benar melakukannya? Padahal wajahnya kan tidak seperti pria yang terlihat lancang atau kurang ajar."
"Jelas-jelas dia yang mengembalikannya padaku. Apa yang seperti itu menurutmu belum cukup untuk membuktikan semuanya?"
"Dia pasti punya alasan, apa kau sudah mendengarkannya bicara?"
"Aku tidak butuh!"
"Nuna...," Namju mulai mendekat, merengkuh bahu kakaknya mencoba untuk menenangkan. "Aku juga sebenarnya marah jika Sean Hyung benar-benar melakukan itu. Tapi orang memang butuh telinga untuk mendengar, orang juga butuh mulut untuk berbicara. Aku ini sedang tidak berpihak padanya, hanya kadang aku melihat, kau itu orang yang selalu menyimpulkan sesuatu dengan pemikiranmu sendiri. Kau terlalu mudah emosi sampai kau lupa bahwa orang lain juga butuh dirimu untuk dapat mengerti perasaannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cafe Universe
RomansaKisah perjalanan cinta empat pemuda yang ingin meraih mimpi-mimpi mereka di dalam satu ruang yang disebut persahabatan. #Chan-Sean-Kai-Byun#
