TIGA PULUH TIGA - "Kembali"

201 17 0
                                        

Hai, selamat siang

Btw, Unfairness dua chapter lagi setelah ini tamat lhoooo...

Yuk ramaikan terus!

Jangan lupa vote sebelum baca. Komen juga


Selamat membaca!!


***

Diabaikannya panggilan masuk yang saling bersahutan sejak habis magrib dari nomor yang sama. Dibiarkannya saja sampai deringan itu berhenti sendiri. Itu adalah panggilan ke 24 saat ponselnya hening kembali. Beberapa detik berlalu panggilan berikutnya masuk.

Kai tidak menyerah menghubunginya. Dan Ia juga tidak akan menyerah mengabaikannya. Dia tidak mengerti betapa mengerikannya rasa sakit yang dirasakannya saat Kai memeluk Aruna di hadapannya tanpa menghiraukan kehadirannya sama sekali.

Biar saja Kai merasakan bagaimana pengharapan yang tak pasti.

Karena ia juga seperti itu. Berharap Kai selalu ada untuknya, nyatanya selalu saja Aruna yang menang.

Setelah panggilan ke 25 barulah panggilan itu berhenti. Jam menunjuk angka 10. Menutup buku, menuju kamar mandi mencuci tangan dan kaki lantas menaikan diri ke atas tempat tidur.

"Fay." Mamanya mengetuk pintu.

Fay yang baru saja menarik selimut urung. Turun dari ranjang dan membuka pintu.

"Ada Kai." Ujarnya parau.

"Suruh pulang aja." Fay melengos. Namun mamanya ikut masuk kamar. Duduk di ujung tempat tidur sementara Fay kembali duduk di depan meja belajar.

"Ada masalah sama Kai?"

"Fay udah putus."

"Putus?" pekik mama tidak percaya.

"Iya putus. Berakhir."

Keheranan mama belum luntur. "Kenapa bisa putus?"

"Udah gak cocok aja." Fay mengutarakan alasan klasik itu. Padahal masalahnya lebih rumit.

"Gak mau coba buat ngobrol baik-baik sama Kai. Kayaknya dia masih sayang sama kamu."

"Gak mau."

"Ih."

"Gak ada lagi yang perlu Fay bicarakan sama dia. Kita udah selesai."

Wanita paruh baya itu geleng-geleng kepala melihat putrinya yang kekeuh sekali. "Kamu mirip banget sama papamu."

Yang diucapkan mamanya membuat Fay tertarik. Tubuh yang sebelumnya membelakangi ia putar sehingga menghadap mamanya. "Mirip papa gimana?"

"Keras kepala. Sekali udah bilang A ya udah A. Rahasia aja ya...." Mama meletakan telunjuk di depan bibirnya. Fay berpindah tempat ke samping mamanya. Sepertinya yang akan dikatakan mamanya ini sesuatu yang sangat rahasia karena dia meletakan telunjuk tersebut di depan bibir mengisayaratkan kerahasiaan.

"Apa?"

"Dulu mama sama papa hampir gagal nikah sssttt."

Fay bertanya antusias namun dengan suara yang dikecilkan. "Kenapa? Kok bisa?"

"Papamu salah faham. Mama jalan sama sepupu mama dan papamu lihat. Dia gak tahu dia sepupu jauh mama."

Bicara soal sepupu. Aruna dan Kai juga sepupu jauh. Dan itu juga yang membuat ia memilih putus sekarang.

"Mama jelasin lah kalau mama sepupuan."

"Terus."

"Yaudah. Mama sama papa kamu jadi nikah."

Unfairness (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang