"Jangan terlalu di ambil hati,dia hanya main main denganmu bukan tulus mencintai mu."
****
Setelah pulang dari pemakaman kemarin kondisi Mely tidak baik baik saja. Dia jadi lebih pendiam dari biasanya sampai salsha kewalahan menghadapinya.
Seperti contohnya sekarang, mereka sedang berada di kantin sekolah, Salsha sudah berusaha membujuk Mely dengan segala cara agar mau berbicara namun hasilnya nihil,Mely tetap tidak mau membuka suara. Dia hanya menjawab dengan deheman saja.
"Mel jangan diem gini terus dong gue bingung harus apa", Salsha sudah pasrah,dia tidak tau harus berbuat apa.
"Hm", lagi dan lagi Mely hanya menjawabnya dengan deheman singkat.
Salsha hanya mengela nafas pasrah sampai dia teringat akan suatu hal dan dia langsung pergi meninggalkan Mely begitu saja.
Mely yang melihat Salsha berdiri dari duduknya hanya melirik sebentar, dia sedang tidak mood untuk melakukan apapun.
****
Salsha sudah memutari satu sekolah tapi dia tak kunjung menemukan orang yang sedang ia cari sampai dia teringat satu tempat yang belum ia datangi. Rooftop.
Tanpa babebubebo Salsha berlari menuju rooftop yang ada di sekolah Mereka. Memang jarang orang yang ke sana,karna kalau ingin mencapai rooftop harus menaiki sekitar 4 anak tangga.
Dan rooftop juga tempat bagi orang orang yang jenuh akan pelajaran, atau orang orang yang sedang mempunyai masalah. Karna pemandangan yang indah di sana dapat melupakan sejenak beban yang mereka punya.
Yang Salsha harapkan hanyalah semoga mood Mely dapat berubah dengan adanya ken. Ya semoga saja.
****
Kini Salsha sudah sampai di rooftop dan benar saja ken dan kawan kawan sedang di sana sedang duduk sambil mengobrol ria. Salsha mendekati ken dkk dengan ragu tapi akhirnya dengan niat untuk membuat mood Mely naik Salsha harus melakukannya.
"Ken", panggil Salsha pelan saat sudah berada di belakang ken.
Ken mengehentikan tawa nya dan membalik kan badannya mendapati salsha ada di di belakang tubuhnya.
"Eh sal lo ngapain disini? Mely mana?", tanya ken bertubi tubi.
"Engh itu anu...", Salsha bingung harus mulai dari mana,meminta tolong kepada ken rasanya canggung sekali.
"Kenapa?", ken menyerit saat Salsha terlihat kebingungan seperti itu.
Salsha mengela nafasnya sebelum berbicara, "jadi gini ken Mely tuh dari pas bel masuk murung terus gue ga tau sih penyebab dia kayak gitu tapi gue udah coba buat ngajak dia ngomong tapi dia cuman bales pake deheman doang dan gue bingung harus gimana lagi Ken,jadi gue mau minta tolong sama lo siapa tau lo bisa balikin mood Mely", jelas Salsha panjang lebar.
Ken sempat mencerna ucapan Salsha, "sekarang Mely dimana?" tanya ken.
"Di kantin"
"Oke"
Setelah mengucapkan itu Ken keluar dari rooftop dan pergi menuju kantin,dan di saat yang sama pula Salsha ingin menyusul Ken tapi langkahnya terhenti akibat panggilan dari seseorang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Patah dan Hati
Teen FictionAmazed cover by : @coocacolla Pertemuan tidak sengaja mereka yang membuat mereka saling jatuh cinta. Tak butuh waktu lama untuk 2 orang yang tadinya asing,kini merasa saling memiliki. Hanya butuh waktu dua hari bagi mereka untuk saling mencintai. Aw...