"Entah kamu yang terlalu pandai menyembunyikan rindu atau aku yang tak pernah kau rindukan"
Happy reading...
****
Kini,rumah Aldy sudah berubah menjadi rumah bak tempat sampah,pasalnya sejak pulang sekolah, Ken,Akbar dan Rio memutuskan untuk main di rumah Aldy. Lagi pula di rumah Aldy sedang tidak ada siapa-siapa.
Banyak sampah berserakan di ruang tamu,mereka sudah menganggap rumah Aldy ini seperti rumah sendiri. Jika Mella,mamah Aldy tau pun ia tidak akan marah,karna Mella sudah tau kelakuan sahabat anaknya itu.
"Goblok itu langsung tendang anjir!" sungut Akbar kesal.
"Monyet gimana mau gerakin tangan orang tangan gue lo pegangin gitu!" balas Aldy sewot.
Akbar mengalihkan pandangannya,melihat tangan siapa yang ia pegang. Ketika sadar Akbar langsung melepaskan tangan itu dan memasang wajah tanpa dosa. Aldy hanya mengendus sebal melihat itu.
"Ya maap aku kan gatau" kata Akbar dengan suara di manja manja kan.
"Najis amit geuleuh aig nempo na" jawab Aldy seraya menatap Akbar sinis.
Akbar hanya terkekeh pelan dan kembali melanjutkan game-nya yang sempat tertunda.
Sedari tadi rumah Aldy ramai akibat pertengkaran Aldy dan Akbar. Mereka saling menyalahkan ketika tim mereka kalah. Sedangkan Rio dan Ken hanya memperhatikan mereka saja
"Gara gara lo ni ah babi jadi kalah kan!"
Aldy menatap Akbar tajam se akan akan ingin menusuk dua bola mata itu.
"Matalo anjeng! Yang ngalangin gue buat masukin ke gawang siapa?!"balas Aldy tak kalah sewot.
"LO!"
"ELO KAMPRET!"
"ELO!"
"LO!"
"BABI ELU BANGKE!"
"YEU DASAR MONYET RAGUNAN!"
"ANJ-" ketika ingin membalas ucapan Akbar tiba tiba suara dingin seseorang menghentikan ucapan Aldy.
"Bisa diem ga lo berdua?" ucap Ken Dingin, "berisik!" lanjut nya.
Aldy dan Akbar saling melempar pandangan, mata mereka mengerjap berkali kali. Jika Ken sudah berbicara dengan suara seperti itu tidak akan ada yang bisa membantah lagi,bukannya mereka takut,hanya saja mereka was was jikalau terkena bogeman Ken.
Aldy dan Akbar sama sama diam. Tiba tiba ruangan TV itu berubah menjadi awkard,tidak ada satu orang pun yang ingin membuka pembicaraan. Rio tengah fokus sendiri ke ponselnya,Aldy dan Akbar pun hanya diam walaupun sesekali mereka melirik Ken.
"Gue mau ngasih kejutan sama Mely"
Ucapan Ken barusan mengalihkan pandangan Rio,Akbar dan Aldy. Mereka menatap Ken dengan raut wajah berbeda-beda.
Rio menatap Ken dengan satu alis terangkat.
Aldy menatap Ken bingung sambil membuka mulutnya saking bingung nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Patah dan Hati
Teen FictionAmazed cover by : @coocacolla Pertemuan tidak sengaja mereka yang membuat mereka saling jatuh cinta. Tak butuh waktu lama untuk 2 orang yang tadinya asing,kini merasa saling memiliki. Hanya butuh waktu dua hari bagi mereka untuk saling mencintai. Aw...