Dua puluh

28 3 0
                                    

“Tidak usah peduli,jika peduli mu hanya akan meninggalkan bekas luka nantinya.”

Happy reading...

****

Seorang gadis tengah menatap pantulan dirinya di cermin di dekat meja belajar nya. Hari ini adalah hari pertama ia bisa berskolah setelah 5 bulan ia harus berhenti.

Sherly Aurelia.

Ia tersenyum melihat penampilan nya. Cantik. Itulah yang ia deskripsikan.

Ia melirik ke arah nakas dekat tempat tidurnya. Jam masih menunjukkan pukul 06.00,ia masih punya waktu satu jam untuk benar benar siap.

Ia menarik nafasnya dalam-dalam. Semoga sekolah barunya sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Perlahan ia mengambil tas ranselnya lalu mengambil handphone nya yang ia taruh di atas meja belajar, lalu ia membuka knop pintu.

Saat ia membuka knop pintu,terlihat wanita paruh baya yang membawakan segelas susu hangat di sebuah nampan.

Sebuah senyuman terukir di bibir wanita paruh baya itu. Melihat anaknya yang kini sudah siap akan ke sekolah.

“Sudah bangun? Ibu kira masih ngebo” canda wanita itu.

“Mamah suka gitu deh,Ely kan anak rajin” ucap Sherly kepada wanita yang ia panggil mamah.

“Haha,yaudah sekarang kamu sarapan dulu gih,di bawah udah ada bang El” ucap sang mamah-Alfi.

“Bang El? Bang El pulang?” tanyanya.

Alfi hanya mengangguk saja.

“Yaudah Ely ke bawah dulu” Sherly langsung menuruni tangga dan menuju meja makan.

Dan benar saja,saat sampai di meja makan,ia bisa melihat abangnya sedang bermain ponsel di meja makan.

“ABANG!!” pekik Sherly kegirangan.

Laki laki yang barusan di panggil pun mendongkakkan kepalanya.

“Sher!” pekiknya tak kalah kencang.

Langsung saja,Sherly memeluk erat abangnya itu. Abang yang sudah tidak ia temui selama 2 bulan terakhir ini.

“Abang kemana aja? Sher kangen sama abang” ucap Sherly di sela-sela pelukan mereka.

“Maafin abang sayang,abang harus urus perusahaan papah yang di bandung,jadi baru sempat pulang sekarang ” jawabnya.

Sherly hanya mencerutkan bibirnya saja,dan itu membuat Elfin mengacak acak rambut adiknya gemas.

“Jangan di acak acak! Nanti kusut!” ketus Sherly.

Elfin terkekeh melihat raut wajah kesal adiknya ini, “maaf deh,mau abang antar ke sekolah baru?”

Mata Sherly berbinar. Ia langsung menganggukan kepalanya mantap.

“Mau banget! Ayo berangkat!” ujarnya tak sabaran.

“Eits tunggu dulu,main berangkat berangkat aja. Sarapan dulu baru berangkat!” Elfin mentoyor kepala adiknya dengan kencang.

“Ish gausah main toyor toyor juga kali!” ujarnya kesal. Dan Elfin hanya tersenyum menanggapi itu.

****

Banyak obrolan yang mereka obrolkan di dalam mobil. Sherly tak henti hentinya berceloteh sampai sampai membuat telinga Elfin rasanya ingin meledak.

Cinta Patah dan HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang