Sebelas

50 5 0
                                    

"July,yakin masih sendiri?"

Happy reading...

***

Siang telah berganti menjadi malam,langitpun kini berubah menjadi hitam,pertanda akan turunnya hujan. Namun,cowok di cafe itu enggan beranjak dari tempatnya. Sudah 3 jam ia duduk sendirian di sini. Setelah pulang sekolah cowok itu memutuskan tidak pulang ke rumahnya. Percuma juga ia pulang,yang ia dengar ketika pulang hanyalah suara keributan. Ken menyesap rokoknya kembali. Ya,orang itu adalah Ken.

Sudah 1 bungkus rokok Ken habiskan. Entahlah, niat apa yang membuatnya merokok kembali. Setelah 2 bulan ia berjanji kepada seseorang untuk berhenti merokok.

Perlahan rintikan hujan turun membasahi kota jakarta. Ken melihat ke arah jendela lantas tersenyum. Ketika ia melihat hujan ia selalu teringat akan seseorang di masa lalu nya.

Flashback on

2 bulan yang lalu.

Kini Ken sedang berada di sebuah halte bersama seseorang. Hujan sangat deras,jadi tidak mungkin ia menerobos.

"Ken kamu tau ga kenapa aku suka hujan?" tanya seorang gadis dengan senyuman di bibirnya.

Ken menggeleng, "engga,memangnya kenapa?"

"Karna hujan bisa bikin aku senyum terus Ken" balas perempuan itu sambil menjulurkan tangannya menyentuh air hujan itu lalu menyipratkan nya kepada Ken.

"Sudah sudah baju ku basah ini" ujar Ken terus menghindari perempuan itu.

Bukannya berhenti justru perempuan itu menarik Ken ke jalanan. Kebetulan disini sedang sepi.

Kini mereka berdua sudah basah kuyup akibat air hujan.

"Gimana Ken hujan seru kan?" teriak perempuan itu.

"Iya!" balas Ken tak kalah kencang.

Saat mereka tengah asik menikmati hujan tiba tiba ada suara mobil dari belakang.

TIN TIN

"SHERLY AWAS!"

BRUK.

Sherly terpental sangat jauh. Dengan buru buru Ken menghampiri Sherly.

Saat tiba tepat di depan Sherly,tubuh Ken bergetar,matanya berkaca-kaca. Perlahan Ia berjongkok dan membelai wajah Sherly sayang.

"Maaf mas orang ini sudah tidak ada"

Deg.

Ken menggeleng,tidak. Tidak mungkin Sherly-nya pergi secepat ini. Tidak,pasti orang itu salah.

"Engga pa dia masih ada! Bapa jangan asal bicara!" Bentak Ken lalu menatap Sherly dan satu tetes butiran bening keluar dari sudut mata Ken.

"Sher bangun Sher!" teriak Ken sembari mengguncang tubuh Sherly.

"Masih banyak janji yang kamu belum tepatin sama aku!"

Cinta Patah dan HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang