Lima belas

49 3 0
                                    

"Aku bukan lah siapa siapa. Aku bukan mentri, aku bukan presiden, aku bukan orang penting. Aku hanyalah orang biasa yang kebetulan mencintai kamu yang hampir sempurna."

PLAY MULMED!!

Happy reading...

****

Semenjak kejadian di kelas Mely kala itu,hubungan Ken dan Mely benar benar merenggang. Hari ini,adalah hari spesial bagi seorang cewek berambut coklat yang di gerai yang sedang duduk di salah satu taman dekat sekolah nya. Bukan niat ingin bolos,hanya saja mood belajar nya sedang hilang. Semua orang berbeda hari ini,termasuk abangnya sendiri.

Mely menikmati semilir angin pagi yang menerpa wajahnya. Apakah semua orang lupa akan hari ini? Baginya,hari ini adalah hari yang paling spesial.

Mata Mely memejam menikmati setiap jengkal angin yang menerpa wajah cantiknya itu. Kakinya ia ayunkan kedepan dan kebelakang. Mely mencoba tersenyum walaupun itu sangat sulit.

Mengingat kejadian 2 hari yang lalu membuat nya kembali menggoreskan luka ke hatinya. Tanpa ia tau Ken memutuskannya kala itu juga.

Flashback on

"Kita putus"

Deg!

Kata kata itu bagaikan tamparan keras bagi Mely. Kaget? Jelas. Ia tidak tau masalah apa yang membuat Ken dengan sepihak memutuskannya.

"Tapi kenapa?" tanya Mely parau.

"Gue gabisa sama cewe gatel kayak lo!" ucap Ken sarkas.

Mely menunduk,mencoba tegar. Ia berusaha sekuat mungkin untuk tersenyum walaupun itu sulit.

"Oke Ken semoga kamu mendapat yang lebih baik" Setelah mengucapkan itu Mely berbalik badan dan meninggalkan Ken seorang diri di depan pintu kelasnya.

Ia sakit,ia kecewa,ia marah namun ia tidak bisa mengutarakan semua itu. Hatinya bagaikan di tusuk ribuan jarum. Ini lebih sakit di banding terkena paku sekalipun.

Akhirnya ia tau,semua laki laki di dunia ini sama,kecuali ayahnya. Akhirnya ia tau bahwa cinta nya harus kandas dalam waktu dekat. Akhirnya ia tau bahwa ia tidak pernah sekalipun di izin kan untuk mencintai.

Flashback off.

Tes. Satu bulir air matanya turun begitu saja. Hati sesak ketika mengingat kejadian itu,hatinya sakit ketika ia harus menerima keadaan bahwa Ken-nya sudah pergi untuk nya.

"Gue ga nyangka kisah cinta gue bakalan kayak gini" ujarnya lirih.

"Kalo gue tau bakalan kayak gini lebih baik gue ga kenal apa itu cinta"

"Kalo ujung ujungnya gue bakalan ngerasa sakit lebih baik gue ga kenal Ken sekalian"

Umpatan demi umpatan keluar begitu saja dari bibir mungil Mely. Memang,sebelum nya Mely tidak pernah berpacaran,jadi mungkin ini kali pertamanya ia merasakan sakit hati seperti ini.

"Ngapain disini?" suara dingin itu terdengar. Mely sangat hapal suara ini. Ketika Mely berbalik,Mely langsung berhadapan dengan muka datar milik Ken.

Cinta Patah dan HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang