Dua

110 15 4
                                        

"Dari senja aku belajar bahwa yang indah pun bisa pergi kapan saja."

****

Ke esokan harinya mely terbangun lebih awal dari biasanya,kalau bukan karna mimpi buruk itu.

Mely terbangun dengan nafas terengah engah,mimpi buruk itu datang lagi setelah 3 tahun lamanya hilang. Kejadian 3 tahun silam yang membuat mely trauma akan kehilangan.

Mely melihat jam di atas nakas di samping tempat tidurnya,jam menunjukkan pukul 3 dini hari tapi mely sudah terbangun akibat mimpi itu.

Akhirnya mely memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

Setelah selesai membasuh wajahnya mely memutuskan untuk turun ke lantai bawah.

****

Di lantai bawah mely bisa melihat kaka laki lakinya tengah duduk di sofa ruang tamu sambil menutup kedua matanya,mungkin dia pulang malam akibat lembur.

Mely tersenyum tipis. Kakanya lah yang merawatnya atas kejadian 3 tahun silam. Dan kaka nya juga menjadi ibu sekaligus ayah untuknya.

"Bang" tegur mely ketika sudah duduk di sofa.

Merasa sofa di duduki oleh mely akhirnya daffa membuka matanya, "eh mel udah bangun?" daffa membenarkan duduknya.

"Udah bang,abang pasti lembur lagi ya?" tanya mely pelan.

Daffa hanya tersenyum tipis.

"Maafin mely bang gara gara mely abang sering kecapean" ucap mely seraya menunduk.

Daffa yang melihat itu lantas mendekati mely dan membawa mely kedalam dekapannya, "syut ini bukan salah mely,ini tugas abang sebagai kaka harus jagain mely,ngerawat mely,ngasih makan mely" daffa menjeda ucapannya sebelum kembali berbicara, "abang ngelakuin ini karna abang sayang sama mely jadi mely gausah ngerasa bersalah ya"

Mely tersentuh akan ucapan daffa dan itu membuat satu tetes butiran bening meluncur dari sudut mata mely.

"Jangan tinggalin mely ya bang mely ga punya siapa siapa lagi selain abang" ucap mely di sela sela tangisannya.

Daffa mengelus puncak kepala mely sayang, "iya abang ga bakalan ninggalin mely,sekarang cerita kenapan mely kebangun sepagi ini?" tanya daffa lembut.

Mely menjauhkan wajahnya dari dada bidang daffa dan mulai menghentikan tangisannya,mely mengambil nafas sebelum bercerita.

"Mimpi itu bang" ujar mely parau

Daffa sudah paham maksud mely,daffa hanya tersenyum tipis saja, "mely kangen mamah sama papah ya?" tanya daffa seraya merangkul mely.

Mely hanya menggangguk lemah.

"Yaudah kalo gitu pulang sekolah kita ziarah ke makam mamah sama papah gimana?" Tawar daffa.

"Terus kerjaan abang gimana?"

Daffa tersenyum tipis, "nanti abang bilang sama bos abang kalo hari ini abang ga kerja dulu"

Cinta Patah dan HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang