Ali menatap Prilly kikuk. Malam ini, lagi lagi keduanya sedang berkumpul di kamar Ali. Pintu-nya di kunci, agar tidak ada setan yang tiba-tiba datang untuk menganggu."Maaf mbak."
Prilly berdecak,"Ali.. ternyata Ali banyak fans-nya di Semarang ya? Ini followers Ali ngelebihin followers instagram Prilly." Gadis itu menunjuk shock layar ponselnya.
"Emmm.."
"Ya ampun, Prilly kira Ali itu anak kudet gitu, ternyata anak hitz." Gadis itu meringis lalu merangkul Ali hangat."Promote akun IG Prilly dong," pinta-nya merajuk.
Ali menggaruk tengkuknya,"Emm iya mbak. Nih, tulis sendiri caption-nya." Ali menyerahkan ponsel-nya pada Prilly.
Prilly menerima ponsel itu dengan senang hati."Ih, fotonya Ali banyak yang like.." girang Prilly. Sementara Ali malah menikmati ekspresi lucu Prilly,"Boleh aploud foto-nya Prilly di IG Ali?" Tanya gadis itu.
"Boleh Mbak."
Prilly tersenyum kemudian memulai membenahi rambutnya,"Kita selfie aja deh. Yuk," Ali tersenyum ke arah kamera. Begitupun Prilly."Wahh hasil-nya bagus." Girang gadis itu.
"Iya mbak."
"Prilly aploud yah," gadis itu pun mengunggah foto selfie mereka. Dengan men-tag akun Instagram Prilly."Prilly follow juga akun Prilly lewat akun Ali ya?"
"Iya mbak."
"Prilly like semua foto Prilly juga."
"Iya mbak."
"Prilly---
"Boleh mbak, semua boleh. Kata sandi-nya juga mbak boleh tau, pokoknya semua buat mbak Prilly boleh deh."
Gadis itu memekik girang."Ah makasih Ali, tunggu." Prilly mengambil ponselnya lagi dan memfollow akun Ali."Prilly udah follow Ali loh,"
Ali pun mengeceknya,"Cuma saya nih yang di follow?" Kaget cowok itu. Lebih dari tiga juta orang yang mengikuti akun Prilly, namun yang di ikuti Prilly hanya Ali.
Se-special itu dirinya kah?
Ali diam diam tersenyum,"Makasih mbak."
Prilly mengangguk,"Sama sama. Iya cuma Ali yang Prilly follow, jangan baper tapi hehe."
°°°°°
Reimon menepuk pundak Ali pelan."Kami gak lama kok, cuma dua hari. Om harap, kamu jagain Prilly baik baik."
Ali mengangguk kecil,"Pasti Om. Salam buat Oma." Reimon mengangguk kecil. Malam ini, ada berita buruk datang dari Oma Prilly--Ibu dari Reimon itu sakit. Beliau sedang berada di Thailand.
Reimon dan Aurora hendak berangkat malam ini juga menggunakan penerbangan tercepat. Prilly tidak ikut karena ada Ali-- tidak mungkin ia meninggalkan Ali sendirian.
Aurora pun sebenarnya ingin menemani Ali, namun Oma-nya berpesan harus membawa Aurora ikut kesana. Jadi, mau tidak mau Aurora harus ikut kesana."Prilly, kamu jangan bandel-bandel sama Ali." Peringat Reimon.
Prilly mengangguk,"Enggak Pi. Salam buat Oma ya, Prilly kangen bilangin." Reimon mengangguk.
Kopernya ia seret keluar rumah. Ali dan Prilly ikut mengantar sampai depan rumah, tidak sampai di Bandara karena ini sudah malam. Saat langkah Ali dan Reimon sudah jauh, Aurora menarik tangan Prilly kasar.
"Aurora sakit!" Prilly menepis tangan Aurora kuat."Jangan kasar dong." Protes Prilly sebal sambil mengusap lengan-nya.
Aurora memutar bola matanya,"Gue cuma mau ngingetin lo. Jangan coba coba deketin Ali pas gue gak ada, dan jangan coba-coba suka sama Ali." Matanya berkilat tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Love [COMPLETED]
Fanfiction"Mbak Prilly ini.. cantik ya," Prilly menahan senyumnya yang ingin merekah,"Prilly emang cantik dari lahir." Ali mengangguk,"Hati saya senang kalau dekat sama Mbak Prilly." #862 in fanfiction 10/06/2019
![Black Love [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/187581778-64-k752031.jpg)