07. PRILLY KIKEYPO

3K 437 19
                                        

Aurora menggeser pelan tombol hijau yang tertera di layar ponselnya. Perlahan ia mendekatkan ponselnya pada telinga."Halo?"

"Kenapa baru angkat telfon gue sih?"

Aurora berdecak,"Gue lagi di Thailand ini, telfon dari Indo kadang gak kejangkau," bohong Aurora.

"Lo ngapain di Thailand  Ra?!"

Aurora berdecak,"Gue lagi jengukin Oma, Oma gue sakit." Jawab Aurora seadanya.

"Salam buat Oma lo,"

"Apaan sih Nich? Kita udah putus. Lo mendingan gak usah ganggu gue lagi," kesal Aurora dengan wajah cemberutnya.

"Gue khawatir sama lo, di sekolah gue gak lihat elo seharian." Nichol menjelaskan.

Aurora berdecak,"Gue sibuk."

"Ra, plis. Apa gak ada kesempatan lagi buat gue?" Nichol memohon, dari suaranya terdengar sangat berharap.

Aurora nampak gelisah, ia sebenarnya tak tega seperti ini pada Nichol."Nich, gue gak mau Prilly tau kalo kita pacaran!"

"Udah gue bilang! Dari awal itu Lo udah tau resiko hubungan kita! Di depan Prilly, lo selalu cuek sama gue. Seolah gak kenal, padahal kita pacaran! Apa menurut lo gue terlalu mengekang? Ra.. gue turutin lo pas lo bilang mau backstreet, gue turutin Ra. Tapi.. kenapa lo giniin gue?"

"Nich cukup. Ini yang gak gue suka dari lo, Lo selalu maksa gue!"

"Maksa darimana? Lo pulang les gue jemput, lo nyuruh gue beliin makanan pas lo laper gue beliin, lo badmood gue sabar, lo sedih gue bahagiain, kurang apasih kesabaran gue sebagai cowok Ra?"

Mata Aurora berkaca kaca. Benar apa yang Nichol katakan, tak sepantasnya ia berlaku seperti ini pada Nichol."Nich, im sorry.. gue tau gue salah."

"Dont cry baby.. Gue maafin."

Aurora semakin terisak,"Gue jahat sama lo.." lirih Aurora.

"Engga Ra, lo baik. Gue cinta elo, plis jangan giniin gue lagi. Gue bisa gila liat lo sama cowok laen,"

Aurora tersenyum tipis,"Makasih Nich. I love you," Katanya.

"Too Aurora-ku."

°°°°°

"Ali, beli ice cream yuk." Prilly tiba tiba berlari dari luar kamar dan langsung masuk kedalam kamar Ali.

Ali agak kaget karena tiba tiba Prilly memeluk nya dari belakang."Mbak Prilly kenapa?" Ia bertanya bingung.

"Prilly mau makan Ice cream sekarang." Rengek gadis itu dengan suara lembut-nya. Ia menarik narik leher Ali."Pengen ice cream.." ulang-nya.

Ali terkekeh,"Kok tiba tiba pengen ice cream?" Ali bertanya lagi.

"Ali banyak tanya, Prilly mau ice cream sekarang!" Gadis itu kembali merengek layak-nya balita."Ayok!"

Ali mengangguk kecil sambil tertawa. Ia bangkit dari duduknya,"Mbak Prilly ganti baju dulu.. Kan gak mungkin kalau kesana pakai baju tidur begini," Ali meneliti pakaian Prilly.

"Biarin si, Pakaian Prilly ini." Katanya angkuh."Ayok, ntar tutup kedai-nya!" Prilly lebih dulu berjalan meninggalkan Ali.

Ali geleng geleng kepala dengan sifat Prilly,"Iyaiya Mbak, sabar." Katanya lalu mengambil kunci mobil yang ada di atas meja. Malam ini, mereka keluar rumah untuk membeli ice cream.

Black Love [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang