Tak terasa Gerd dan pria itu sudah berada di depan sebuah bangunan yang dikelilingi pagar besi setinggi 5 meter. Dari luar terdengar suara tangisan anak kecil, suaranya sangat menyedihkan. Lalu bangunan apakah itu??
Pria itu memencet sebuah tombol yang berada tepat di hadapannya, seketika pagar itu pun terbuka dengan sendirinya. Pria itu menarik tangan Gerd untuk masuk ke tempat itu, langkah Gerd terhenti saat mendengar tangisan dan raungan anak kecil yang berasal dari dalam bangunan itu. Tetapi pria itu tetap memaksanya memasuki bangunan yang menakutkan itu.
Gerd menangis, dia ketakutan. Orang didalam sana pasti akan menyakitinya seperti menyakiti anak kecil yang baru saja terdengar raungannya. Lalu pria menekan tombol yang ada di dinding bangunan itu dan pintunya pun terbuka, mereka memasuki sebuah ruangan kosong dan disambut oleh seorang wanita tua yang sangat menakutkan.
Mungkin wanita seram ini yang akan menyakiti dan membunuh anak-anak disini. Pikir Gerd.Pria itu meminta Gerd tetap berdiri dipojok ruangan kosong itu, dia pun berlalu keruangan lain bersama wanita seram yang ditakuti Gerd.
Sepertinya mereka akan merancang sebuah rencana untuk menghabisi Gerd. Gerd pun tak berani beranjak meskipun selangkah, apalagi berusaha untuk kabur. Itu tidak mungkin.
Setelah hampir 10 menit lamanya, pria dan wanita seram itupun kembali dengan melemparkan tatapan sinisnya pada Gerd, membuat Gerd tak berani untuk menatapnya. Sekarang Gerd tertunduk memaksa matanya menatap lantai yang hitam kelam. Anak lain seusia Gerd jika mengalami hal ini pasti akan menangis memanggil ibunya dan berusaha melarikan diri dari orang itu. Namun Gerd berbeda dari anak anak umumnya, dia sangat berani.
Wanita itu melangkah mendekati Gerd, tangannya menarik dagu Gerd hingga Gerd yang tadinya menatap lantai hitam kelam sudah menengadah menghadap wanita seram itu.
" Hei anak kecil, siapa namamu?"
"G..Gerd" suara Gerd terbata-bata karena takut.
"Gerd? Oo nama yang bagus" wanita itu tersenyum namun membuat wajahnya terlihat semakin menakutkan.
"Iya" jawab Gerd sembari memejamkan matanya karena dia tak ingin melihat wajah yang menakutkan itu.
"Kenapa kau memejamkan matamu? Apa kau ingin tidur?" Kata wanita itu sedikit lebih lembut dari sebelumnya.
Gerd mengangguk, dia tidak mengantuk tetapi hanya ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi diruangan belakang,mengapa anak anak itu menangis.
"Bawa dia ke belakang!" kata pria itu dengan nada tegas.
"Ayo, nanti kau bisa tidur sepuasnya bahkan hingga kau tak terbangun lagi! Hahaha" wanita itu tertawa terbahak-bahak .
Gerd tidak mengerti maksud wanita itu, apakah dia bercanda atau dia benar-benar akan membuat Gerd tertidur untuk selamanya.
Diapun membawa Gerd ke ruangan belakang, dia melewati koridor yang gelap dan menakutkan. Hanya ada sedikit cahaya disana. Namun tampak jelas disepanjang koridor itu terpajang benda-benda tajam yang berkilauan karena terkena pancaran cahaya yang minim itu.
Benda apa itu? Untuk apa? Apakah benda itu sengaja dikoleksi untuk menghabisi anak-anak disana?
Pikiran Gerd dipenuhi oleh berbagai pertanyaan yang tidak diketahui oleh Gerd jawaban nya.
Mereka berjalan melewati ruangan-ruangan yang gelap, rasa penasaran Gerd pun muncul dan akhirnya memberanikan diri bertanya pada wanita seram itu.
"T..tempat apa ini?" Gerd memandang wajah wanita tua itu.
"Ini tempat penampungan anak-anak yang dibawa dari Centrales" jawabnya pelan.
"Penampungan? Apa itu? " tanya Gerd dengan polosnya.
"Lebih seperti panti asuhan, tapi berbeda".
"Apa bedanya?" Balas Gerd.
"Nanti kau akan tahu sendiri" jawab wanita itu.
Gerd pikir bedanya dengan panti asuhan adalah tindakan para penjaga penampungan itu,dimana jika panti asuhan penjaga akan memelihara dan menyayangi serta merawat anak-anak seperti orangtua yang menyayangi anaknya. Dan sebaliknya, Penjaga penampungan ini akan menyakiti anak-anak hingga dia menangis kesakitan dan ketakutan. Lebih parahnya mungkin saja ini tempat pembantaian anak-anak Centrales yang sudah dipisahkan dari orangtuanya dan dibawa ke Gestries secara paksa.
Gerd tak mengerti apa yang diinginkan Gestries sampai menyerang, mengambil dan menyakiti anak-anak Centrales. Jika benar mereka membunuh anak Centrales, apakah mereka menginginkan organ tubuh anak Centrales atau... ah sudahlah, Gerd tidak tahu. Itu hanya tebakannya saja.*

KAMU SEDANG MEMBACA
The Vasterius
FantasyCover by : voiryover #1 Neil (08-07-2019) Menceritakan tentang pertikaian antara penghuni planet Gestries dan Centrales yang sudah berlangsung selama dua puluh tahun dan selama itu juga prajurit Gestries menyerang Centrales tanpa henti yang akhirnya...