WITK? [1] Teror Cacing

397 33 4
                                        

Happy reading!!

Seorang cowok menyusuri koridor dengan santai, jaket denim yang tersampir di pundaknya membuat dia terlihat begitu keren. Sesekali cowok itu membenarkan sebelah tali ranselnya yang hendak melorot.

"Hey!" Seseorang lagi datang dan menepuk pundak cowok itu.

"Hey, Glen," balasnya datar.

"Vin, nanti pulang sekolah ada latihan. Lo dateng, kan?" tanya Glen dengan tampang penuh harapnya.

Kevin memutar bola matanya malas. "Gue ... males."

Tanpa ada perintah dari siapapun, Glen langsung menoyor kepala Kevin dengan telak. "Males aja terus! Dikeluarin sama Bu Ismi baru tahu rasa lo!"

Kevin menghela napas panjang. "Iya, ya, nanti gue dateng."

"Sip." Glen tersenyum penuh kemenangan.

"Btw, gimana kelanjutan lo sama Lizzy?"

Kevin menatap bingung pada Glen. Cowok dengan rambut kecokelatan itu malah mengedipkan salah satu matanya sebagai sebuah kode.

"Maksudnya?" tanya Kevin dengan wajah teramat polos.

"Halah! Lagak lo sok bego, Vin." Glen menjeda ucapanya. "Lo suka, kan, sama Lizzy? Cepetan tembak sana!"

Kevin membuang muka dan menatap lurus ke depan. "Nggak," tukasnya.

Glen merangkul pundak Kevin dengan begitu akrab. "Lo pikir kita baru kenal dua hari? Udah enam tahun, Bro. Masih juga kek gitu sama gue."

"Gue, sih, maklum. Cowok kulkas nggak peka kayak lo mana tahu artinya cinta," pungkas Glen dengan entengnya.

"Terserah." Kevin mempercepat langkahnya meninggalkan Glen yang masih saja menggerutu sendiri karena tingkah sahabatnya itu.

Akhirnya cowok itu mengejar Kevin dengan setengah berlari. "Tungguin gue, woy!"

"Lo, sih, lelet!"

"Glen! Kevin!"

Panggilan dari seseorang itu membuat mereka menghentikan langkah lalu memutar badan ke belakang. Dania berlari menghampiri keduanya dengan napas yang terengah-engah.

"Kenapa lo?" tanya Glen keheranan.

Dania malah menampilkan cengiran tanpa dosanya. "Bareng."

"Kirain ada apa? Heboh banget." Setelah mengatakan itu, Kevin langsung memutar badan dan melanjutkan langkahnya.

"Lagi PMS, ya, tuh anak?" tanya Dania pada Glen seraya melirik Kevin yang berjalan duluan.

Glen terkikik. "Kayak nggak kenal sama Kevin aja lo."

Dania hanya mengangguk-angguk mendengar penuturan Glen barusan, lalu akhirnya mereka tertawa bersamaan.

Dania mendudukkan diri di bangkunya, meletakkan tasnya di bawah meja. Saat gadis itu hendak memasukkan kotak makannya ke dalam loker dia kembali menemukan kertas aneh di sana. Dibukanya kertas itu, lagi-lagi kertas bertuliskan ‘I See You’ dengan rangkaian huruf yang amat buruk.

Who is the Killer?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang