Akhir pekan tiba. Eunbi memilih libur kerja hari ini karena akhir-akhir ini harinya cukup melelahkan. Yuri saat ini sedang tidak ada di rumah karena ada kegiatan ekskul di sekolah. Saat Eunbi tengah sibuk beres-beres rumah terdengar suara bel membuat kegiatannya berhenti sejenak. Seketika Eunbi langsung membuka pintu dan terlihat Sian datang sambil membawa bingkisan.
"Eh Sian, datang juga kamu"
"Datang dong~"
"Yuri mana?" Tambanya
"Dia lagi ada kegiatan ekskul di sekolah"
"Ooh gitu"
Sian pun duduk di sofa sambil melihat-lihat isi rumah, dan tak lama Eunbi datang sambil membawa secangkir teh hangat.
"Jadi gimana?" Tanya Eunbi
"Ya mereka setuju, soalnya yang mimpin acara kan kamu. Ini loh aku bela-belain demi kamu biar mereka menerima kesepakatan itu di ganti"
"Huuhh syukurlah" balas Eunbi langsung masuk ke kamarnya
"Apa kamu ngak penasaran bagaimana reaksi mereka?" Tanya Sian
"Kenapa aku harus tau? Ngak begitu penting" sambil mencoba mengambil setumpuk skrip di rak
Namun saat Eunbi mencoba mengambil tumpukan skrip itu sebagian isi raknya jatuh dan berserakan ke lantai.
"Oh ya Tuhan~"
"Kenapa?" Tanya Sian langsung mendatangi Eunbi
"Aah ini pada jatuh semua" membereskan barang-barang yang jatuh kelantai
Sian pun ikut membereskan barang-barang itu kemudian ia susun kembali ke rak. Namun saat Sian merapikannya tiba-tiba matanya terhenti disalah satu buku yang terselip sebuah foto di dalamnya. Sian pun langsung melihat foto itu tanpa sepengetahuan Eunbi.
"Eunbi?"
"Ya?" Balas Eunbi kemudian berbalik melihat kearah Sian
Eunbi menatap heran Sian saat ekspresi Sian mendadak aneh, dan seketika matanya membelalak melihat Sian tengah memegang selembar foto yang sangat ia kenal. Dengan cepat Eunbi merebut foto itu dan segara ia sembunyikan.
"Eunbi, ka-ka-kamu?" Kaget
"Ke-ke-kenapa?" Gugup
"Itu Hwang Minhyun kan? Cucu dari pemilik Hwang global?"
"Bu-bukan, kamu salah lihat" balas Eunbi langsung keluar dari kamar
Sian pun langsung mengejar Eunbi yang tiba-tiba berubah menjadi gugup dan lebih banyak diam, atau malah sering mengalihkan pembicaraan.
"Kamu kenal Minhyun, Eunbi? Ka-kalian pernah menikah?!"
Eunbi langsung menoleh kearah Sian dengan tatapan sayu. Sian yang menyadari reaksi Eunbi membuat mulutnya menganga merasa tak percaya bahwa semua ini adalah benar.
Tak lama semua mulai tenang, akhirnya Eunbi menceritakan semua yang pernah terjadi antara dirinya dan Minhyun. Sontak Sian tak bisa berkata sedikitpun setelah mendengar cerita seorang wanita yang akan memimpin program televisi dengan narasumber mantan suaminya sendiri.
"Yuri? Jadi Yuri adalah anak Minhyun dan kamu?"
"Hm..." Mengangguk
"Jadi skandal yang di tutupi oleh keluarga Hwang adalah ini" batin Sian saat mengingat skandal yang cukup menghebohkan Korea saat itu
"Sian, tolong jangan cerita kesiapapun soal ini" ucap Eunbi memohon dan menggenggam erat tangan Sian
"Iya, aku ngak akan cerita kesiapapun soal ini".
KAMU SEDANG MEMBACA
Miracle
Fanfiction[COMPLETED] Eunbi seorang News anchor harus membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Ia seorang single parents untuk anak semata wayangnya. Kesibukan nya membuat ia merelakan keluarga hingga sang anak mulai membenci dirinya. Eunbi bertekad untuk...
