Dengan langkah besar dan cepat Valery bergegas menuju kamarnya. Mengehapaskan tubuhnya ke atas kasur seraya mengatur napas. Setalah cukup untuk beristirahat, tidur, dan lain-lainya, Valery bangkit dari tidurnya berjalan menuju balkon berdiri disana tepat berhadapan langsung dengan rumah Rio.
Matanya menyipit memperhatikan bagian atas rumah itu, memikirkan cara yang tepat untuk membuat satu tindakan kecil tapi membuahkan hasil yang sangat luar biasa yang mungkin bisa membuat peperangan itu kembali terjadi.
Valery menjentikan kedua jarinya dengan seringai kecil untuk menambah kesan sadis dirinya.
Elah! Berlebihan banget itu mah! Gue nggak begitu sadis kok!
Setalah membatin Valery tertawa sendiri. Dan untuk beberapa hari kedepan Valery harus ekstra memikirkan berbagai rencana untuk memulai pertunjukan yang sangat ia nanti-nantikan dari dulu.
"Woii! Ngapai lo senyum-senyum sendiri?" ucap Davin yang tiba-tiba datang menghampiri Valery.
Valery yang terkejut dengan kedatangan Davin segera memutar badannya dan berdecak kesal. "Gue lagi memikirkan ide brilian utuk someone spesial." tukas Valery.
"Someone spesial! Lo kata nasi goreng. spesial." cerocos Davin seraya menoyor jidat Valery pelan.
"Lebih dari nasi goreng ini mahh.."
"Siapa emangnya?" tanya Davin yang mulai penasaran dengan someone spesial yang Valery bilang, pasalnya Davin tau sifat Valery. Sampai sekarang pun Valery nggak mau yang namanya pacaran atau mengenal cowok lebih dekat karana mantan brengs*k-nyalah yang sudah membuat dirinya tidak percaya dengan namanya laki-laki kecuali Davin.
"Noh tetangga baru depan rumah kita."
Perkataan Valery membuat Davin tersedak sendiri setelahnya ia menatap Valery dengan wajah terkejut. "Hah! Secepat itu? Wah sakit lo Val!".
"Ihhh... Gue nggak sakit ya! Asal lo tau tetangga depan itu---" Valery sengaja memberi jeda lama membuat Davin tambah penasaran. Dengan seulas senyum lebar Valery melanjutkan perkataannya. "The good news is... Dia musuh lama gue pas SD. Keren 'kan sedepanan lagi rumahnya."
Davin menjatuhkan rahangnya dramatis. "Terus kalo dia musuh lo, kenapa spesial?"
"Kepo lo kak! Uda ah gue mau makan. Leper!"
***
Valery membaringkan dirinya diatas kasur, diliriknya jam yang berada diatas nakas. Pukul 19.20. Bunyi ponsel Valery membuat ia mengalihakan pandangnya dan segera meraih benda persegi panjang itu yang berda tak jauh dari jangkaunya.
Satu notifikasi line masuk, Valery memutar bola mata bosan, pasalnya hampir setiap malam hp heboh denga chat yang tidak jelas disana. Sekali lagi ponsel Valery bergetar satu notif grup kelasnya muncul lagi.
Mica : Woii woii cuk ada tugas nggak?
Doni : Gaya lo Mei nanyai tugas.
Mica : Biar dikata anak rajin gitu haha.
Antoni : Woii ribut mulu, gue mau tidur!
Azel : Eh! antoni kalo nggak mau hp lu bunyi atau geter-geter buang aja sono! Atau nggak keluar dari group ini!
Mica : Tauk! lo mah dimana-mana tidur.
Nevan : Apa yang geter-geter Zel?
Azel : Anu lo yang geter-geter.
KAMU SEDANG MEMBACA
Valery
Teen FictionSiapa sih yang nggak kenal Valery? Cewek trouble yang terkenal di kalangan guru dan anak-anak di sekolahnya. Dan pada suatu hari, ia dipertemukan kembali oleh musuhnya sejak ia duduk dibangku sekolah dasar . Namanya Andrio. Si cowok super cool, p...
