Davin memarkirkan mobilnya di pelataran rumah keluarga Bactiar. Rumah mewah dengan arsitektur romawi klasik ini selalu membuatnya berdecak kagum dengan detail ornament rumit di dinding serta pilar-pilar tinggi sebagai penyangga rumah ini berdiri kokoh.
Davin melirik cctv yang terpasang di sudut dinding, ia melambaikan tangan sepeti anak kecil, kegiatan yang selalu ia lakukan saat berkunjung kerumah keluarga Bactiar. Davin menekan bell beberapa kali menimbulkan kebisingan didalam rumah, tak lama muncul seseorang dari balik pintu, sambil berdecak kesal Bayu menimpali perut Davin dengan buku yang ia pegang.
"Kebiasaan mencet bell berkali-kali pake dada-dada pula di cctv."
"Itu tanda kalo gue yang datang jadi, lo nggak perlu nanya-nanya lagi ke satpam depan siapa yang datang." ujar Davin cuek seraya masuk tanpa dipersilahkan.
Bayu hanya menggelengkan kepalanya, tidak Davin tidak Valery mereka berdua sama saja, kakak adik yang terkadang tidak tahu diri kalau sudah berada di rumahnya, lihat saja sekarang Davin sudah menuju meja makan duduk disana seraya memesan minum kepada pelayan rumah dengan sedikit cemilan.
Bayu menyusul dari belakang duduk berhadapan dengan Davin di meja makan. "Gimana Valery dia baik-baik aja 'kan?"
"Kalo untuk saat ini sih Vale masih baik-baik aja." jawab Davin resah. "Gimana anak buah lo bisa di andelin kan?"
Bayu mengendikan bahu, "Gue salut sama tuh cowok, anak buah gue aja susah ngelacak dia mesti gue beneran yang harus turun tangan."
"Terus hasilnya?" tanya Davin sedikit khawatir.
Bayu tertawa mengejek setelahnya menatap Davin serius. "Lo tau kalo gue yang turun tangan semuanya pasti dapat!"
Davin menghela napas lega setidaknya ia mengetahui bagaimana Juno bisa kembali lagi."Bisa lo kasih tahu ke gue kenapa dia bisa balik lagi?"
"Tunggu sebentar, gue ambil filenya dulu." Bayu berdiri menuju taman belakang mengambil file yang ia butuhkan di ruang kerjanya disana. Setelah kembali, ia memberikan beberapa kertas ke arah Davin dan kembali duduk. "Herjuno Syahriez. Dia diasingkan ke Irlandia kan?" Davin hanya menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Bayu tanpa mengalihkan pandangan dari kertas itu. "Setelah diasingkan ke Irlandia selama beberapa tahun dia menetap disana, di sekolahkan di sekolah yang lumayan bagus dan ditempatkan bersama saudara yang baik. Tapi sayang kelakuannya benar-benar membuat saudaranya kecewa kerena dia selalu membuat masalah disana."
Davin mendongak saat Bayu berhenti berbicara. "Gambar yang itu," telunjuk Bayu terarah ke kertas yang Davin pegang.
"Mereka saudara Juno yang dengan bahagia meneriman Juno untuk tinggal bersama. mereka hanya tahu kalau Juno pindah kesana karena perintah papanya bukan diasingkan karena percobaan pembuhuhan.
Setelah beberapa bulan tinggal disana Juno mulai buat ulah. Selalu berantem di sekolah, bemasalah dengan guru, dan dia juga jadi anak berandalan dan gambar yang itu," telunjuk Bayu beralih pada kertas yang berjejer diatas meja. "itu photo Juno waktu dia keluar dari penjara Irlandia karena kasus pencurian. Karena Juno selalu berurusan dengan polisi disana saudaranya sudah angkat tangan atas kelakuan Juno dan tidak perduli lagi karena dia juga nggak pernah pulang ke rumah."
Davin mengambil gambar yang ditunjuk Bayu tadi, "Dia pergi kenama ?"
Bayu menghela napas, "Gue nggak tau gimana caranya dia bisa sampai ke Thailand."
"Thailand?"
"Mulai dari sini Juno agak susah dilacak. Gue sempet kewalahan, tapi tenang bukan Bayu namanya kalau nggak bisa ngelacak orang. Dia disana tinggal sama seseorang yang dia kenal, selama disana Juno belum pernah membuat masalah sedikitpun, persis seperti warga asing yang dengan teladan mematuhi peraturan disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Valery
Teen FictionSiapa sih yang nggak kenal Valery? Cewek trouble yang terkenal di kalangan guru dan anak-anak di sekolahnya. Dan pada suatu hari, ia dipertemukan kembali oleh musuhnya sejak ia duduk dibangku sekolah dasar . Namanya Andrio. Si cowok super cool, p...
