0.14

2.6K 98 3
                                        

~apa boleh rasa ini berhenti berjuang? ~
Salwa nezifa
~
~
~
~
~

Hari ini papa Salwa pulang yang langsung di sambut Galen dan Salwa.

"papa...Salwa kangen"teriak Salwa sambil memeluk Argya.

"papa juga gimana kabar kamu? "tanya Argya.

"Salwa baik-baik aja pa"jawab Salwa sambil tersenyum.

"kamu Galen?"sambung Argya.

"Galen si sehat sejahtera pa "jawab Galen.

Lalu ketiga orang keluarga tersebut pun berbincang-bincang di ruang tengah.

"pa oleh-oleh buat Salwa ada? "tanya Salwa sambil melirik barang yang di bawa Argya.

"ada buat temen kamu Key sama Lea juga ada"balas Argya sambil mengeluarkan sesuatu.

"yang Salwa pesen gelang cauple ada?" tanya Salwa tak sabar.

"ada nih"jawab Argya sambil memberikan dua buah gelang cauple bewarna hitam dan yang satu berwarna coklat dengan hiasan gambar bulan di tengah kedua gelang tersebut.

Tapi untuk warna coklat tidak ada pasangan nya.

"Wah.... Bagus banget makasih pa"senang Salwa.

"Weh ada dua buat gw kan yang satu"ucap Galen sambil melirik gelang yang di pegang Salwa.

"Enak aja ini tuh buat kak Vi... "Salwa terdiam saat hampir saja ia akan menyebut nama Vino.

"kak siapa hayo? "tanya Galen dengan senyum menggodan Salwa.

"Gak kok buat Key maksud nya"bohong Salwa.

"bohong kalau Keyra di kasih pasti Lea juga lagian itu kan jam caupel kalian bertiga yang kamu minta sama papa"jelas Galen sambil meyipitkan matanya ke arah Salwa.

"udah ah abang kepo"ucap Salwa langsung berlalu dari hadapan Galen dan Argya untuk menuju kamar nya.

"adek kamu kenapa? "tanya Argya.

"ntah deh pusing Galen"ucap Galen sambil memegang kepalanya.

*******

Salwa sedang menulis sesuatu di dalam kamar nya sambil tersenyum penuh arti.

"semoga kakak suka"gumam Salwa sambil tersenyum dan memeluk kertas tersebut.

Keesokan harinya Genta kembali menjemput Salwa.

Tok... Tok... Tok...

Genta mengetuk pintu dan pintu pun terbuka memperlihatkan sosok Argya.

"Genta ya? "tanya Argya.

"iya om"jawab Genta lalu menyalami tangan Argya.

"ayo masuk, udah sarapan?"tanya Argya.

"udah kok om"jawab Genta sambil tersenyum.

"yaudah tunggu Salwa siap-siap ya"ucap Argya lalu pergi berlalu.

Genta duduk sambil memainkan handphone dengan balutan case warna hitam tersebut.

"Eh ada bro Genta,mau jemput adik gw ya? "tanya Galen yang baru datang

"iya lah masa gw mau jemput lo"jawab Genta sarkas.

"elah sensi amat gimana sukses pdkt nya? "tanya Galen.

"susah kali si Salwa tuh tertutup"jawab Genta.

"gaya lo biasa juga cewek langsung lengket sama lo"ejek Galen.

PRISMATIKA✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang