~jika takdir tak mempermainkan semua nya aku percaya kali ini bukan hanya mempertemukan tapi menyatukan~
Happy reading✨
So jangan lupa voment!
"jadi lo mau ngomong apa?"pertanyaan Vino seketika membuat tubuh Salwa kaku.
"Salwa cuma mau minta maaf sama kakak karna selama ini Salwa udah ganggu kakak tapi Salwa udah berhenti kok buat perjuangin kakak Salwa akan menjauh kalau Salwa ada salah sekali lagi Salwa minta maaf"jelas Salwa membuat Vino diam seribu bahasa sesungguh nya ia ingin memberitau Salwa yang sebenar nya bahwa ia juga menyukai Salwa.
"dan Salwa mau bilang kalau kak Vino jangan benci sama kak Nevan walaupun kak Nevan kakak angkat kak Vino kakak tau? Kalau umur kak Nevan itu gak panjang karna kak Nevan mengidap penyakit kanker darah stadium 4 dan Salwa harap di sisa hidup kak Nevan kak Vino ingin menganggap ia sebagai kakak kandung kak Vino"jelas Salwa membuat Vino kaget bahwa selama ini Salwa mengetahui ia dan Nevan saudara dan ia juga kaget bahwa Nevan mengidap penyakit yang begitu parah.
"gw akan lakuin permintaan lo buat jadiin Nevan kakak kandung gw di sisa umur nya dan sekarang apalagi? Lo boleh pergi urusan kita sudah selesai"ucapan Vino mampu membuat air mata Salwa turun saat itu juga.
"maafin gw salwa gw gk mau buat lo luka lebih dalam lagi makasih atas perjuangan lo ke gw"batin Vino
Salwa pergi dari rooftop dengan keadaan kacau air matanya terus mengalir ia tak menghiraukan siswa lain yang melihat nya aneh.
Saat ini yang ia rasakan hanya sakit, kesal, marah, dan kecewa.
Salwa menyeka air matanya karna dia tak ingin Keyra dan Lea melihat nya.
Salwa sampai di kelas nya dengan senyuman terpaksa.
"lo habis nangis ya? "tany to the point Keyra.
"nggak kok siapa juga yang nangis"saut Salwa menyangkal.
"bohong lo habis nangis kan?"sambung Lea.
"ini pasti ulah manusia datar itu iya kan? "tanya Keyra lagi.
"nggak tadi mata gw cuma kelilipan"ujar Salwa.
"udahlah Wa lo gk usah lindungin tu orang datar dia itu brengsek mulai sekarang lo harus benci dia"ucap Keyra dengan nada marah.
"gw selalu berusaha Key"balas Salwa menunduk.
"udah-udah nanti kita jalan-jalan aja sekalian beli novel"ajak Lea agar Salwa tidak sedih lagi.
"gw kayak nya gk bisa ikut deh"ucap Salwa.
"why? "tanya Keyra.
"gw ada acara keluarga"bohong Salwa karna ia malas untuk keluar rumah.
"yaudah deh lo mau nitip novel? "tanya Lea.
"boleh novel yang genre fiksi remaja yang terbaru terserah deh judul nya apa"saut Salwa membuat kedua sahabat nya mengangguk.
"makasih ya guys kalian selalu ada saat gw susah maupun senang gw beruntung banget punya sahabat tai kayak kalian"ujar Salwa lalu memeluk kedua sahabat nya.
"idih najis lo masa kita di katain tai"balas Keyra cemberut.
"iya nih gak bener deh lo"sambung Lea.
"emang kenyataan nya tapi kan intinya gw tetap zeyeng"ucap Salwa sambil terkekeh.
"dasar nyebelin"balas Keyra.
Lalu ketiga sahabat tersebut tertawa bersama-sama sambil bercanda.
Bel pulang sekolah sudah berlalu sejak 10 menit yang lalu tapi Salwa masih berada di halte.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRISMATIKA✔️
Novela JuvenilSalwa nezifa Argya gadis dengan kesederhanaan yang ia miliki menyukai seniornya semenjak sekolah menengah pertama tapi hanya berujung menjadi seorang secret admirer dan ia bertekad melanjutkan kisah nya pada masa putih abu-abu. Arvino Galang pradip...
