Gone

1.2K 206 42
                                        

Minju akhirnya tersadar, Minju tidak sadarkan diri. Bahkan kini dirinya telah diimpus oleh dokter. Khawatir dengan kondisi Minju, Kim pun membatalkan rencannya untuk pulang ke Korea.

"Yu-jin..." Panggil minju pelan.

"Sayang, kamu sadar" ucap Kim mencium kening Minju.

"Yu-jin..." Nama itu terus terucap oleh bibir pucat Minju.

"Sayang, kamu tenang dulu ya"

"Yu-jin..."

"Sayang, kamu baru aja sadar"

"A-ku mau yu-jin..." Kata Minju pelan.

Kim tidak membalas perkataan Minju, ia terus mengelus pelan kening Minju sambil menunggu dokter datang.

Jadi Minju masuk rumah sakit. Karena Ayah khawatir, jadi dibawa ke rumah sakit.






"Gue gak tega liat Minju" kata Joyuri dari luar jendela.

"Hhhh—gue juga" yena telah berhenti dari tangisnya, ia baru mengetahui teman terbaik nya akan pindah.

Bukan akan, tapi Yujin telah resmi pindah. Yena dan Joyuri menyusul untuk bertemu Yujin di bandara, tetapi mereka hanya bertemu dengan Lee—Om nya Yujin. Setelah itu, mereka langsung menjenguk Minju. Yena benar-benar merasa kehilangan Yujin. Bagi Yena, Yujin itu teman yang tidak pernah mendusta, ia selalu jujur dengan perkataannya.

Tatapan Minju terlihat sangat kosong, wajah yang begitu pucat pun masih setia menghiasi wajah cantiknya. Tidak sedikit pun makanan disamping nya disentuh olehnya. Pikiran nya masih saja tentang Yujin.

"Yujin pergi tanpa pamit" kata Minju pelan. Setetes air matanya jatuh, ia mengelap pelan air mata itu kasar.

Ia harus menerima kenyataan, bahwa Yujin benar-benar pindah ke New York.

"Tidak ada lagi yang meminta es krim"

"Tidak ada lagi tepuk tangan yang begitu semangat" masih ia tahan tangis nya.

"Tidak ada lagi jogetan aneh"

"Tidak akan ada lagi coklat keroppi untuk Minju" percuma, Minju tidak bisa menahan untuk tidak menangis.

"Tidak ada lagi lomba lari"

"Tidak—hhh. Tidak ada lagi yang merengek"

"Hhh—tidak ada lagi yang menunggu kehadiran Minju di depan pintu setiap hari nya"

"Tidak ada lagi Yujin yang selalu duduk disamping Minju, menunggu hingga Minju sembuh"

"Yujin—Minju gak bisa tanpa yujin. Minju ingin Yujin tetap disisi Minju. Minju—hhh" Minju menghapus air matanya kasar. "Minju akan beliin Yujin eskrim, mainan, dan apapun yang Yujin mau. Tolong kembali ke Minju..."







"Biarkan dia tenang dan terbiasa tanpa Yujin"

"Tapi Yah, Kim khawatir dengan kesehatan nya" Kim begitu khawatir.

"Yah, apa sebaiknya Husein hubungi Om Lee aja ya ? Ngasi tau keadaan Minju" saran Husein yang juga khawatir dengan keadaan adiknya itu.

"Jangan" tolak ayah. "Minju cuma butuh waktu. Begitu juga Yujin"



Dan hari ini, Minju sudah boleh pulang ke rumahnya, setelah dirawat dua hari di rumah sakit. Selama di perjalanan pulang, Minju hanya diam tidak berbicara. matanya terus menatap keluar, dengan tatapan kosong.

Minju melihat sekilas kearah rumah Yujin saat mobil yang di tumpanginya melewati rumah Yujin.

Dituntun oleh ibu untuk masuk ke kamarnya, Minju kembali beristirahat diatas kasurnya.

H.O.L.D (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang