Chapter 2: The Crazy Calm
Seungwoo
he looks so calm outside, but so crazy inside
Seungwoo menatap punggung polos Yohan dengan begitu intens, senyumnya merekah. Tangannya bergerak diatas kulit putih tanpa cacat milik Yohan. Membuat pemuda manis itu sedikit terusik dengan aksinya.
Namun, sayangnya belum mampu membuat Yohan terbangun dari tidurnya. Tangannya lalu bergerak, menyusuri perpotongan leher Yohan, menuju cuping telinga pemuda manis itu.
"Kau harus bangun." Bisik Seungwoo lirih di telinga Yohan.
Yohan mengerjabkan matanya, lalu membalikkan badannya menghadap kearah Seungwoo. Menatap laki-laki itu sekilas. Lalu kembali memejamkan matanya, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya hingga dagu.
"Aku masih mengantuk, biarkan aku tidur lagi."
Seungwoo terkekeh mendengar suara gumam kesal dari mulut Yohan, sangat menggemaskan, melihat Yohan yang terganggu tidurnya.
"Tapi, kau punya jadwal Yohan." Ucap Seungwoo lembut sambil mengusak rambut pemuda itu pelan, yang langsung menggeleng pelan sebagai jawabannya.
Seungwoo mencondongkan wajahnya, mendekati wajah damai milik Yohan. Menatapnya dengan begitu lekat, sebelum menghujani kecupan ringan di kening, mata dan pipi pemuda itu. Namun, bibirnya lebih dulu menyentuh tangan Yohan saat hendak mengecup bibir merah milik Yohan.
Yohan membuka matanya, melepaskan jarinya yang menyentuh bibir Seungwoo "Kenapa?" tanya Seungwoo mengerutkan dahinya, bingung melihat reaksi penolakan .
Pemuda itu menggeleng. "Baiklah."
Seungwoo mencoba untuk memahami penolakan Yohan, ia tidak ingin membuat Yohan merasa tidak nyaman dengan mengabaikan penolakan itu. Ia menarik tangan Yohan. Lalu mengecup lama punggung tangan milik Yohan.
"Menikah denganku Yohan." Ucap Seungwoo, lalu menggigit pelan jari-jari tangan Yohan. Lihat seberapa candunya dirinya pada setiap jengkal tubuh Yohan.
Tidak bisa dipercaya. Namun senyumnya meluntur saat Yohan kembali menggeleng. Bukan untuk pertama kalinya juga, tapi hal itu masih membuatnya kecewa.
Lagi-lagi Yohan menolak ajakannya untuk menikah.
"Apa kau masih ragu denganku?"
"Tidak, bukan begitu. Aku tahu kau menyukaiku. Aku tahu kau akan memperlakukanku dengan baik. Tapi menikah, aku tidak berpikir untuk itu hyung." Jelas pemuda itu dengan suara pelan.
Tangan Yohan bergerak mengusap lembut rahang tajam Seungwoo. Melemparkan senyum terbaiknya pada laki-laki itu. "Maaf Hyung. Tolong jangan membahasnya lagi."
Seungwoo menghela nafasnya. "Biarkan aku menciummu kalau begitu Yohan. Satu kali, untuk hari ini." Ucap laki-laki itu memohon, membuat Yohan akhirnya menarik wajah Seungwoo. Dan menyatukan bibir mereka.
Hanya kecupan ringan, karena Yohan tidak membiarkan Seungwoo memberikan lumatan dibibir bawahnya. Melepaskannya sepihak.
"Aku harus mandi jika kau lupa." Ucap Yohan lalu menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya, dan beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. Meninggalkan Seungwoo yang masih melemparkan tatapan kecewanya.
*****
"Kau seperti mayat hidup Yohan." Ucap Wooseok yang baru saja masuk dengan sebuah paper bag coklat ditangannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED The Series (END)
FanfictionWARNING !! ⚠️ 19+ Minor? Please don't read, I don't take responsibility