Chapter 2: Confusing Friend
Hangyul
Let me guess, you must have a friend who likes to confuse your heart, right?
Hangyul membuka matanya perlahan, karena sinar matahari yang masuk dan mengusik tidurnya. Ia mengernyit heran begitu menyadari Yohan sudah tidak ada disampingnya.
"Kau harus bangun sekarang." Ucap Yohan yang berjalan keluar dari kamar mandi dengan bathrope putih dan rambut yang sedikit basah.
Pemuda manis itu lalu duduk didepan cermin. Mengoleskan krim pada mukanya yang putih mulus bak porselen. Sedangkan Hangyul hanya menatap Yohan, di atas ranjang empuknya sambil tersenyum.
"Ini masih pagi dan kau sudah secantik itu."
Yohan memutar bola matanya jengah mendengar ocehan Hangyul. "Aku laki-laki jika kau lupa, jangan menggombal padaku. Karena itu tidak mempan."
Hangyul terkekeh, ia menyibakkan selimutnya. Lalu berjalan kearah Yohan dengan keadaan bertelanjang dada. "Biar aku bantu." Ucap Hangyul, mengambil alih handuk kecil yang tadi dipegang Yohan untuk mengeringkan rambutnya.
Pemuda itu, hanya membiarkan Hangyul melakukannya. Menatap laki-laki itu lewat pantulan cermin. "Kenapa kau tidak pulang?"
"Karena aku rindu denganmu."
"Bagaimana dengan Sihoon?"
Yohan bisa mendengar Hangyul menghela nafasnya panjang. Sebelum menyalakan hair dryer untuk membantu pekerjaannya dengan lebih mudah.
"Kenapa harus membicarakan orang lain, saat hanya ada aku dengan mu?"
"Kenapa tidak membicarakan tentang kita?"
Kini, giliran Yohan yang menghela nafas.mendengar ucapan Hangyul. Si keras kepala yang satu ini benar-benar tidak bisa diajak bicara baik-baik.
"Tidak ada yang namanya kita diantara aku dan kau." Ucap Yohan datar.
Mereka kembali diam, Yohan masih setia menatap wajah Hangyul dari patulan cermin yang terlihat begitu fokus mengeringkan rambutnya.
"Jah.. sudah selesai." Gumamnya, begitu selesai mengeringkan rambut Yohan. Tangannya bergerak mengusak pelan puncak kepala Yohan. Lalu memberinya kecupan singkat disana.
"Aku akan mengantarmu ke lokasi pemotretan."
Yohan hanya mengangguk, Hangyul menarik ujung bibirnya, lalu menarik Yohan untuk berbalik menatap kearahnya. Dan mensejajarkan posisinya dengan pemuda manis itu.
Tangannya menangkup wajah Yohan. "Kau tidak perlu khawatir dengan orang lain, Yohan. Hanya fokus saja denganku."
Yohan menatap Hangyul tidak suka, bagaimana bisa ia tidak mengkhawatirkan Sihoon. Itu namanya dia benar benar gila, Sihoon ini temannya. Dan si tuan tidak tahu diri didepannya ini, berkata kalau ia menyukai Yohan. Dengan status masih berpacaran dengan temannya.
"Kau gila, Hangyul."
Hangyul mengangguk, membenarkan. "Iya, aku gila padamu."
Kalimat itu hanya bisa membuat Yohan menghela nafasnya, ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran laki-laki itu.
*****
"Aku mencium bau tidak enak, dari auramu."
Yohan hanya menatap Wooseok malas. sahabatnya yang satu ini, sangat pintar membaca suasana hati yang sedang Yohan rasakan.

KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED The Series (END)
FanfictionWARNING !! ⚠️ 19+ Minor? Please don't read, I don't take responsibility