16': Escape The Night

1.1K 217 118
                                    

Chapter 12:

Escape The Night

All choices are easy, but only human beings who find it difficult. Sometimes the simple one we make is complicated and painful.

Seungyoun berdiri didepan Yohan, membiarkan pemuda manis itu memeluk pinggangnya. Dan membiarkan Yohan menenggelamkan wajahnya, ke perut miliknya.

Ia bahkan bisa merasakan bajunya basah, karena sedari tadi Yohan sudah terisak didalam pelukannya. Tangannya lagi lagi mengusak pelan puncak kepala Yohan, mencoba menenangkan.

"Sampai kapan kau mau menangis?"

"Aku tidak suka melihatmu, mengeluarkan airmata untuk hal-hal yang tidak penting seperti itu Yohan."

Seungyoun menjauhkan tangannya, begitu merasakan pelukan Yohan melonggar. Pemuda manis itu mendongak, dengan mata merah dan sisa airmata yang masih dipipi. Yang sangat dengan jelas, Seungyoun benci.

Ia berlutut dihdapan Yohan, mensejajarkan tubuhnya dengan pemuda itu lalu mengusap pipi Yohan. Menyeka sisa airmata yang menganggu penampilan wajah Yohan yang manis.

"Berhenti menangis, untuk itu. Dan tersenyum untukku." Ucapnya lalu mengecup kening Yohan lama, membuat pemuda manis itu memejamkan matanya sejenak.

"Hyung."

"Hm?" gumamnya, sambil merapihkan rambut Yohan yang menutupi pandangan matanya.

"Aku harus mengakhiri ini."

Seungyoun menyerngit, menatap bingung kearah Yohan. "Kita tidak bisa seperti ini."

"Apa maksudmu?"

Yohan menunjuk tangan kirinya, "Aku harus berbuat sesuatu untuk ini." Ucap Yohan lalu berdiri, tangannya bergerak cepat mengambil ponsel hitam di nakas. Dan berniat pergi.

Namun, Seungyoun lebih dulu menahanya. Meminta penjelasan dengan menatap pemuda manis itu dengan tatapan lekatnya.

"Biarkan aku pergi."

Seungyoun, "Tidak. Kau tidak akan kemanapun."

"Sudah kubilang, aku tidak akan melepaskanmu. Dan sekarang aku sudah tidak bisa mengijinkanmu menemui orang lain selain aku."

Tatapan lekat Seungyoun menjadi semakin dalam. Yohan hampir terhanyut, namun Yohan harus pergi sekarang. "Beri aku waktu hyung. Kau sama juga membingungkannya."

"Dan saat ini aku butuh sendiri."

Bukan melepas genggaman tangannya, Seungyoun justru menarik Yohan ke pelukannya. Menyandarkan kepalanya ke bahu Yohan.

"Kumohon jangan kemanapun. Aku tidak akan membingungkan perasaanmu lagi, jika kau mau. Kita bisa menikah besok. Atau malam ini."

"Jangan gila hyung." Ucap Yohan sebelum, melepas pelukan Seungyoun.

"Maaf, aku benar-benar harus pergi."

Kali ini, Seungyoun tidak bisa mencegah Yohan lagi. Ia mengalah, dengan memberikan waktu pada pemuda manis itu.

*****

"Yohan, mau kemana?"

Yohan tidak menjawabnya, ia tidak peduli dengan orang yang sedang mengejarnya itu. Yang terus menerus memanggil namanya dengan lantang.

Sampai telinganya mulai jengah dan membalikkan badannya

"Apa Hangyul?"

"Mau kemana? Kita harus bicara."

TRAPPED The Series (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang