Chapter 7:
Confusing Choice with Prejudice
sometimes the more choices in our lives, the more we hesitate to choose. even if we actually know what we want
Kehadiran Yohan dan Hangyul membuat mereka menjadi pusat perhatian, tidak terkecuali untuk Seungyoun dan Seungwoo yang sudah melempar tatapan nyalangnya kearah Hangyul.
Belum lagi, tangan kekar itu. Melingkar posesif dipinggang ramping Yohan. Seolah menyatakan kepemilikan pemuda manis itu.
Bukan apa, Yohan sudah menolak puluhan kali dengan kata tidak. Tapi laki-laki disampingnya ini tidak menyerah. Dan bersikukuh mengantarnya sampai ke Jeju hanya untuk pemotretan.
"Kau baru saja membuat perang dingin diantara mereka." ucap Wooseok sedikit berbisik ketika Yohan berjalan disampingnya.
Yohan hanya menghela napasnya, lalu melepas tangan Hangyul di pinggangnya dan melenggang pergi diikuti oleh Wooseok.
Sedangkan Hangyul memilih duduk di antara Seungwoo dan Seungyoun tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Aku tidak tahu kalau kau tidak punya kerjaan hingga harus mengantar Yohan sampai kesini." Celetuk Seungyoun sinis.
"Kau juga, Apa kau tidak punya model lain utnuk difoto selain Yohan?" tanya Seungwoo tidak kalah sengit.
Hangyul terkekeh remeh, "Tidak sadar dirinya,juga selalu menempel pada Yohan berdalih partner."
"Diam kau." Ucap Seungwoo berisik.
"Kau juga, sialan." Ucap Seungyoun lalu memilih untuk berdiri dan meninggalkan keduanya.
*****
"Luar biasa, Kim Yohan."
Yohan mendengus kesal, menatap Wooseok jengah. "Apalagi?"
"Kau mempersatukan mereka atau bagaimana? Koleksimu bagus juga." Ucap Wooseok laluterkekeh, mengingat wajah kesal yang ditunjukkan ketiga idiot penganggum Yohan saat bertemu itu.
"Sialan."
Umpatan Yohan justru membuat Wooseok semakin tergelak tawa. "Tapi, Yohan. Kau harus memilih diantara mereka. masih ingatkan? Tidak mungkin kau memilih ketiganya."
Yohan mengangguk, "Tentu saja, mereka itu merepotkan."
"Lalu siapa?"
Pemuda manis itu menggendikkan bahunya, ia belum tahu. Atau ia tahu, tapi begitu ragu dengan pilihannya sendiri.
"Hyung, menurutmu apa pilihanku akan jadi pilihan terbaikku?"
Wooseok menyerngit, menatap Yohan yang tiba-tiba berubah sendu. Pemuda cantik itu mendekat, lalu menepuk bahu Yohan.
Ia tersenyum, "Yohan, jika itu dari hatimu maka itu akan jadi baik untukmu. Orang lain mungkin akan berkata lain tapi kau tahu pilihanmu sendiri."
"Benarkah?"
Wooseok mengangguk, "Eum."
"Terima kasih Hyung." Ucap Yohan dengan nada mendayu yang lucu.
"Atau kau mau jadi uke ku saja?" tanya Wooseok, yang langsung dibalas dengan pukulan kecil dilengannya.
"Sadarkan dirimu, hyung. Kau sudah punya Jinhyuk hyung."
Wooseok kembali terkekeh, "Kalau begitu bagaimana dengan selingkuhan? Jinhyuk selalu sibuk mengurus artisnya yang rewel tahu. Tidak sepertiku yang punya model seperti Kim Yohan." Jelasnya lalu kembali terkekeh, begitupun Yohan yang juga teribur dengan candaan Wooseok.

KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED The Series (END)
FanfictionWARNING !! ⚠️ 19+ Minor? Please don't read, I don't take responsibility