Chapter 6:
This Complicated Story has just begun
Have you ever played a game, and you thought you were at the last level but apparently this is just the beginning
Sesekali Wooseok melirik kearah Yohan yang masih berkutat dengan pikirannya sendiri. Setelah menerima panggilan dari pemuda manis itu. Wooseok sampai di apartemen Yohan dan berakhir terkejut dengan adanya tiga orang idiot gila yang selalu mengekori sahabatnya itu.
"Bagaimana bisa mereka semua di apartemenmu?"
Yohan menoleh, menatap malas kearah Wooseok. Ia tidak ingin membicarakan ini sebenarnya. Tapi ia sangat tahu jika Wooseok sudah bertanya maka pemuda cantik itu harus mendapat jawabannya.
"Tidak tahu."
"Bagaimana bisa tidak tahu?" tanya Wooseok memekik.
Yohan menghela napasnya. " Mereka datang berurutan, seperti sudah direncanakan. Sial." Ucap Yohan diakhiri dengan umpatan dibelakangnya.
Wooseok berdecak, "Kalau begitu. Sudah saatnya kau memilih. Aku tahu kau paham situasinya kan? Jadi tunggu apa?"
Benar.
Yohan harus segera memutuskan pilihannya. Ini sudah terlalu rumit. Hey, tapi tunggu bukankah kemarin dia sudah menyetujui ajakan Seungwoo untuk menikah. Apalagi.
Tapi, sungguh demi Tuhan. Sebenarnya Yohan masih ragu.
"Jika kau memilih Seungwoo aku akan mendukungmu seratus persen."
Yohan menatap jengah kearah Wooseok. Selalu saja, sahabatnya ini selalu pro dengan Seungwoo. "Jadi kau pilih siapa?"
"Tidak tahu."
Wooseok menghela napasnya. "Hey, jangan tidak tahu. Biar aku tebak? Kau tidak mungkin memilih Hangyul. Kau tidak akan melakukannya. Iyakan?"
"Dengan Seungwoo, kau masih ragu. Iyakan?"
Wooseok mendengus, "Jangan bilang kau akan tetap menunggu si brengsek Cho Seungyoun untuk menyatakan cintanya padamu."
Yohan menggendikkan bahunya, membuat Wooseok kembali mendengus kesal. "Sial, Kim Yohan. Kau harus disadarkan."
Pemuda manis itu justru terkekeh, mendengar nada kesal Wooseok. "Sepertinya aku mau cari yang baru saja."
"Yak!" pekik Yohan , begitu Wooseok memukul kepalanya setelah menyelesaikan kalimatnya itu.
"Jangan coba-coba. Selesaikan urusanmu dengan tiga idiot itu dulu. Aku sudah repot."
"Iya, iya." Ucap Yohan malas.
"Tapi Yohan, jika Seungyoun yang kau cintai. Jangan menyerah begitu mudah."
Yohan menghela napasnya, lalu kembali menggendikkan bahunya. "Sudahlah, aku tidak mau membahasnya lagi. Ini masih pagi."
Wooseok mendengus, "Baiklah. Terserah padamu. Aku pergi dulu." Pamitnya, yang langsung diangguki Yohan.
*****
Yohan membalikkan badannya begitu merasakan tepukan dibahunya. Menatap orang didepannya dengan tatapan bertanya.
"Kau Kim Yohan kan?"
Pemuda manis itu mengangguk, namun tidak menghilangkan raut kebingungannya.
"Ah, Maaf. Mengejutkanmu. Aku Choi Byungchan. Bisa kita bicara?"

KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED The Series (END)
FanfictionWARNING !! ⚠️ 19+ Minor? Please don't read, I don't take responsibility