"Dor!"
Lisa tersentak kemudian menatap jengkel pemuda disampingnya.
"Ngelamunin apa hayo.. ngelamunin aa' Bambam ya?"
Lisa mendengus. " lo bisa gak sih gak usah bikin gue emosi, hari ini gue gak mood kelai sama lo," tukasnya.
Pemuda itu, Dokyeom hanya meringis. Ia meletakkan setumpuk buku di meja Lisa.
" kalo gue gak disuruh pak Minho gue juga kagak nyamperin lo, Lis"
"Buat apaan nih?"
Dokyeom berdecak." Lo kan jarang ngumpul pr Fisika, monyeeett makanya nih kerjain terus kumpul ke pak Minho"
"Nilai lu kosong, baru tau lo, mampusin aja mah"
Shit
Lisa baru ingat.
Lisa tersenyum. Lebih tepatnya cengengesan. Dokyeom memasang wajah curiga.
"Hehe liat punya lu dong kyeom, lu kan baik, ganteng lagi"
"Idihh kerjain sendiri sono haha" ujar Dokyeom sambil tertawa dan berlalu pergi.
"Kenapa Sa?" Tanya Bambam seraya mendudukkan dirinya di kursi sebelah Lisa.
Lisa menunjuk buku-bukunya dengan dagu.
"Ooh, itu"
"Kenapa gak minta tolong Mona aja? Mona kan pinter"
