15.Kembali kekandang

7.3K 393 15
                                        

DISCLAIMER:MILIK SENSEI MASHASHI KISHIMOTO

WARNING:PENUH ADEGAN 18+

****************

Setelah meminum susu khusus ibu hamil Sakura segera beranjak untuk tidur.Kakek-neneknya sudah berangkat tidur sejak sejam yang lalu ya walaupun Sakura yakin jika kakek dan neneknya itu tidaklah tidur karena ia mendengar suara 'mengerikan'dari kamar mereka.

Sakura menyelimuti dirinya lalu mengusap lembut perutnya.

  "Sedang apa didalam sana sayang?" Tanya Sakura pada anaknya."Bisakah kau bermimpi?"

Sakura tersenyum.Ia benar-benar tak sabar untuk melihat anaknya nanti.Walaupun Tsunade sudah menghimbau kalau Sakura dan kandungannya sedikit lemah karena usia Sakura belum mencukupi untuk kehamilan yang ideal.

Tok tok tok

Sakura tersentak.Ia terdiam dan jantungnya berpacu dengan cepat ketika ketukan dijendela kamarnya terdengar.Dengan rasa takut Sakura berjalan ketempat jendela berada dan ketika membuka tirainya Sakura terkejut karena mendapati seorang pria berambut putih aka Kimimaro berada didepan jendelanya dengan wajah datar.

Sakura hampir berteriak jika saja seseorang dibelakangnya tak menutup mulutnya dan mengancamnya dengan pisau yang tepat ada didepan perutnya.

  "Turuti kata-kataku.Maka kau akan hidup untuk beberapa jam berikutnya." Ucap pria itu-Jugo.

Sakura mengangguk.Ia tahu bahwa kedua orang ini adalah suruhan Sasuke karena Sakura pernah melihatnya ketika kejadian waktu itu yang bersama Naruto.

************

Kini Sakura sudah ada didalam mobil milik anak buah Sasuke.Setelah ia berhasil diculik dengan seribu ancaman.

Mata Sakura ditutup dengan sebuah kain hitam sedangkan mulutnya dilakban pun kaki dan tangannya diikat menggunakan tali kabel.

Isakan terdengar jelas darinya ia benar-benar takut.Bayang-bayang akan kebahagiaan tinggal bersama kakek-neneknya melintas dan terputar bagai kaset rusak.

Sakura tak tahu takdir apa yang telah direncanakan kami-sama padanya tapi ia yakin takdir itu tidaklah terlalu baik.

Sakura terus diseret hingga memasuki sebuah gudang penuh debu.Ditengah-tengah gudang tersebut Sasuke Uchiha duduk disebuah kursi kayu.Cahaya yang temaram hanya berasal dari satu lampu yany terletak dua meter dari lantai.

Sakura dilempar begitu saja hingga tanpa sengaja kepalanya menabrak kursi tempat duduk Sasuke.

  "Keluarlah!" Perintah Sasuke pada Jugo dan Kimimaro.

Sakura menegang ditempatnya setelah lama tak mendengar suara pria iblis itu kali ini ia mendengar dengan nada yang berbeda.Penuh dengan kemarahan.

Suara blam terdengar kemudian tak sampai sedetik sebuah tamparan mendarat dipipi Sakura.

  "Anjing yang sudah menjadi milikku tak akan pernah bisa pergi lama!" Bentak Sasuke menjambak rambut Sakura.

Sakura berusaha untuk tak terisak namun gagal ketika Sasuke menendang punggungnya dengan kuat.Setelah Sasuke menendangnya Sakura merasakan wajahnya diremas dengan kasar lalu lakban yang ada dimulutnya ditarik begitu saja.

Tangan Sasuke terulur.Ia kembali meremas bibir Sakura setelah itu menampar gadis itu lima kali.

  "Jalang cilik tak boleh nakal." Ucap Sasuke dengan nada merendahkan.Pria itu mengambil cambuk yang memiliki mata pisau diujungnya.

Melayangkan cambuk itu kelantai lalu mencambukannya ketubuh Sakura.

   "Aku....mo..hon berhenti." Ucap Sakura dengan derai air mata dan penuh isakan."Sa....suke-sama."

Sasuke tertawa.Sungguh ini adalah hiburan paling membahagiakan didalam hidupnya selama ini.Sekilas bayangan penderitaan ibunya dan kekejaman ayahnya melintas diotaknya.Ia semakin kalap.

Membanting cambuknya Sasuke menendang kepala Sakura lalu menginjaknya.

Nafas Sakura tersengal-sengal.Ia merasa malaikat maut telah hadir didepannya.

Satu persatu keluarganya hadir di pikirannya.Mebuki,Kizashi,Jiraiya dan Tsunade lalu bayangan Naruto,Hinata,Ino dan teman-temannya diklub silih berganti.

Impiannya untuk melihat langit biru penuh dengan gumpalan awan putih seakan pupus.

  "AKH!" Sakura mengerang ketika Sasuke memasukinya tanpa pemanasan.

Bergerak dengan kecepatan brutal dengan kedua tangannya yang aktif dipayudara kecil Sakura.

Mulutnya dipenuhi oleh saliva dari Sasuke.Bibirnya berdarah setelah digigit dengan kuat.Leher Sakura kini dipenuhi bercak merah hasil dari cumbuan Sasuke.

Lelah dan letih itulah yang Sakura rasakan.Dua jam setelah Sasuke puas dengan tubuhnya pria itu menginjak kaki Sakura tepat dipergelangannya.

Rasa sakit akibat retaknya tulang yang pernah terjadi dulu kini kembali dirasakan perempuan malang itu.Sasuke berlalu pergi setelah sebelumnya mengucapkan sesuatu yang membuat Sakura menangis ketakutan.

  "Anjing tetaplah anjing.Jalang tetaplah jalang dan kau memiliki darah dari dua makhluk laknat itu yang mengalir ditubuhmu.Kau harus membayar kesalahan keluargamu dan besok kau akan melihat kematian Jiraiya dan Tsunade tepat didepan matamu." Ucap Sasuke penuh penekanan.

   "Kalian boleh menikmatinya!" Tambah Sasuke pada Kinkaku dan Ginkaku yang sudah berdiri didepan pintu gudang.Lalu pergi begitu saja.

Nafas Sakura seakan berhenti.Ucapan Sasuke tadi membuatnya sangat takut.Tangannya saling meremas mencoba untuk mengurangi rasa takutnya.Penutup mata hitam itu masih melekat dimatnya.

Kinkaku berlutut dibelakang Sakura setelah menanggalkan pakaiannya.Pria besar itu tersenyum pada saudaranya-Ginkaku.

Malam ini sepertinya mereka akan berpesta.

************

Mata perempuan itu terlihat sangat sembab.Dengan wajah dan tubuh yang memar.Kinkaku dan Ginkamu telah pergi sejak setengah jam yang lalu.

Sakura tidak lagi bisa bergerak.Tubuhnya sangat sakit terutama didaerah vitalnya.Ia hanya bisa memandang dinding gudang berdebu itu karena  posisi tubuhnya miring.Air matanya sudah berhenti begitupula isakannya.

Ia sangat mengantuk dan lelah.Fisik dan mentalnya tertekan.Ketika matanya hampir terpejam ia melihat pintu gudang dibuka.Sakura menegang ditempatnya.

Ia terlalu takut bertemu dengan Sasuke.Berusaha sekuat tenaga Sakura coba memundurkan tubuhnya namun percuma karena nyatanya ia tak bergerak lebih dari satu senti.

Sasuke berjongkok dihadapan Sakura.Memandang wanita kecil yang tengah mengandung benihnya.Dirinya menyeringai bagai psycopath.

Tangan kirinya terulur mengusap lengan atas Sakura membuat gadis itu panik dan menahan nafasnya.

  "Kau akan kembali kekandangmu." Ucap Sasuke."Bukankah anjing liar harus berada dikandangnya?"

Hati Sakura mencelos.Sebegitu rendahnya kah dirinya?.Ia juga makhluk hidup lalu kenapa Kami-sama menggariskan takdir sekejam ini.

   "Hn.Aku hampir lupa Jiraiya dan Tsunade tidak bisa datang kesini.Karena mereka sudah menyusul keempat orang itu."

Kepala Sakura rasanya mau pecah.Kenapa?

Kenapa harus dirinya?

Sasuke memanggil Jugo untuk membawa Sakura kembali kerumahnya.Setelah diselimuti dengan kain berwarna donker perempuan itu diangkat ala bridal style.

Tak ada perlawanan.Sakura terlalu lelah.

  'Kenapa takdirku sekejam ini Kami-sama.' Batin Sakura.

  "Haha.Saki rindu." Gumam Sakura teredam didada bidang Jugo.

               
               ----------------TBC----------------

NOTE:HAHA ITU KAYANYA BAHASA JEPANG DARI IBU.

KEEMPAT ORANG ITU (MEBUKI KIZASHI FUGAKU DAN TSUME)

KARENA UDAH LAMA NGGA UPDATE AKU KASIH DOUBLE DEH😚😚



STRONG MOM✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang