23.Memaafkan?

8.5K 435 27
                                        

DISCLAIMER:MILIK SENSEI MASHASHI KISHIMOTO

*****************

Satu bulan.Ya kini satu bulan telah berlalu setelah acara minta maaf 'balon' itu dan semenjak kejadian itu Sakura dan Sarada sering mendapat berbagai barang dengan ucapan minta maaf.

Bahkan Sasuke sudah sepuluh kali menunggu Sakura didepan rumah Sakura hingga akhirnya Zabuza terpaksa mengancamnya dan akan melaporkan ia kepolisi jika masih menunggui Sakura.

Jika Sakura merasa terganggu dengan semua itu beda halnya dengan Sarada. Ia malah sangat senang dan berulang kali merengek pada Sakura agar memaafkan papanya itu.

Hmmm sejak kapan sih Sasuke jadi bucin seperti kaa-san dan nii-sannya.

*********

Sakura baru saja pulang dari cafe.Hari ini cukup melelahkan baginya.Apalagi tadi pagi saat ia sampai dicafe para pegawai lainnya memberikan buket bunga dan juga kartu ucapan minta maaf.

Sakura tahu itu dari siapa.Ia bukannya tak mau memaafkan tapi ia masih ragu.

Sasuke bisa melakukan apapun dan bisa dipastikan jika ia memaafkannya maka Sasuke pasti akan berada disekitarnya dengan alasan Sarada adalah anaknya-juga.

Sakura berlari untuk segera sampai dihalte bis padahal sebenarnya Zabuza telah menawari Sakura untuk pulang bersamanya tapi Sakura menolak dan cukup tahu diri untuk tidak memberikan harapan pada pria itu.

Sedikit lagi Sakura akan sampai dihalte tapi ia malah dihadang oleh dua orang yang sangat ia kenal.

Kinkaku dan Ginkaku.

Hampir saja Sakura berteriak namun dihentikan oleh Sasuke yang datang dengan mobilnya.Ia menarik Sakura masuk lalu memakaikan sabuk pengaman dan mobil pun melaju.Semuanya serba cepat bahkan Sakura sampai tak menyadarinya.

"Kuso Uchiha?" Bentak Sakura menggeplak kepala Sasuke.

"Au.Kau gila ha.Kau ingin kita mati ha!" Bentak Sasuke tak kalah keras.Sebenarnya ia tak ada maksud untuk membentak tapi ia tadi terkejut dan tak menyangka saja.

Sakura yang salah paham hanya bisa menutup matanya dan beringsut kepintu mobil.Air matanya keluar walau sudah ia tahan.Nyatanya memang benar walau sudah lima tahun lebih berlalu ia masih takut jika pria disebelahnya ini membentaknya.

"Sakura maafkan aku." Ucap Sasuke seraya mengulurkan tangannya untuk membelai kepala Sakura tapi langsung ditepis dan ia melihat Sakura menutup kedua telinganya.

Sasuke menghela nafas.Setelah itu kesunyian menemani mereka.

Sasuke dan Sakura tiba didepan rumah bergaya jepang modern.Dihalaman depan terdapat taman dan kolam ikan.Rumah itu dicat berwarna putih dan coklat dengan pintu geser bercorak kipas berwarna merah dan putih.

Sakura langsung ditarik oleh Sasuke untuk masuk dan langsung membawanya keruang tamu.

Disana sudah ada Mikoto,Itachi dan Izumi yang tengah menikmati teh dan alangkah terkejutnya Sakura ketika melihat putri kecilnya juga ada disana sedang memakan dango dengan wajah lucu.

Sakura menatap tajam Sasuke."Apa maksudmu Uchiha?"

"Duduklah!" Jawab Sasuke.

"Jadi kaukah yang bernama Sakura itu?" Tanya Mikoto seraya bangkit dan mendekati Sakura.

Sakura hanya menoleh sekilas lalu menatap Sarada yang sedang menatapnya dan melambaikan tangannya.Sakura tersenyum kecil.

"Jadi...kenalkan aku Mikoto Uchiha.Kaa-sannya Sasuke." Mikoto tersenyum dan megulurkan tangannya pada Sakura.

"Sakura Haruno." Jawab Sakura.Ia pikir Mikoto akan kaget atau malah membentaknya karena ia bermarga Haruno namun nyatanya tidak.Wanita itu malah tersenyum.Itu berarti Sasuke telah memberitahu tentangnya.

"Ayo duduk!" Tawar Mikoto namun ditolak Sakura.

"Tidak perlu nyonya.Saya akan membawa Sarada pergi." Sakura mengabaikan peringatan Sasuke yang memanggil dirinya.Ia langsung saja menggendong Sarada yang masih asik dengan dangonya.

"Mama.Kita mau kemana?" Tanya Sarada sambil mengelap mulutnya dengan tangan kirinya.

"Pulang sayang." Jawab Sakura.

"Cottomatte Sakura.Duduklah dulu." Cegah Mikoto seraya mendorong Sakura untuk duduk.

"Maaf Mikoto-sama.Saya tidak bisa." Sakura segera pergi dari rumah itu namun belum sampai ia diteras tangannya sudah dicekal oleh Sasuke."Apalagi?"

Sasuke tidak menjawab melainkan mengambil Sarada dari gendongan Sakura dan memberikannya pada Izumi."Sakura dengarkan aku dulu.Aku benar-benar telah menyesali semuanya.Aku minta maaf.Aku berjanji akan melakukan apapun yang kau mau asal kau memaafkanku."

"Cukup Uchiha! Aku tidak peduli dengan semua itu aku tidak peduli tapi yang jelas jauhi aku dan putriku. Itu saja!" Sakura kembali mengambil Sarada namun ia kembali dicegah.

"Aku mohon nak.Kau juga seorang ibukan.Pasti kau tahu rasanya jika melihat anakmu tersiksa.Aku sebagai ibu Sasuke meminta maaf atas segala yang telah ia lakukan." Pinta Mikoto seraya menangis.

Sakura menggeleng lalu menggenggam tangan Mikoto."Aku tahu Mikoto-sama tapi anda juga pasti tahu rasanya hidup sebagai seorang ibu yang diperlakukan seperti binatang ketika mengandung.Mungkin mudah bagi kalian mengatakan maaf dan tentu saja aku dangat mudah mengucapkan kata memaafkan tapi aku belum bisa lupa seperti apa.....hal yang telah anak anda lakukan.Saya masih belum menerima.Mungkin saya memaafkannya tapi tidak dengan melupakannya."

Mikoto mengangguk."Aku tahu sayang.Terima kasih."

"Maaf Mikoto-sama.Saya harus pergi." Ucap Sakura lalu mengambil Sarada dan pergi.

Sasuke yang merasa dirinya belum dimaafkan hampir saja menghentikan Sakura kalau saja ibunya tidak menahannya.Mata Sasuke menatap ibunya.

"Dia sudah memaafkanmu nak.Kini kau tinggal mencari cara untuk meyakinkannya agar ia mau bersamamu dalam sebuah pernikahan tanpa paksaan." Ucap Mikoto.

"Benar otouto.Pelan-pelan saja." Tambah Itachi yang tengah memeluk Izumi."Perempuan selalu seperti itu sulit melupakan kecuali kalau dia memang sudah mencintainya.Bukan begitu kaa-san?"

"Nani?.Kau menyindir kaa-san hm? Walaupun benar sih.Kaa-san belum bisa melupakan tentang perilaku ayah kalian pada kaa-san walau sudah kumaafkan tapi setidaknya kini kaa-san tahu dan akan menebus dosa kaa-san karena telah mengabaikan kalian." Jawab Mikoto kemudian menarik anak dan menantunya kepelukannya."Ne maafkan kaa-san ya."

Sasuke,Itachi dan Izumi mengangguk.Mereka mengerti dan tahu penderitaan Mikoto.

********

Sakura berbaring disamping Sarada yang sudah lelap.Air matanya mengalir tanpa dikomandoi.

Dikepalanya masih terngiang suara Mikoto dan juga tatapannya.

Jadi itu ibu Sasuke?

'Dia terlalu baik kami-sama.Lalu kenapa dia harus dilukai dulu.Apa ini karma orang tuaku karena telah menyakiti Mikoto-sama?.Lalu kenapa kau memilihku?' Batin Sakura.

Kepalanya benar-benar pusing tapi setidaknya kini hatinya yakin bahwa ia tak akan lagi diganggu oleh Sasuke karena ia sudah memaafkannya walaupun tak secara langsung.

Kelopak itu pun tertutup seiring lelahnya hati dan pikiran dan ia kembali berharap esok lebih baik daripada hari ini.

                 -------------TBC---------------

NOTE:SPESIAL DEH BUAT KALIAN
MAKASIH Y YG UDAH VOMENT CERITA INI😗😗😗

AHHH JADI MAKIN SAYANG😋😋

STRONG MOM✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang