DISCLAIMER:MILIK SENSEI MASHASHI KISHIMOTO
WARNING:HANYA UNTUK ORANG BERPIKIRAN JERNIH!
**********
Sakura merasa jantungnya berdetak sangat cepat dan seakan-akan ingin meledak.Saat ini ia sedang diikat disebuah kursi diruangan tadi.
Kedua mata emeraldnya ditutup sebuah kain.Perlahan namun pasti ia mendengar bisikan ditelinganya.
Itu suara Sasuke.Sakura merasakan benda dingin diwajahnya dan setelah itu rasa perih ia rasakan.
Gila ternyata orang itu juga psikopat.
Sakura kembali merasakan sayatan di bagian tubuh lainnya yaitu lengan kanan dan kirinya.
"Manis." Ucap Sasuke menjilat darah yang ada dipisau lipatnya."Kau tahu sudah lama aku tidak merasakan darah seorang gadis sepertimu."
Sakura menggeleng.Ia takut pikirannya kalut.Kedua tangannya yang diikat kebelakang mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
Sasuke mencium bibir Sakura dengan pelan.Memulai dari sudut bibir hingga ketengahnya ia melumat bibir atas dan bawah Sakura secara bergantian namun itu tak berlangsung lama karena ia menggigit bibir mungil itu dengan keras hingga berdarah.
"Aakkkhh!" Rintih Sakura sakit lalu merasakan sebuah tamparan keras hingga membuatnya dirinya jatuh bersamaan dengan kursinya.
Sasuke menyeringai.Ia lalu membenarkan kembali kursi Sakura dan tanpa aba-aba ia menusuk paha Sakura dengan pisau tadi.
Ok memang tak terlalu dalam tapi bagaimanapun Sakura merasa kesakitan.
Sakura memberontak ia mencoba untuk bergerak semampunya namun yang ia dapatkan adalah pukulan dikening kirinya dan kembali membuatnya terjatuh.
"Aa...hiks...ku...mohon..maaf." Pinta Sakura terisak.
"Maaf? Untuk apa?" Tanya Sasuke berjalan kesudut ruangan mengambil tongkat bisbol berwarna putih.
"Lepaskan aku!" Ucap Sakura lirih.
Sasuke menggeleng ia dengan cepat melepas tali Sakura lalu memborgol kedua kaki dan tangan gadis itu.
Sasuke menatap Sakura tajam.Tongkat bisbol yang ia bawa ia hantamkan tepat dikaki gadis itu.
"Aaaakkkhh!" Teriak Sakura.Gadis itu memberontak namun kedua kakinya terlanjur dipukuli dan ditahan oleh Sasuke.
Sakura kembali berteriak lebih kencang ketika ia merasakan kakinya hancur.Yang ada dipikirannya adalah kakinya pasti patah.
"Bel.....hen...ti..." Ucapnya lirih dengan nafas tersengal.
Sasuke tersenyum manis kelawat manis malah.
Ia menghentikan pukulannya dan kembali mengambil pisau yang tadi ia cabut dilantai.
Ia memposisikan Sakura terlentang lalu memotong obi putih itu dengan kasar.Yukata yang sudah longgar itu memudahkan Sasuke melihat tubuh Sakura yang polos.
Mata hitam itu berkilat ketika melihat payudara kecil Sakura namun Sasuke juga tersenyum tubuh gadis ini berbeda jauh dengan tubuh para jalang lainnya.
Jika para jalang itu memiliki dada besar dan tubuh montok beda dengan Sakura.Ia memiliki tubuh kurus dengan tulang rusuk yang menonjol dan buah dada yang kecil.
Tunggu umurnya kan baru 15.
Sasuke mengusap buah dada itu lalu menciumnya.
Mata emerald Sakura melotot tapi tertahan kain saat Sasuke mulai menghisap asetnya.Ia menggeleng lalu coba menggerakkan tubuhnya memberontak namun sia-sia ketika Sasuke menindih tubuhnya dan menamparnya lagi sebanyak tiga kali.
Kain merah penutup mata itu sudah basah oleh air matanya sendiri dan kini matanya terasa perih.
Sasuke kembali melanjutkan jamahannya ke bagian perut Sakura.Ia akui tubuh Sakura jauh berbeda dengan jalang yang pernah ia pakai tapi entah kenapa ia merasa lebih bergairah dengan tubuh gadis itu.
Sasuke membuka borgol dikaki Sakura lalu mengangkat kedua kaki itu keatas pundaknya dan tanpa babibu tatitu lagi ia menghujamkan miliknya yang menegang kedalam milik Sakura.
"Aahhh sempit sekali!"
Sakura merasakan sakit yang amat pada kewanitaannya ia ingin berteriak tapi tangan Sasuke memaksa mulutnya untuk tetap diam.
Sakura coba untuk mengatur napas.
Ia terisak.
Hilang sudah hal yang selama ini ia jaga.
Memang bukan sekali dua kali ia dilecehkan tetapi ia tak pernah sampai membiarkan orang itu menyentuh tubuhnya.
Sasuke yang bersemangat langsung menggenjot tubuh Sakura dengan cepat tak mempedulikan gadis dibawahnya yang kesakitan.Ia meremas gundukan didada gadis itu dengan tangan kirinya sedangkan tangan satunya lagi masih senantiasa dimulut gadis itu.
"Ah...ahh...sempit." Racau Sasuke." Kau tahu milikmu sama seperti milik ibumu.Dia jalang hebat.Membuang anaknya lalu menikah dengan ayahku.Tsume Sialan!"
Atensi Sakura beralih ke racauan Sasuke ketika pria itu menyebut Tsume.
"Ahh....anak dan ibu sama jalangnya."
Sakura langsung mencelos.Ia menggeleng.
Ia tidak sama.Tidak akan pernah sama.
Dan Sakura terus terlarut dalam tangisan dan kosongnya pikiran.
*************
Emerald itu terbuka menatap kesekeliling yang gelap gulita.Dibawah Sana terasa sangat sakit.Kedua tangannya diikat keatas menggunakan rantai.
Pergelangan kakinya terasa sakit dan hancur.Napasnya putus-putus seakan ia sedang sakaratul maut.
Sakura tahu bahwa tubuhnya tidak lagi menggunakan sehelai benangpun karena ia merasa dingin sebab angin malam yang masuk lewat celah ventilasi yang berjumlah lima dan memiliki besar 50×50 cm.
Sakura menatap dinding.Ia melamun.
Hingga sebuah pertanyaan muncul dikepalanya.
Kenapa pria iblis itu bisa tahu tentang ibu Mebuki dan Tsume yang katanya ibunya.Apakah Sasuke juga tahu tentang Kizashi? Itu berarti mungkin pria itu memiliki masalah dengan keluarganya.
----------TBC----------
NOTE:MAAF PASTI KALIAN NGGA DAPET FEELNYA KAN?.😔😔😔
KAMU SEDANG MEMBACA
STRONG MOM✔
FanfictionGimana sih perjuangan seorang ibu yang memiliki masa lalu kelam. Sakura Haruno seorang gadis berusia 16 tahun.Hidup tanpa ayah dan ibunya. Selalu dicaci maki dan dianggap anak haram. Suatu hari ia terlibat masalah dengan salah satu anggota geng Yaku...
