(2) MPLS pt. 2

67 11 12
                                        

Setelah selesai pembagian pembimbing MPLS, masing-masing kelompok memasuki ruang kelas yang sudah ditentukan.

Kelompok melati, yaitu kelompok nya Dara pun memasuki ruang kelas X IPA 2. Semua langsung memilih tempat duduk. bahkan ada yang berebut karena ingin duduk dibangku paling depan. Alasannya, karena ingin melihat Reza yang tengah berdiri didepan meja guru. Seistimewa itukah seorang Reza?

"Gue dimana?" Dara kebingungan memilih tempat duduk karena sudah ditempati oleh siswa lainnya. Hingga tersisa dibangku paling belakang sebelah kanan. Mau tak mau Dara pun duduk disana sendirian karena yang lain sudah duduk berdua dalam satu bangkunya.

"Udah bisa dimulai?" Ucap Aldo yang tengah berdiri didepan samping Reza.

"Bisa kak!" Sahut mereka serempak.

"Oke, kali ini kita perkenalan diri dulu. Kalian bisa tulis nama, identitas, hobi dan bakat kalian dikertas ini. Setelah itu silahkan kumpul dimeja guru atau ke kak Reza." Jelas Aldo panjang lebar sambil menunjukan lembaran kertas putih kosong.

Setelah mendapat selembar kertas, Dara langsung mengisinya. Mulai dari nama lengkap hingga hobi dan bakat yang ia miliki.

Reza dan Aldo berjalan mengitari bangku satu persatu untuk melihat apa yang mereka tulis. Dara tetap fokus menulis kata demi kata dikertas tersebut hingga tak sadar bahwa ada sepasang mata yang tengah memperhatikan apa yang ia tulis.

"Kamu suka gambar?"

Sontak Dara langsung menoleh dan terkejutnya ia ketika mendapati Reza tengah berdiri disampingnya sambil melihat kertas yang sudah terisi penuh olehnya.

"Eh i-iya kak," Malu? sangat. kenapa Dara tidak mengetahui jika Reza sedari tadi berdiri disampingnya?

"Oke." singkat reza yang tanpa permisi langsung duduk disamping dara sembari menyilangkan kedua tangannya diatas dada.

Deg!

"Eh kampret kenapa dia duduk disini sih? buat malu aja deh" Batin Dara sambil menetralkan detak jantungnya yang tak karuan.

Sontak, Dara mendapat tatapan tajam dari siswi lainnya karena duduk bersebelahan dengan Reza. Nampak wajah-wajah memelas mereka ketika melihat Reza duduk bersebelahan dengan Dara. Dara hanya bisa diam dan memainkan pulpen yang ia gunakan sembari mencoret-coret kertas kosong yang ada dimejanya selain kertas berisi indentitas dirinya.

"Ehm!" Aldo langsung berdehem seperti orang batuk ketika melihat Reza duduk disamping juniornya, siapa lagi kalau bukan Dara?

Reza hanya menaikan satu alisnya seperti sedang bertanya "kenapa" pada Aldo.

"Awas terbang yang duduk disebelah lo, ntar jadi gak fokus terus salah nulis kan kasian," Lanjutnya dengan sedikit kekehan garing. Sementara Reza hanya terkekeh pelan tanpa mengeluarkan suara.

"Apaan sih? lebay deh. seistimewa itu kah kak Reza?" Gumam Dara dengan wajah sedikit kesal karena risih dengan ucapan Aldo. Dan tanpa sadar, gumamannya itu terdengar oleh Reza yang masih duduk disebelahnya.

"Apa?"

Sontak Dara langsung mengutuk mulutnya karena kelepasan mengucapkan kalimat tersebut ketika masih ada orang yang terlibat dalam kalimat tersebut.

"Eh ng-nggak kak. Gapapa," Wajahnya yang memerah menahan malu itu pun tak bisa disembunyikan lagi. Siswa lain pun ada yang menertawakannya karena tingkahnya yang aneh. Mungkin bisa disebut terlalu jujur dalam menyatakan kebenaran?

Sementara itu, Reza hanya tersenyum sembari memainkan kertas yang ia temukan dibawah laci meja.

Dara melihat sekilas apa yang dibuat oleh reza. sebuah burung kertas terbentuk indah walaupun hanya terbuat dari selembar kertas.

Love in Silence[REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang