(15) Menyebalkan

27 6 2
                                        

Kini waktu telah menunjukan pukul 6 pagi. Alarm pun sudah berbunyi sedari tadi namun dara tak kunjung bangun. Sampai-sampai mamanya lah yang garus turun tangan membangunkannya.

"Dara..!! bangun, kamu sekolah kan hari ini?cepat bangun ini udah pagi loh. Belum sholat subuh juga kan?ayo, sayang buruan bangun.!" Seru mama sambil menepuk-nepuk lengan dara yang masih tertutup selimut.

"Eenggh.. Iya ma sebentar lagi." Ucap dara masih dengan mata yang terpejam.

"Ayo bangun sekarang!" Sentak mama membuat dara membuja matanya lebar.

Mama pun berjalan keluar pintu kamar untuk menyiapkan sarapan. Namun langkahnya terhenti ketika melihat topi hitam tergeletak dilantai.

"Topi siapa ini?" Dara mengerutkan dahinya.

"Sejak kapan kamu punya topi hitam?" Tanya mama sekali lagi. Dara langsung teringat karena apa topi itu bisa ada bersamanya.

"Sini, ma. I-ini topi temen, kemarin dara balik kehujanan terus dia minjemin dara topi buat nutupin kepala dara dari hujan." Ujar dara.

"Oh gitu. tapi itu kan topi cowok, kamu balik sama teman kamu cowok ya?" Tanya mama seakan mengintimidasi.

"eengg.. I-iya, sebenarnya kemarin dara pulang dari ekskul jalan kaki kerumah, tapi dijalan tiba-tiba hujan terus gak lama temen dara ini dateng terus langsung nawarin dara pulang bareng." jelas dara terang-terangan.

"Oh, yaudah gih. Nanti dibalikin, sekarang cepetan kamu mandi mama mau siapin sarapan." Dara mengangguk dan segera memasuki kamar mandi dan bersiap.

*******

Jam istirahat pun tiba, dara langsung berdiri dari tempat duduknya dan menarik pergelangan tangan sela dan juga menatap sela dengan tatapan seperti anak kecil.

"Apaan?" Sela mengerutkan dahinya melihat tingkah dara.

"Temenin gue, please.." ucap dara memohon.

"Ke?"

"Balikin topi." Sela lagi-lagi mengerutkan dahinya bingung.

"Topi kak reza." Sontak sela tersentak dan langsung menatap dara tak santai.

"Hah? serius?kok bisa di lo?!" Tanya sela dengan nada bicara yang cukup keras.

"Kecilin dong suara lo..!" Dara berteriak meski dengan nada yang dipelankan. Dara menghela nafas, "Cerita nya panjang."

"Gak gak, pokoknya lo harus cerita dulu baru gue mau temenin lo. Tau kan dibuat penasaran apalagi digantungin itu rasanya gak enak?" Ucap sela mendrama.

dara mendengus kesal, "iya-iya gue ceritain!" Mau tak mau dara pun menceritakan semua kejadian kemarin yang membuat topi reza ada padanya.

"Oh jadi gitu, okeoke.. kuy gue anterin." Ucap sela bersemangat sambil menarik dara keluar kelas. Dara hanya pasrah mengikuti langkah sela karena sudah cukup lelah untuk berdebat.

Sesampainya didepan kelas reza, kelas terlihat cukup sepi. Tidak ada seorang pun didalam kelas. Sela memperhatikan setiap sudut dalam ruangan untuk mencari keberadaan reza disana, namun tak ada siapa-siapa.

"Gak ada, ra. Pulang nya aja kalo gitu." Dara mengangguk, mereka pun berniat kembali kekelasnya. Namun baru saja berbalik Reza,Dhika, Aldo, dan juga Radit yang barusan dari kantin sudah berjalan menghampiri mereka, tidak, mereka berjalan menuju kelasnya namun sela dan dara ada didepan kelas mereka.

Love in Silence[REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang