*aku tak tau apa yang kurasakan saat didekatmu, mungkinkah hanya dengan melihatmu saja membuatku menyukaimu?*
Malam hari pun tiba, seperti biasa dara rebahan diatas kasur empuknya sambil mengotak atik benda gepeng berwarna hitam yang ia pegang.
"Kenapa gue masih kepikiran sama kejadian tadi ya?" Gumamnya.
"Apa gue kasih tau fanya ya tentang tadi?" Mulailah dara membuka pesan nya dengan fanya dan mulai mengetik kata demi kata.
~Chat~
Fanyaaaa!!
Fanyalia04
Kenapa?
Gue mau curhat..
Fanyalia04
Curhat apaan?
Tadi gue ketemu kak reza, dan lo tau gak?
Fanyalia04
Nggak, kan lo belum ngomong
Fanya gue serius. Jadi tuh ya...
Dara menceritakan semuanya pada fanya. Mulai dari ia mengenal reza, kejadian didepan ruang musik, sampai kejadian saat ia dan reza saling menatap saat ingin masuk kelasnya.
Fanyalia04
Jadi gitu, jangan-jangan lo suka ya sama kak reza?
Gak lah. Gila lo
Fanyalia04
Sans kali. Mungkin belum saatnya aja lo suka dia, tapi gue yakin suatu saat nanti lo akan suka sama dia
Sesaat dara terdiam dan mencerna kalimat yang dituliskan fanya.
Iyain. Lagian gue gak suka
Fanyalia04
Gue doain semoga lo suka sama dia dan gak bisa lupain dia sampai kapanpun
Bodo amat fan bodo!!
Dara langsung mengakhiri chat mereka secara sepihak dan langsung mematikan ponselnya.
"Tapi bener juga sih kata fanya. Setiap gue ngeliat dia kenapa gue selalu deg-degan gak jelas?" Gumamnya entah bicara pada siapa.
Sejenak dara terdiam dan seketika mengacak rambutnya sampai kusut tak berbentuk. Sudah sekitar 1 jam ia berguling sana sini tak tentu arah, Sampai akhirnya ia memilih tidur dan berdoa semoga ia tidak mendapat mimpi buruk karena fanya.
***********
Setibanya disekolah, dara hanya diam dikelas dan menelungkupkan kepalanya diatas meja sambil bersandar pada tasnya yang ia letakan diatas sebelahnya.
Suasana sekolah masih sepi karena ia berangkat lebih awal hingga masih sepi dan hanya ada beberapa siswa yang sudah datang. Tak lama dari itu, sela dan tania pun datang.
"Kenapa lo?pagi-pagi udah gak semangat hidup aja." Tanya sela sambil meletakkan tasnya disebelah bangku dara.
"I'm oke." Singkat dara dengan suara lesu dan tak bersemangat.
"Kayanya gue tau nih gara-gara apa." Tebak tania sambil membalikan bangkunya yang ada didepan bangku dara dan sela untuk menghadap pada mereka berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in Silence[REVISI]
Teen Fiction_Walaupun kau memilihnya, hati ini tetap untukmu. Mencinta dalam diam adalah caraku mengagumimu_ menurut kalian, apa yang paling melelahkan? Mencintai dalam diam atau mengejarnya secara terus terang? Bagi Dara keduanya tidak ada bedanya, Sama-sama m...
![Love in Silence[REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/200405542-64-k587675.jpg)