(14) Do Not Expect

29 6 2
                                        

Seminggu telah berlalu, dimana hari-hari dilewati dara seperti biasa. Tidak, kali ini sudah tidak biasa. Jika dulu ia sangat bosan berlama-lama disekolah, namun sekarang berbanding terbalik. Ya, dara seakan nyaman jika berlama-lama disekolah. Karena apa? siapa lagi jika bukan karena terpengaruh oleh sosok kakak kelas yang menempati kelas disebelahnya? Ya, karena reza.

Kini dara mau tidak mau harus mengakui perasaannya sendiri bahwa ia mulai menyukai sosok pria tersebut. Jelas dara tak tau jika ditanya darimana awal ia suka dengan reza. Perasaan itu muncul begitu saja tanpa direncanakan. Bisa dibilang hanya karena sebuah kalimat ejekan cie ciee yang dilontarkan teman-temannya ketika meledek dara. Dara memang sosok yang sangat  terbawa perasaan. Mudah menyukai seseorang dan sulit juga untuk melupakan.

Namun, dara harus berpikir ratusan kali jika ingin berniat mendekati reza. Karena tania, sahabatnya juga menyukai reza. Cukup dara akui bahwa mereka berdua memang sangat cocok. Terlebih lagi mereka terlihat sering jalan bersama kemana-mana. Dikegiatan ekskul pun mereka juga akrab. Tidak heran jika banyak orang bilang mereka pasangan serasi, walaupun mereka bukan berstatus pacar, melainkan mereka hanya saling menjaga komitmen satu sama lain.

******

"Selamat pagi, anak-anak.." Sapa kepala sekolah menggunakan mic sambil berdiri.

"Pagi pak...!" Sahut seluruh siswa yang kini sudah berbaris rapi ditengah lapangan.

"......Jadi, bulan ini kita akan mengadakan sebuah kegiatan classmeeting selama 3 hari. Jadi berlatihlah dari sekarang dan juga jangan lupa siapkan calon peserta setiap kelas yang akan ikut kegiatan. Sekian terimakasih, wassalamualaikum wr.wb," Ucap kepala sekolah panjang lebar.

Barisan pun dibubarkan dan masuk kekelas masing-masing. Hari ini adalah hari paling menyenangkan bagi para siswa karena entah kejatuhan apa semua guru sedang rapat dan berakhir lah dengan freeclass.

"Woy perhatian! bagi anak-anak yang ikut ekskul disekolah ini nanti sore datang jam 3. Wajib! Semua ekskul ya." Ucap ketua kelas saat baru memasuki kelas.

Dara berdecak, "Kenapa disaat saat penting gini mood gue gak enak banget."

"Ra, gue bareng lo ya nanti?" Ucap sela.

Dara hanya berdehem sambil meletakan kepalanya diatas meja dengan kedua mata ia pejamkan.

********

Waktu telah menunjuk pukul 3 sore. Dara sudah siap dengan pakaian santai dan juga celana olahraga sekolah serta rambutnya yang ia kucir sedikit keatas.

Dara berjalan keluar menuju pagar rumahnya menunggu kedatangan sela yang akan menjemputnya kesekolah sore ini.

Tak lama kemudian, sela pun datang dan mereka segera berangkat kesekolah.

Keadaan sekolah ternyata sudah ramai dengan anak-anak dari berbagai ekskul. Bahkan merrka membuat beberapa perkumpulan untuk membedakan setiap ekskul.

"Lama banget kalian." ketus tania yang tengah duduk santai diatas rumput bersama beberapa kakak kelas perempuan yang duduk disampingnya.

"Gue makan dulu tadi." Jawab sela, sedangkan dara hanya mengangguk ikut menyahuti.

"Anak-anak drumband kumpul sekarang!" tegas reza menyuruh semua anak yang satu ekskul dengannya untuk segera berkumpul.

"Langsung pegang alat masing-masing ya, terus latihan."

"Siap, kak!"

Latihan pun berjalan dengan lancar. Hingga waktu menunjukan pukul 5 sore, dengan keadaan cuaca yang kurang mendukung.

"Ra, sorry banget.. gue gak bisa nganter lo pulang, mama gue minta jemput sekarang disupermarket." ucap sela sedikit tak enak.

"oh gitu, yaudah gapapa, gue bisa jalan kaki sampe rumah." Jawab dara sambil tersenyum.

"Sorry banget ya ra.."

Dara mengangguk dan sela pun segera menjalankan motornya dengan terburu-buru. Kini dara terpaksa berjalan kaki untuk sampai dirumahnya. Baru setengah perjalanan rintikan hujan jatuh dan membasahi jalan. Dara berlari kecil sambil memeluk tas ranselnya agar tidak basah kuyup.

Tiinn tiinn...
Suara klakson motor yang sangat memekikan telinga itu seperti tengah mengklakson dara. dara menoleh kebelakang dan mendapatin reza tengah melajukan motornya hingga berasa disamping dara yng kini tengah berdiri.

"Kak reza?"

"Mau bareng gak?" Tawar reza sedikit teriak karena keadaan sedang gerimis.

"Gak usah kak, ngerepotin. Sebentar lagi nyampe" tolak dara halus.

"ini gerimis, kasian tas nya. Lo nya juga nanti masuk angin besok gak bisa latihan lagi."

Dara bingung harus menjawab apa, jika dpikir sekali lagi, memang benar apa yang dikatakan reza.

"Tapi kak...." Dara benar-benar bingung antara menerima tawaran reza untuk pulang bareng atau menolaknya.

"Cepetan naik!" Tegas reza.

dara pun dengan segala macam rasa canggung yang ada didalam dirinya mau tak mau mengikuti ucapan reza dan naik keatas motornya reza.

"Tunggu bentar,"

"kenapa kak?"

Tanpa mengatakan apapun, reza langsung memakaikan topi hitam yang ia kenakan keatas kepala dara.

"Ta-tapi-"

"Pake aja, nanti kepala lo pusing."

Deg!

Dara hanya diam. Diam-diam menelan ludahnya susah payah.
reza pun segera melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan kencang hingga dara harus memeluk tasnya erat sambil memejamkan matanya.

"Rumah lo dimana?"

"Hah?i-itu kak belok kiri terus lurus." Ucap dara sambil memberikan arahan.

Hanya butuh waktu beberapa menit dara pun sampai didepan rumahnya.

"Gue duluan ya." Reza bersiap untuk melajukan motornya kembali.

"Tapi kakak basah kuyup gitu gapapa?gue ada mantel didalam,"

"Gapapa, tanggung. sekalian hujan-hujanan."

"ya-yaudah. makasih, kak." Ucap dara kaku. Reza hanya mengangguk lalu pergi dan menghilang dari hadapan dara.

Dara segera masuk kedalam rumahnya dan langsung membilas kepalanya agar tidak merasa pusing karena air hujan.

Setelah berganti pakaian menjadi pakaian tidur, dara merebahkan tubuhnya diatas kasur. Sambil memandang langit kamarnya, ia teringat dengan kejadian tadi sore dimana ia diantar oleh reza sampai rumah.

"Dipikir lagi, kak reza memang perhatian. Tapi..."

Dara mengubah posisinya menyamping kekanan.

"Lo cukup sukai dia aja,ra. Jangan berharap lebih kalau nantinya lo gak mau ngerasain sakit hatinya."

Dara memejamkan matanya dan terlelap lalu masuk kedalam mimpinya.

Happy reading❤

Love in Silence[REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang