~Seandainya gue beneran suka sama lo, apa lo akan balas perasaan gue?~
Dara berlari mencari keberadaan papanya dirumah sakit. Nampak seorang pria paruh baya tengah berdiri didepan ruang UGD dengan wajah harap--cemas sembari berjalan bolak-balik menunggu dokter keluar dari ruang tersebut.
"Gimana, mama, pa? mama baik-baik aja kan? kenapa bisa kaya gini??" Dara sangat panik dan juga khawatir terhadap musibah yang barusan menimpa Mira, mamanya.
"Kamu tenang, ya? mama baik-baik aja kok, mama cuma kecelakaan, sayang." Ucap Geofani, papanya dara berusaha menenangkan dara yang terlihat pucat karena khawatir.
Tak lama, Salwa, kakak dara pun tiba dirumah sakit dengan keadaan yang tak jauh beda dengan dara. Sama-sama khawatir, panik, cemas semua bercampue menjadi satu. Dara duduk dikursi panjang disamping salwa, sedangkan Geofani berdiri bersandar disisi tembok dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.
Tak lama, dokter pun keluar dari ruang UGD. Ketiganya menatap dokter dengan tatapan cemas menunggu jawaban dari dokter.
"Bagaimana keadaan istri saya, dok?" Tanya Geofani berusaha untuk tenang.
"Istri anda sudah kami tangani, semuanya baik-baik saja, beruntung kecelakaan yang dialami hanya kecelakaan biasa, hanya saja kekurangan sedikit darah akibat benturan dibadannya karena menghantam truk dengan sangat keras." Jelas dokter dengan hati-hati.
"Tapi mama saya baik-baik aja kan, dok?" Tanya salwa.
Dokter mengangguk, "beliau baik-baik saja, untuk sekarang masih belum sadar. Tapi kalian bisa menemuinya, tapi jangan terlalu lama karena pasien masih akan diberikan beberapa perawatan." Jelasnya lagi.
"Baik dok, terimakasih." Dokter pun pergi.
******
Disisi lain, sekolah mulai sepi karena sudah saatnya jam pulang sekolah. Tania yang barusan keluar dari kantin bersama sela pun terkejut karena tiba-tiba saja reza sudah ada disamping mereka.
"Adara leysha kemana?" Tanya reza tiba-tiba.
"Tatagantengkayasekuteng!" Latahnya sela keluar. Tania mengelus dadanya karena sedikir terkejut karena ulah reza.
"Aduh, kak... bisa gak sih permisi dulu atau assalamualaikum dulu kek. Ngagetin orang tau gak?" Ketus tania kesal. Reza hanya tersenyum tipis.
"Ya maaf, yaudah. Jawab pertanyaan saya tadi." Ucapnya sembari menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
"Tadi dia izin buru-buru pulang. Katanya ada urusan setelah paoanya nelpon. Tapi gak tau sih apa urusannya sampe berubah pucat gitu mukanya." Jelas sela.
"Oh. Yaudah." Reza berlalu begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata terimakasih.
"Yeu dikasih tau malah langsung nyelonong pergi aja. Untung ganteng eh ketos maksud gue." Tania hanya menggelengkan kepalanya mwlihat sela yang ngedumel sendiri.
******
Dirumah sakit dara masih setia duduk disamping ranjang mamanya untuk menunggu mira sadar.
"Mama, kenapa gak bilang dara kalo mama mau pergi kepasar? mama cuma pergi kepasar, tapi mama selalu kurang perhatiin jalan. Dara bisa pulang buat nganterin mama, maafin dara ya ma.." Lirih nya sambil memegangi tangan kanan mamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in Silence[REVISI]
Teen Fiction_Walaupun kau memilihnya, hati ini tetap untukmu. Mencinta dalam diam adalah caraku mengagumimu_ menurut kalian, apa yang paling melelahkan? Mencintai dalam diam atau mengejarnya secara terus terang? Bagi Dara keduanya tidak ada bedanya, Sama-sama m...
![Love in Silence[REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/200405542-64-k587675.jpg)