Setelah mengganti baju dengan, baju yang taehyung beli tadi aku dan taehyung pergi mencari kuliner-kuliner jalanan kota seoul yaitu myeongdong.
Di dalam mobil lagi-lagi hening, tak ada yang membuka pembicaraan, hingga suara deheman taehyung membuatku menatap ke arahnya.
"ehemmm" untuk ke2xnya taehyung berdeheman,aku yang sedang menatap ke arah luar pun langsung mengalihkan atensiku ke arahnya.
"emmmm....kau mengapa membeli baju ini eoh..? Aku saja kaget melihat harganya yang sama dengan uang jajanku sehari-hati" celotehku ke pada taehyang ku dengar taehyung tekekeh dengan celotehku.
"eoh....mengapa kau membeli baju yang sama? Kau pikir kita sepasang kekasih? "
"terserahku saja lah yang belikan aku mengapa kau yang komplen eon...." ucap taehyung dengan sesekali melihatku sambil menyetir mobil.
"iya....iya maafkan aku" ucapku lirih.
"wahhhh bukankah ini di myeongdong, di daegu aku hanya bisa melihat suasana myeongdong dari Televisi saja, dan sekarang ini semua ada di depan mataku" binar nayeon saat sudah berada di tempat tujuan,taehyung yang melihat nayeon seperti itu pun hanya terkekeh.
"aku ingin mencoba semua makanan semua di sini, kajja" nayeon menarik tangan taehyung ke tempat orang-orang yang berjualan, dari tempat yang menjual Tteokbokki,bungeoppang,eomuk kkochi,sampai gyeran ppang.
Taehyung yang melihat nayeon makan begitu banyak pun hanya terkekeh.
Tak terasa hari sudah mulai gelap tapi nayeon dan taehyung masih saja berada di tempat itu, nayeon belum puas katanya dia ingin mencoba satu makanan lagi, yaitu bbopgi nayeon sangat suka dengan bbopgi karna rasanya manis.
Saat sudah dapat, taehyung mengajak nayeon kembali ke mobil dan langsung pulang.
"kau makan banyak sekali, tapi tubuhmu tetap saja kerempeng seperti templek" ejek taehyung yang melihat nayeon memakan bbopgi.
"yakk!!! Aku tak sekecil itu" nayeon menatap taehyung tajam, yang di tatap hanya nyengir ganteng dong^^
"sudah tak ada yang kau inginkan lagi?" tanya taehyung menatap nayeon.
"tidak, aku terlalu lelah jadi aku ingin pulang saja" ucap nayeon.
"baiklah-baiklah"
21.00
Kini nayeon sedang berada di kamarnya, sedang berdiri di depan jedelan kamarnya sambil menatap malam yang sangat indah.Setelah di antar taehyung pulang 1 jam yang lalu nayeon langsung turun lalu berterimakasih kepada taehyung,lalu dia masuk ke rumahnya dan segera mandi.
"eomma, appa nayeon kangn" lirih nayeon sambil menatap bintang-bintang di atas sana.
"nayeon ingin hidup di daegu lagi bersama kalian" imbuhnya dan tak terasa air mata nayeon menetes.
"hiks....apa nayeon telepon eomma saja ya hikss" dan ya nayeon segera mengusap air matanya dan beranjak mencari ponsel dan memencet nama seseorang di sana.
"hallo"
"eomma"
"eohh...nayeon!! "
"iya...eomma ini nayeon"
"ada apa nak? Bagaimana kabarmu? Apa di seoul menyenangkan?"
"nayeon hanya merindukan eomma dan appa, nayeon baik-baik saja, di seoul sangat menyenangkan eomma dan nayeon mempunyai banyak teman yang sangat menyayangi nayeon....hiks" nayeon lagi-lagi menangis.
"eoh.....anak eomma mengapa menangis? Bukankah katamu di sana menyenangkan dan kau mempunyai banya teman bukankah itu bagus"
"akan lebih bagus jika eomma dan appa di sini hikss....eomma nayeon kangen eomma"
"nayeon sekarang sudah besar, jangan manja, hiduplah mandiri nayeon kamu pasti bisa nak....eomma dan appa selalu mendoakanmu di sini"
"iya eomma,jaga diri eomma baik-baik ya, salam kepada appa nayeon mau tidur dulu"
"yasudah jaljjayo"
"nado, annyeong eomma" ucapku setelah itu sambunganpun diputuskan oleh eomma.
Setalah bercakap-cakap lewat telepon dengan seseorang yangku rindui, aku segera merebahkan tubuhku di ranjang kamarku, semenit kemudian mataku terpejam dan aku tiba di dunia mimpiku.
"nayeon eonnie!! " teriak seseorang dari arah belakang yang membuat nayeon langsung berbalik kenarah belakang.
"tzuyu"
"eonnie, kata sana eonnie kemarin kau tak masuk sekolah, ada apa?" tanya tzuyu saat sudah mensejajarkan langkahnya denganku.
"apa taehyung mengantarkanmu dengan selamat, tak ada yang terluka kan" tanya tzuyu khawatir sambil kelihat diriku dari bawah ke atas dan memutar-muta tubuhku.
"yu stop! Aku tak kenapa-napa kok, soal kemarin aku telat masuk sekolah" ucapku menyakinkan tzuyu agar tak terlalu khawatir.
"hufttt....syukurlah, kami berdelapan khawatir takut terjadi sesuatu pada eonnie, jungyeon eonniepun sampai menngis karna kau tak masuk sekolah takut terjadi sesuatu padamu" ucap tzuyu aku kaget saat mendengar jungyeon menngis, aku tak menyangka bahwa temanku yang saju sajaku temui beberapa hari lalu sudah sangat-sangat mengkhawatirkanku.
"benarkah, sebegitu khawatirnya kalian padaku, kukira kalian tak ngkhawatirkan aku"
"kata siapa eonnie,jungyeon eonnie dan sana eonnie kemarin ke rumahmu namun tak ada siapapun katanya,dia langsung panik tapi mina eonnie berusaha menenangkan jungyeon eonnie" terang tzuyu, aku hanya terharu mendengar cerita tzuyu tentang jungyeon.
"lalu jungyeon di mana sekarang?" tanyaku pada tzuyu.
"jungyeon eonnie tak sekolah, dia sakit katanya" aku kaget mendengar ucapan tzuyu, aku khawatir dia sakit gegara aku.
"benerkah, aku khawatir dia sakit karna aku, yu nanti pulang sekolah antar aku ke rumahnya ya" pintaku pada tzuyu.
"baiklah nantiku antar eonnie sekarang aku masuk dulu ya eonnie,nanti istirahat ke tempat biasa saja" ucap tzuyu lalu berjalan mendahuluiku.
Perasaanku tak tenang mengetahui jungyeon sakit, aku segera masuk ke dalam kelas. Aku melihat baekhyun sedang duduk dengan ponsel di tangannya, dengan segera aku menghampirinya dan bertanya soal jungyeon.
"baekhyun, jungyeon sakit? " tanyaku khawatir.
Baekhyun mendongak menatapku "iya, dia sakit perut gara-gara kemarin salah makan" ucapnya, aku bisa bernafas lega saat mengetahui bahwa jungyeon sakit bukan karnaku, namun tetap saja aku merasa berslah karena membuatnya khawatir.
"benerkah,aku mau menjenguknya sepulang sekolah" ucapku seraya berjalan dan meletakkan tasku di atas tempat dudukku.
"kau,kenapa kemarin tak sekolah? Jungyeon mencarimu kemana-mana"
"aku kemarin sebenarnya sudah sampai di depan gerbang sekolah, namun pintu gerbangnya di tutup"
"ohh~ yasudah tak apa" jawab baekhyun lalu beranjak pergi keluar kelas,ku tolehkan pandanganku pada meja sana, ada tasnya namun tak ada orangnya.
"huffttt....." aku menghelai hafas lalu merebahkan kepalaku pada meja, kelas sedang tak ada orang sekarang hanya ada aku.
"dughhh"
"aww" rintihku saat seseorang menendang mejaku dan membuat kepalaku jadi terbentur dengan meja.
Aku mengusap-usap kepalaku lalu mendongak guna melihat siapa yang mengangguku.
"yakk!! Kau menganguku saja! " teriakku kala melihat dalang yang menendang mejaku adalah......
Tbc
Maaf nih di gantung
Maaf juga kalo typo
Makasih sudah baca
Jangan lupa komen sama vote
Salam dari jodohnya kang daniel^^

KAMU SEDANG MEMBACA
Rain in Seoul END√
RandomCerita tentang persahabatan dan seorang wanita yang selalu di tinggalkan dan di khianati oleh orang yang ia sayangi. Im nayeon Kim taehyung Jeon jungkook "nayeon tunggu aku kembali" "taehyung, sampai kapanpun aku kan menunggumu kembali" kau tak m...