Minta dukungan'🌟'
Minta pendapat'💬'Happy reading...
^*^*^
Syarel pov.
Pagi ini sangat tidak ada yg spesial bagi syarel. Hari weekend tapi hanya bisa memandang langit langit kamarnya saja. Selagi memandang langit langit kamar, syarel jadi teringat kemarin kejadian dirinya dengan zeta. Syarel mengulang kembali ingatan kemarin,tapi cepat cepat dia tepis dari otaknya. Menurutnya sangat lah tidak penting.
"Ngapain juga ya gua kemaren bilang peduli? Dih,nanti dia ge-er lagi"
"Tapi kalo diliet liet zeta lucu ya pas lagi nangis? Hahaha"
Membayangkan zeta menangis membuat share tertawa sendiri dikamarnya. Hingga notif dari ponsel menjauhkan fikirannya. Syarel mulai merambat kan tangannya ke laci yg berada disamping teman tidurnya dengan malas.
Tertera nama zeta dilayar ponselnya. Tidak tahu kenapa syarel menjadi buru buru membuka notif pesan itu.
Zeta
Oi!
Brisik.
Salkir.
readMelihat kalimat terakhir membuat syarel tersenyum. Alasannya sangat tak masuk akal, jelas jelas zeta mengirim nya pesan. Tapi syarel tetaplah syarel. Sikap cueknya masih suka nempel di dirinya. Dia lebih memilih diam dan tidak membalas. Walaupun hatinya ingin mengetik wkwk.
Lamunan syarel buyar saat medengar pecahan piring dari lantai bawah. Lagi lagi seperti ini. Syarel benar benar bosan dengan keadaan seperti ini, setiap hari kedua orang tuanya selalu berkelahi. Bahkan berkelahi karna pekerjaan,dasar bodoh. Saat banyak uang papah syarel jadi semakin buruk. Uangnya untuk minum atau semacam foya foya. Dan mamahnya? Tak peduli, dia lebih mementingkan pekerjaannya.
Syarel segera keluar kamar dan melihat aksi kedua orang tuanya dari atas. Pembantu dirumah syarel sudah berusaha memisahkan mereka berdua, tapi tetap mereka seperti anak kecil yg ngeyel.
"Heh kamu fikir aku ga cape hah?! Berangkat pagi,pulang malem untuk siapa? Untuk semua dirumah ini!!. Lah kamu kerjaannya apa? Cuman minum minum ga jelas! Uangnya dipakai foya foya!. Bahkan kamu sudah main perempuan kan?!"
Plak!
Tamparan keras berhasil mendarat di pipi mamahnya. Sebenarnya syarel tak tega melihat mamahnya diperlakukan seperti itu. Bagaimana pun juga, mamahnya itu pernah mengandungnya,dan berjuang mempertaruhkan nyawa disaat melahirkannya.
"Apa? Lu fikir gua cuman foya foya?! Gausah so tau!. Punya mulut tuh dijaga!. Pantes aja anaknya ga pernah ada sopan santun! Mamahnya aja kaya gini. Sama sama gak punya etika!"
Syarel malas melihat mamahnya hanya diam dan menangis setelah kehabisan kata dari omongan papahnya. Sangat bodoh. Syarel segera kembali memasuki kamarnya. Dan memakai bomber navynya beserta topi hitam. Mengambil ponsel dan mulai pergi dari area rumah yg semakin tak jelas menurut syarel.
Semakin tak jelas lagi setelah syarel melajukan motornya. Tak ada arah tujuan, hingga akhirnya dia memberhentikan motornya ditempat yang sangat sepi. Dia termenung, memukul badan motornya hingga tangannya menjadi lebam. Tiba tiba hujan turun sepertinya langit mendukung keadaan syarel sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Si Sableng!
Teen FictionRank 1 klasik#11April2020 ----------------- Dibilang bad, bad buanget. Dibilang sableng, sableng buanget. Dibilang konyol, konyol buanget. Gayanya klasik hobinya ribut. Ga suka cewe tapi suka mancing guru marah. Iyaa bilangnya ga suka cewe. Tapi pas...