MSB [44]

629 44 4
                                    

Malamnya dari kejadian itu, syahel dan deril berada dikosan deril sekarang. Syahel sudah susah payah membujuk deril agar tidur karna sudah larut malam, tapi deril jengkel untuk mengobati luka syahel terlebih dahulu.

"Aw aw aw"teriak syahel saat deril mengompres lebam syahel.

"Alay banget"balas deril sambil menekan komoresannya.

Syahel tertawa, tapi detik berikutnya dirinya benar benar meringis kesakitan karna deril menekan kompresannya.

"Lucu juga ya kalo tadi nginget nginget muka lu"

"Kenapa?"

"Sampe nangis nangis gitu ngeliet gua, lu khawatir kan?"ledek syahel.

"Gimana gak khawatir, kamu tuh dateng sendiri kesana. Makanya jangan sok jagoan!"balas deril

Kali ini syahel menampilkan wajah malasnya dan sengaja membuang tatapan wajahnya kesamping. Deril tersenyum melihat tingkah syahel yang seperti anak kecil.

"Bercanda kali, gak usah baper gitu"ucap deril, "lagian kenapa pake nanya aku khawatir apa enggak. Ya udah jelas aku khawatir, karna emang aku cin-"

Belum sempat deril berbicara, dengan cepat syahel memeluknya. Deril terkejut, tapi akhirnya deril menyambut pelukan syahel.

"Maafin aku udah gak mau dengerin kamu waktu itu. Maafin aku yang egois. Maafin aku belum bisa ngelindungin kamu sepenuhnya. Maafin aku..."ucap syahel yang masih betah memeluk deril.

Tiba tiba air mata deril lolos seketika. Deril memejamkan kedua matanya, menikmati pelukan hangat dari syahel.

"Ini semua bukan salah kamu. Aku tau alasan kamu kenapa gak mau dengerin aku, karna emosi kamu lagi gak stabil hel, dan itu karna evan kan. Dan jangan bilang kamu gak bisa ngelindungin aku. Kamu selalu ngelindungin aku, dimana pun dan kapanpun"ucap deril sambil mengelus puncak kepala syahel.

Syahel terdiam merenggangkan pelukannya.

"Bisa kamu janji buat nggak tinggalin aku lagi?"

Deril mengangguk menjawab pertanyaan syahel.

"Aku janji gak bakalan tinggalin kamu lagi"

Syahel tersenyum dalam dekapan deril. Kali ini deril yang meminta syahel untuk mengatakan sesuatu.

"Boleh sekarang aku yang minta kamu untuk janji ke aku?"

"apa?"

"Tolong janji ke aku, kalo kamu juga gak bakalan tinggalin aku dan tetap jadi syahel yang aku kenal selamanya"

Syahel melepaskan pelukannya menghadap deril dengan serius.

"Jelasin dulu maksud dari 'jadi syahel yang aku kenal selamanya' "ucap syahel

"Maksud aku, kamu tetap jadi syahel yang selalu ngehibur aku, yang selalu buat aku tertawa, dan bahagia. Selamanya"jelas deril.

Syahel terkekeh mendengar pernyataan deril. "Syahel bramasta dengan ini menyatakan janji untuk putri kecilnya yaitu derila meykarin. Aku janji gak bakal tinggalin kamu selamanya, dan tetap jadi syahel yang kamu kenal selamanya, dan tetap jadi lelaki yang kamu cintai selamanya. I love you, my little princess"lanjut syahel dengan cengirannya yang menghiasi wajahnya.

Deril ikut tertawa mendengar janji yang syahel buat buat, tapi syahel mampu membuat deril tertawa setiap waktu. Dan merasakan nyaman selamanya.

"I love you too my frog prince"

Keduanya kembali tertawa bersama dan menghabiskan waktu dengan kebersamaan yang membuat mereka merasakan nyaman satu sama lain.

^*^*^

Si Sableng!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang