Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
jumat menghangat. suasana kelas ditengah hari nampak senjang. sebagian bangku terluang. tak berpenghuni atau lebih tepatnya nuansa tengah sepi. yang dapat ditilik netra setiap ujung-ujungnya.
alunan larik dan nada milik band zigaz dengan tajuk sahabat jadi cinta itu menggema keseluruh penjuru ruang. menarik siapapun yang tengah berambisi, kini perlahan bersenandung bahkan mengayun kepala.
"dari siapa untuk siapa sih? serius amat nyanyi nya, pake hati lagi."
mendengar ucapan pemuda tersebut, seorang gadis tertawa pelan. merasa sedikit tersinggung dan berakhir dengan tatapan menusuk seakan semua ucapan pemuda itu tak salah.
"untuk dia, yang ngga pernah sadar tentang perasaan seseorang disini. biar pekaan dikitlah."
pemuda bernama fajri mashiho itu terkekeh dan mengalihkan pandangan. "baperan, ngga perlu galau gitu. masih banyak cowok lain di luar sana. tinggal pilih."
"cowok lain memang banyak, tapi yang menarik cuma dia. jadinya gimana dong?" sahut gadis yang akrab disapa azzahra chaewon itu.
"itu tergantung hati lo, ra. ikutin kata hati lo, jangan ikutin kata orang." fajri mashiho melangkah menjauhi gadis berambut coklat itu dan melanjutkan makanan yang sempat ia acuhkan.
setelah itu, alunan lagu silih berganti. kini, lagu milik penyanyi cantik bernama maudy ayunda dengan tajuk aku sedang mencintaimu.
entah siapa yang tengah mengatur playlist dina jumat dipadu terik baskara saat ini. sekiranya, dia juga tengah menyuarakan pada dunia perihal hatinya. hati yang terlalu ragu untuk mengucap tetapi lelah berdiam. yang entah bagaimana kisah penutupnya.
"jangan di ganti lagunya, lagi pas suasananya." sahut azzahra chaewon sembari merapihkan helaian surainya.
yang dibalas acungan ibu jari oleh kumpulan gadis yang berada di depan kelas.
⸙
"lagi ngapain? serius banget."
rupanya, arum heejin yang tengah membuat sketsa, menghentikan gerak tangannya mendadak. ia menoleh dan mendapati seorang pemuda duduk di sisi kanannya. si pemuda bertopi hitam.
"lagi gambar. lo sendiri ngapain? gabut ya?" arum heejin menutup buku sketsa tersebut di atas meja.
pemuda itu terkekeh. "iya, gua masih sendirian kok. mau ngintip gambaran calon designer nih." sontak, gadis di sampingnya memukul pelan bahu pemuda ini, "hehe, aamiin. semoga ya, kan."
"aamiin."
arkana jaemin mengangguk sembari meraih ponsel di salah satu sakunya. kerutan halus di dahinya kini terbit, tepat setelah ia membaca suatu kiriman pada ponselnya.
"apaan dah ini?"
"untuk kak arkan, kenapa kakak lucu banget sih? semangat ya kak." sahut arum heejin, yang tengah membaca kiriman tersebut.
"tuh, fans lo bertambah lagi. siapa yang namanya arkan selain arkana jaemin disekolah ini?" lanjutnya.
"ciee, lagi ngeributin apa nih? fans arkan nambah lagi ya?"
sahut seseorang dari arah belakang, tepat sebelum sang atlet softball itu membalas ujaran gadis pecinta desain ini.
arkana jaemin menoleh. "susah ya jadi orang ganteng, al. fans-nya banyak sampe buat orang cemburu." ia bangkit meninggalkan kedua gadis yang tengah menatapnya nanar.
alya eunbin menepuk pundak arum heejin. "idih... dia tuh kenapa deh, rum? pede banget jadi orang."
kemudian dibalas derai tawa oleh sang dance-machine pecinta desain itu. yang dilanjutkan helaan nafas dari gadis berparas dingin.
"ternyata sama aja, arum sama arkan. kembar tak seiras, sama-sama agak gila." sahut alya eunbin.
asmaraloka jadi fana belaka, yang hadirnya berkala dan kadang berskala. merupa rumusan fisika, yang ujungnya hanya bisa diterka.
⸙⸙
almaratu nancy berdiri di ambang pintu sembari menggenggam ponselnya erat. raut kesal tercipta di iras menawannya. sesekali ia menghembuskan nafas kasar.
"kenapa lagi lo ini?"
almaratu nancy menggeleng sebagai jawaban. enggan memberi tahu alasannya. bisa jadi, sebuah rahasia.
namun pemuda bernama habib jisung dan robert haechan itu tertawa. salah satu dari mereka mengayuh langkah ke arah hadap gadis itu. "kalo punya pacar tuh jangan di kekang terus, dia bukan kambing."
habib jisung mengangguk membenarkan ujaran robert haechan, "jangan cuma diem aja, neng. bukan gitu caranya supaya dia peka, lo harus bilang apa yang lo rasain. cowok itu manusia bukan dukun ataupun cenayang. dia juga bisa berprasangka buruk sama lo, kapan pun."
kemudian hening disambung canggung antara ketiga remaja itu, hingga seorang gadis lain datang sembari memberikan sebotol air kepada almaratu nancy.
"nih, minum dulu. biar rileks, ngga kaku gini." sahutnya. membuat almaratu nancy membentuk lengkung sabit terbalik di wajahnya. "makasih ya, disa ku sayang."
gadis bernama adisa saeron yang biasa disebut public speaker itupun menatap ke arah kedua pemuda di hadapannya saat ini. "darimana kalian? bolos lagi ya?"
"bukan bolos, tapi terlambat masuk." sahut robert haechan. "apa bedanya sih?" adisa saeron mendelik.
"beda. dari bahasanya aja udah beda, dis." sahut habib jisung.
"udah udah, jangan ribut. mending bantuin gue mikir mau bilang apa ke cowok gue!" almaratu nancy menengahi perdebatan antara adisa saeron dan robert haechan tersebut.
namun habib jisung lebih dulu berujar sembari berlalu. "lah itu masalah lu, ngapain kita harus ikut campur juga? nanti makin ribet."
dilanjutkan oleh robert haechan yang perlahan mengayuh langkah menjauhi kedua gadis di ambang pintu tadi.
"pelit banget sih! bantuin dong, kasih saran tah minimal." almaratu nancy mendengus. "jangan lupa, pulang sekolah kumpul di ruang seni."
ketiga remaja itu mengayuh langkah tak acuh dengan penuturan gadis yang ahli dalam bahasa asing itu. adisa saeron mengacungkan ibu jarinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
favorit ku jaemin-heejin jadi harap maklum, semoga tidak mengecewakan.