26。dekat yang bersekat

448 33 12
                                        

saat ini pukul lima pagi, dwi gowon bangun lebih awal karena suara deburan ombak yang bersahutan itu memenuhi pikirannya sejak kemarin. ia pun beranjak keluar tenda, berencana membasuh wajahnya dahulu dan akan menyusun rencana baru setelahnya, yang penting cuci muka dulu.

"mau kemana?" sahut seorang pemuda, yang suaranya dwi gowon hafal hingga diluar kepala.

pemudi dengan jaket putih ini menoleh, menatap rafli sanha sekilas dan menunjuk keran air terdekat. "mau cuci muka biar ngga ngantuk."

"mau lari ngga?"

"hah? lari?"

rafli sanha mengangguk. "tadi yang lain ngajak lari pagi, dan kebetulan lo keluar dari tenda jadi sekalian gua ajak."

"hubungannya apaan, anjir? ngaco lo ya?"

"maksudnya, ayo lari pagi bareng gua."

"tunggu, bentar."

dwi gowon kembali ke dalam tendanya dengan bergegas.

kemudian terdengar suara gaduh dari dalam tenda, yang sudah jelas asalnya dari penghuni tenda yang masih setengah sadar.

"apaan sih, wi? ganggu aja."

"put, ayo lari pagi! lo tuh harus olahraga, temenin gue!" ujar dwi gowon.

"ogah!" putri yuri kembali menutup wajahnya dengan bantal.

"masa gue lari bareng rafli sih? 'kan ngga lucu ya lari bareng mantan judulnya," sewot dwi gowon.



sedangkan, rafli sanha yang sedari tadi berdiri di depan tenda itu mengusap tengkuknya perlahan. bingung harus bertindak bagaimana.

pemuda itu mendengar semuanya, tapi tetap memilih diam ditempatnya.

hingga sebuah tepukan mendarat pada bahu kirinya dan mengalihkan atensinya.

"hoi, ngapain lo disini? mau ngintipin tenda cewek?" tanya destiana chaeyoung.

"anu, itu..." rafli sanha menunjuk tenda yang terbuka, menampakkan kedua pemudi dengan jaket berbeda warna. putih dan merah.

putri yuri tertawa ketika melihat sosok rafli sanha di hadapannya, ditambah destiana chaeyoung yang tengah menyilangkan kedua hasta di depan dada.

"jadi ini mantan yang mau lari bareng?" sahut putri yuri, menyenggol lengan dwi gowon.

"apaan?"

"alasan lo minta gue buru-buru bangun dengan alibi gue harus olahraga biar sehat? ini 'kan?"

dwi gowon memainkan ujung sepatunya, membuat pola abstrak pada pasir. "iya, tadi gue cuma cari alasan supaya gue ngga lari berdua sama rafli aja."

sadar akan perubahan suasana yang begitu kentara, destiana chaeyoung berlari meninggalkan ketiga temannya itu.

"duluan ya, udah janji sama riska sama riri!" pamitnya, sembari melambaikan tangan.











"jadi lari ngga nih? kalo ngga jadi, mending gue beres-beres di tenda," ujar putri yuri, memecah keheningan.

baik rafli sanha maupun dwi gowon mengangguk tanpa sepatah kata pun. membuat yang menjadi penengah benar-benar jengah.

"coba lebih dewasa, jadi mantan bukan berarti jadi musuh. apa salahnya ngobrol baik-baik? toh, kalo masalah perasaan lama-lama hilang sendiri kok." putri yuri merapatkan jaketnya.

"iya, put."

dwi gowon mengulurkan tangan kanannya. "ayo kita lebih dewasa, raf. gue maafin lo dan lo maafin gue, gimana?"

kelas enjoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang