EMPATPULUHTIGA

8.9K 215 1
                                        

Bel pulang berbunyi. Semua tersenyum lebar saat berjalan keluar dari kelas mereka masing masing.

Terkecuali mereka semua.
Ya mereka.
Org org yg sedang berduka atas kehilangan rehan:)

Zharfa berjalan berdampingan bersama suci,tania berjalan berdampingan bersama qiko, dan nayla, sedang kan zahra berjalan sendiri di belakang.

Mereka berjalan tanpa membuka suara satu pun. Tak seperti biasa nya.
Biasa nya di aula milik sekolah mereka, terdengar kerasa suara canda tawa mereka yg terlihat sangat bahagia.

Mereka berenam sudah sampai di parkiran dimana mereka semua di mintak untuk bertemu pasangan masing masing dan menyusun rencana untuk datang ngelayat rehan.

Tak di sadari, sudah ada naufal,fatih,raffi,davin,dan aby di sana.

Benar.
Mereka hening.
Padahal ada 11 org di sana.

"kita harus nunggu sampai pagi lagi baru kita bergerak?" ucap zahra.

Mereka semua bergerak memasuki mobil.

Mereka ada 3 mobil. Ya mereka pandai untuk memasuki mobil yg mereka tumpangi untuk menuju rumah rehan.

Ada 3 mobil tapi tak ada yg saling membuka bicara.

Mereka sampai di rumah rehan.
3 mobil berderet berbanjar di dpn rumah tingkat 2 itu bercat putih elegan.

Mereka turun.
11 org itu memasuki rumah rehan.

Di depan nya di pimpin zahra dan naufal.

Kli ini benar.
Air mata mereka masing masing jatuh dengan sendiri nya.

Mereka semua melihat rehan yg terbaring pucat dengan kapas di hidung nya,dan di selimuti kain kafan yg putih.

Zahra menangis.
Suci begitu.
Qiko apa lagi.
Nayla begitu.
Dan zharfa juga.

Mereka semua menundukan kepala nya.
Tak ada yg mesti di salah kan.

Karna ini murni salah rehan.

11 org itu keluar. Berjalan ke arah taman rumah rehan dan duduk.

"gua mau kita cari di mana nanab" ucap raffi menekan.

"fi lo ga boleh salahin nanab sekarang,
kecelakaan ini juga murni kesalahan nya rehan. Masalah mereka putus itu ga ada sangkut paut buat rehan meninggal" ucap aqiko.

Mereka diam.

"gua tau nanab dimana" ucap zahra menunduk dan membuat semua nya melihat ke arah zahra.

Zahra membisikan mereka. Mereka semua keluar dari perkarangan rumah rehan.

Mereka berjalan ke arah rumah rumah bersisi minimalis dan tempat tempat kontrakan biasa.

Zahra turun.
Mereka turun dan tempat berjalan di dpn zahra.

Mereka melewati rumah demi rumah.
Org sekampung di dkt daerah itu melihat kagum dengan baju kebanggan sekolah mereka, dan mobil mereka yg terparkir tak jauh dari rumah nya.

Zahra memberhenti kan kaki nya dan berhenti tmpt di depan rumah yg persis seperti kontrakan biasa pada umum nya.

Mereka mengetuk pintu rumah itu.

Ada seseorg yg membuka pintu itu.

"siap---" ucap seseorg itu kaget melihat 11 org yg tempapang tak asing dari nya.

"nanab" ucap qiko berjalan ke arah nanab dan memeluk nanab.

Mereka semua memeluk nanab.

Sekarang mereka suda berada di ruang tengah milik kontrakan nanab.

Dan mereka membuka bicara perihal rehan kepada nanab.

"rehan meninggal nab:)" ucap zharfa

"iya gua tau" ucap nanab menunduk

"klo lo tau kenapa lo ngunci diri disini tanpa punya niat buat ngelayat ke rumah rehan" ucap nayla

Nanab diam.
Dia salah kali ini.

"lo lari kenyataan bego! Lo bego atau gimana si,yg meninggal itu sahabat lo. Klo emg kalian udh putus, apa klian mesti jadi musuh? Klian juga mesti ingat, klo kalian berdua keluar dari persahabatan kita, bakal buat semua berbeda dari sebelum nya. " ucap suci

"dan hebat nya lagi, lo ga punya niat buat pergi ngelayat. Setidak nya lo anggap dia klo dia itu masi sahabat lo di grup kita" ucap qiko.

"gua aja ga abis pikir sama semua yg lo lakuin saat semua nya memburuk" ucap nayla

Nanab diam.
Kemudian nanab berdiri.

"gimana si guys rasa nya kalian jadi gua. Coba sekali aja klian bayangin klian di posisi gua malam itu. Alasan yg gua blg di dpn raffi sama rehan itu alasan klasik karna gua SAKIT HATI! KLIAN MIKIR GA SI! HIDUP GUA BENER BENER HANCUR KLO TAU ORG YG PALING GUA SAYANG PERGI LEBIH DULU NINGGALIN GUA! " ucap nanab membentak.

Mereka semua berdiri.

"HE! LO SENDIRI AJA GA MIKIRIN PERASAAN KITA KAN WAKTU DENGER KLO REHAN MENINGGAL! SETIDAK NYA LO NGELAYAT KEK!  PALING TIDAK DIA MASI SATU GRUP PERSAHABATAN SAMA LO! " ucap zharfa membentak.

"kenapa lo mutusin dia? " ucap zahra diam.

Nanab diam.
Dan dia menunduk sambil menggepal kedua tangan nya.

"JAWAB JANGAN DIAM AJA TOLOL" ucap zharfa.

"KARNA FOTO DIA LAGI PELUKAN SAMA CWEK ANAK SMA 11! PAHAM LO SEMUA" ucap nanab dan terduduk frustasi.

Mereka semua tak kalah terkejut.

Tangisan nanab pecah.
Isakan nya terdengar sangat keras.

"klian pernah ga si ngerasain apa yg gua rasain:( klian aja ga tau apa yg lagi gua alamin di rumah yg ga pantes buat anak seumuran gua:( klian ga tau seberapa buruk nya tubuh gua dari gua mutusin rehan sampai sekarang? IYA KAN? EMG KALIAN GAPERNAH TAU! YG KLIAN TAU, KLIAN CUMAN MARAHIN GUA DAN NGAMBIL KESIMPULAN KLO GUA YG BUAT REHAN MENINGGAL KAN?! KLO EMG DARI AWAL KEHADIRAN GUA CUMAN BUAT KALIAN SEDIH KARNA DIA PERGI NINGGALIN KITA SEMUA, GUA BISA MUNDUR DARI SINI! DAN KLO KLIAN MAU, DAN TANPA KLIAN MINTA, SECEPAT GUA BAKAL PINDAH DARI JAKARTA!" ucap nanab menunduk.

Mereka semua kaget sekaget mungkin.

Zahra berjalan ke arah nanab lalu dia  memeluk nanab.

Tangisan nanab pecah kli ini.

Nanab melepas pelukan dari zahra.

"LO BENCI SAMA GUA? GUA BISA NGENJAUH" ucap nanab perlahan berjalan ke belakang.

"GUA MAU KLIAN KELUAR!" ucap nanab memegang kepala nya.

Wow!

Pelukan ternyaman sampai di tubuh nanab.

Semua nya berusaha,menenangkan nanab,dan membiar kan davin memeluk nanab.

"GUA BENCI HIDUP GUA PIN:( " ucap nanab.

Masi dengan pelukan itu.
Mereka semua diam.

Dan davin membiar kan nanab berada disana.

Dan terdengar isakan nanab,dan air mata yg masi bercucuran,ternyata nanab terlelap di dalam kenyamanan itu.

Semua nya keluar dari rumah milik nanab, dan membiarkan nanab tidur di kamar nya.

Mereka percaya nanab jujur.
Mereka membiar nanab untuk istirahat karna hidup nya hancur kli ini:)

My Ketos My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang