Zahra masih terdiam. Dia tau kakel yg ngelabrak nya tadi adalah org yg paling Naufal kenal. Dia takut akan banyak hal baru lagi yg terulang.
"ara jawab gua jangan diam aja" ucap naufal sedikit nada tinggi
"ga ada nopal,nopal tenang aja,ini di kompres selesai kok" ucap zahra dengan tenang.
Tiba tiba ada seseorg yg mengetuk pintu ruang milik Naufal tersebut.
"masuk" ucap naufal dingin
"maaf ka,saya kls 10,tadi di suruh panggilin kaka,karna mau ngelanjutin rapat di aula tadi" ucap murid itu.
"oh, oke" ucap naufal dingin lagi
"saya permisi ya kak" ucap murid itu.
Naufal berjalan ke arah pintu. Zahra yg masih terdiam berusah ikut berdiri.
"lo pulang deluan aja. Gua ntr yg izinin sama guru piket. "ucap naufal dingin dan berbicara tanpa melihat zahra
"oke" ucap zahra.
——————————–—–——————
Sekarang sudah pukul 15.30. Zahra baru bangun sejak tadi dia tertidur karna luka nya membawa kepala nya pusing.
Zahra berjalan ke arah dapur. Memasak untuk makan malam hari ini. Setelah 30 menit zahra memasak,dia duduk di ruang tengah rumah nya. Dia membersih kan luka nya dengan kompresan air dingin.
Setelah membersih kan dengan kompresan tadi,dia menghelang kan nafas nya seperti org frutasi.
Sudah pukul 22.30. Tak ada tanda tanda naufal akan pulang. Zahra yg dari tadi hanya terdiam melihat makanan yg dia buat sejak tadi sore perlahan dingin begitu saja.
"nopal mana ya," ucap zahra melihat jam.
"assalamualaikum " ucap seseorg memasuki rumah mereka tersebut
"waalaikumsallam,eh nopal akhir nya pulang" ucap zahra sedikit tergirang.
Naufal duduk di depan zahra.
"gua mau makan langsung" ucap naufal dingin
"ara panasin dulu ya? " ucap zahra
"ga ush, gini aja" ucap naufal
Zahra mengambil makanan untuk suami nya itu.
Kurang lebih 15 menit mereka makan, akhirnya selesai. Naufal yg dari tadi sudah ke atas untuk membersihkan diri nya dan zahra mencuci piring yg tadi dia pakai.
Zahra menyusul naufal yg ada di atas.
Zahra membuka pintu kamar nya,melihat naufal yg sedang sibuk dengan tugas tugas nya di meja belajar nya.
Zahra duduk di atas tempat tidur.
"banyak ka? " ucap zahra
"iya" ucap naufal
"acara nya emg kapan" ucap zahra
"minggu depan,"ucap naufal
"dari senin sampai sabtu gitu? " ucap zahra
"iya" ucap naufal
Setelah itu hening. Ternyata zahra sudah terlelap dengan tidur nya. Naufal yg melihat itu hanya bisa tertawa kecil dan melanjut kan tugas nya.
——————–———————————
Pagi ini naufal lebih dulu bangun dari pada zahra. Padahal baru pukul 05.30. Tak bisa sekali naufal bangun sepagi itu.
Zahra terbangun, melihat naufal yg sedang merapikan tugas tugas nya.
"Nopal" ucap zahra dengan nada bangun tidur nya
"ara udh bangun,ara mandi, siap itu kita berangkat ya" ucap naufal mengelus kepala zahra
Tak ada respon.
Setelah 15 menit zahra mandi,dia merapikan tubuh nya. Memakai bedak yg tak terlalu tebal, dan liptin ala ala anak sma. Pagi ini zahra hanya membuat roti selai. Karna Naufal sedang buru buru untuk ke sekolah.
Di mobil zahra menyuap kan naufal dengan 4 potong roti milik naufal.
"ih pelan pelan makan nya" ucap zahra
"pandai juga buat roti" ucap naufal sedikit terkekeh
"masa buat roti gini aja ara ga pandai, ya pandai la" ucap ara sinis
"yalah untuk istri yg paling tercantik Ni" ucap naufal terkekeh
Mereka sampai di sekolah pukul 06.25. Zahra turun dari mobil milik naufal.
"ka ara deluan" ucap zahra turun dengan nada gembira nya dan berlari.
Sontak saja tangan ara di tarik oleh naufal. Membawa zahra dalam dekapan naufal.
1
2
3
Cup
"morning kiss dari nopal ganteng" ucap naufal dan langsung berlari
Zahra bungkam. Satu kecupan sekilas yg mendarat di bibir nya.
Sepanjang jalan ke arah kls nya zahra benar benar seperti org gila. Tertawa sendiri.
Semoga naufal tetap menjadi imam yg baik untuk zahra
Zahra tau, cpt atau lambat naufal akan tau siapa buat zahra seperti itu.
Di dalam hati zahra berbicara
"ara mencintai naufal, selama nya, selama lama nya, dan sampai kapan pun itu:)"
