TIGAPULUHTUJUH

9.2K 222 1
                                        

Hari minggu kli ini mereka semua menghabiskan waktu di sekolah. Untuk menyelesaikan semua tugas mereka yg belum siap untuk bsk hari pertama pembukaan event terbesar sepanjang tahun yg di buat oleh osis tahun ini.

Zahra dan naufal sibuk dengan tugas masing masing. Zahra sibuk merevisi data data petugas untuk besok, dan naufal sibuk mendekor setiap ruangan di sekolah mereka.

"siap" ucap zahra dengan gembira
Tugas zahra sudah selesai.
Dia benar benar giat dalam menyelesaikan tugas nya kali ini.

Zahra memilih untuk mendatangi suami nya berada.
Dia berjalan kearah di mana suami nya di tugas kan,alhasil nihil.

Zahra bingung kemana naufal saat ini. Dia bertanya sana sini tak ada yg tau naufal dimana.

Zahra duduk di pinggir mushalla sekolah nya. Dia terdiam dan kemudian dia putus asa mencari keberadaan suami nya.

Setelah itu ada seseorg yg duduk di sebelah nya.
"kenapa lu? " ucap org tu
"naufal hilang pi:)" ucap zahra
Ya
Itu raffi.
Pacar sahabat nya zahra.

"gua tau dia dimana" ucap raffi tanpa melihat ke arah zahra
Zahra terkejut.
Dia sedikit tersenyum karna akhir nya ada satu org yg mengetahui keberadaan suami nya.

"dimana? " ucap zahra histeris
Raffi terdiam.
Kemudian dia melihat ke arah zahra,dan dia berbicara

"kantor polisi" ucap raffi

HA!
WHAT!

Zahra tak percaya dengan raffi yg ngomong seperti itu.
Tak mungkin jika naufal masuk kantor polisi.

Zahra diam.
Kemudian air mata nya jatuh dengan lancar.

"gua tau endingnya bakal gini" ucap raffi frustasi

Zahra diam.
Bahkan bungkam.
"lu ga bole nangis,lu harus datang, dan samperin ke suami lu" ucap raffi.

"kenapa dia bisa di tangkap polisi?" ucap zahra yg akhir nya membuka bicara.
"tadi malam,setelah di anter lu pulang, dia izin ga sama lo buat pergi lagi? " ucap raffi
"ga" ucap zahra singkat

"nah, setelah dia anter lo kerumah,dia pergi tanpa sepengetahuan lo buat tauran sama anak SMA lain yg udh buat salah satu anggota sekolah kita meninggal" ucap raffi menjelaskan.
"siapa yg meninggal emg nya? " ucap zahra bertanya
"adit. Anak kls 10 ips 5. Dia di bunuh malam jumat setelah selesai dekor sekolah dia pulang jam 9 malam,terus ada 5 anggota SMA itu bunuh adit pakai pisau sama pistol" ucap raffi.

Isakan zahra semakin besar.
Air mata nya tak mampu diam kli ini.
"terus tadi malam,dia tertangkap basah sama polisi,karna bawak--" icap raffi terpotong
"BAWAK APA PI, BAWAK APA? " ucap zahra membentak dengan tangisan nya

"pistol" ucap raffi menunduk
"pis--tol? " ucap zahra terbata
Raffi mengangguk

Terdengar kencang pada isakan zahra kali ini.
Zahra melemah seketika.

"tadi pagi bunda datang ke kantor polisi,kata bunda ke gua,naufal bakal keluar sekitar 1 atau 2 minggu lagi" ucap raffi menunduk.

Zahra masih terisak.
Dia tak habis pikir dengan naufal yg seperti itu.

"terus besok siapa yg gantiin dia alihin acara? " ucap zahra terdengar pura pura tegar
"gua" ucap raffi masih menunduk
"gua balik ke ruangan dulu ya pi,makasih semua kejujuran lo sama gua" ucap zahra dan berlalu pergi dari tempat itu.

Dia masuk ke ruangan itu.
Kemudian dia duduk dan menangjs sekencang mungkin.
-------------------------------------
Malam ini zahra duduk di sofa ruang tengah nya. Dengan air mata yg mengalir walau acara tv nya terdengar sedikit bahagia, tapi tak berkunjung reda dalam tangisan itu.

Kemudian ada seseorg yg memasuki rumah nya itu.
Zahra terlihat tetap dalam posisi sebelum nya.
Zahra mengalih kan kepala nya.

"Bunda! " ucap zahra berlari ke arah bunda.

Zahra memeluk erat ibu mertua nya itu. Sangat erat.

Bunda terlihat sabar melihat menantu nya itu menangis di pundak nya. Firasat nya zahra akan tau ttg keberadaan naufal saat ini.

Bunda membawa zahra duduk dan menidur kan kepala zahra di pundak bunda nya.

"ara ga papa? " ucap bunda nya mencoba menghibur
"naufal bunda:(" ucap zahra terdengar isakan
Bunda mengembus kan nafas nya kasar.

"naufal ga papa di sana, dia baik baik aja" ucap bunda tersenyum
"bunda naufal di tangkep polisi, terus ara harus ngapain bunda" ucap zahra menangis.

Bunda nya diam.
Membiarkan zahra menangis di pundak nya.
Menantu nya itu perlu senderan kali ini.
Dia lemah hari ini.

My Ketos My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang