Berhenti!

1.1K 110 15
                                        

"APAAAAAAAA?!"

Teriakan Ms. Violet menggema hingga seisi rumah, pasangan burung lewat saja sampai merasakan getaran hebat dari si gadis bangsawan Baroque.

"Ayah dan Ibu sudah gila? Orang semacam dia akan menjadi pengawalku?!" Guinevere menunjuk Granger, "Apa kata teman-temanku memiliki pengawal tampang preman!"

Tuan Baroque memijat pelipis nampak sudah lelah dengan Puterinya yang tidak bisa menerima keputusan dari orang tuanya,

"Guinevere Baroque." Panggil sang Ayah dengan suara berwibawa, "turuti apa kata Ayah dan Ibumu."

Akhirnya Guinevere bungkam, jika sang Ayah sudah menyebut namanya lengkap dan tidak banyak berbicara, itu artinya keputusannya mutlak tidak bisa ganggu gugat.

"Ayah dan Ibu harus pergi selama beberapa hari. Jadilah anak baik, turuti apa kata Granger dan Kakakmu." Pesan tuan Baroque, "saya titip anak saya kepadamu ya."

Granger mengangguk dan sedikit membukuk sampai tuan dan nyonya Baroque tak terlihat. Kini tatapannya tertuju pada Ms. Violet yang sangat tidak senang dengan keberadaannya, malah dia tidak ingin menatapnya sedikit pun.

"Eits! Tidak perlu bilang aku tahu apa yang ingin kau katakan." Guinevere mengangkat tangannya mengestop pria di sampingnya, "aku ingin menemui kakakku jadi tidak usah mengawalku, rumah kak Odette tidak terlalu jauh dari sini."

Guinevere berjalan cepat melewati Granger, tanpa berpikir panjang Granger mengikuti gadis Baroque tanpa memperdulikan ucapan tadi. Merasa diikuti Guinevere langsung menghadap belakang dengan perasaan kesal,

"Aku kan sudah bilang tidak perlu mengkawalku! Kau dengar tidak si?!" Guinevere sampai menghentakan kakinya saking kesalnya pada pria tersebut.

Granger hanya diam menatap datar gadis di depannya, tatapan dingin itu membuat Guinevere risih apa lagi dengan bekas luka yang terdapat di mata kirinya seakan terpancar aura membunuh---atau mungkin saja.. tersiksa?

Guinevere segera menghiraukannya, sesekali dia berbalik untuk memastikan apakah pria sangar itu mengikutinya atau tidak, dia lakukan itu berulang kali sampai akhirnya dirinya sudah berada di luar rumah. Guinevere bernafas legas, sebisa mungkin menghirup udara segar untuk menjernihkan pikirannya.

"Baguslah dia mengerti." Gumamnya sedikit melirik ke belakang, "kakak~ aku segera datang."

...

Di sebuah taman yang amat luas, bunga-bunga bermekaran, para burung saling berkicauan, kolam yang amat sangat besar sebagai tempat berenang para angsa.

Terdapat seorang gadis cantik bersama dengan seorang pria bersurai panjang ikal berwarna pirang, nampak pria itu terus-terusan memutari sang gadis sambil memujinya.

"Oh, Odette. My beautiful Odette!"

"Hentikan Lancelot, aku sampai pusing melihatmu terus memutariku." Ucap sang gadis yang bernama Odette tersebut.

"Aku tak bisa berhenti memutarimu, apa lagi memutari cinta kita berdua." Dengan gaya yang amat lebay tentu membuat Odette menggeleng kepala.

Perlahan tapi pasti, Guinevere melompat maju kearah kakaknya, tidak lain adalah Lancelot Baroque. Tentu sang kakak terkejut saat adiknya tiba-tiba memeluk dari belakang membuat keduanya terjatuh.

"K-kalian berdua tidak apa-apa?" Tanya Odette khawatir.

"Guinevere sudah kakak bilang jangan mengejutkan dari belakang!" Lancelot mengusap kepalanya yang terasa amat sakit.

Guinevere menjulurkan lidah seperti tak bersalah, "salah kakak sendiri meninggalkanku terus."

Lancelot membantu sang adik berdiri lalu membersihkan debu dan rumput yang menempel, "Ayah dan Ibu sudah pergi?"

Jangan Ikuti Aku! (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang