Guinevere POV
E-eh?
Apa-apaan ini?
Baru saja tadi pagi dia menjadi budakku, sekarang, dia sudah mulai berani menyentuhku! Budak mana yang berani menyentuh tuannya seenaknya!
Tapi... Jika dia tidak melakukan ini... Aku sudah berubah menjadi abu sekarang.
Dan apa-apaan dengan suara detak jantungnya itu!? Kenapa sangat tenang? Padahal aku sangat yakin sebagian bahunya terbakar. Tapi, kenapa dia bersikap tenang seperti ini? Raut wajahnya masih sama, suaranya...
Serak tetapi sangat lembut.
"Anda tidak apa-apa?"
"Y-ya. Aku gak papa." Aku melirik bahunya yang terbakar, masih ada api disana. "Kau terbakar!"
"Hanya api kecil, utamakan keselamatan anda."
Yang benar saja! Kau ingin apinya menyambar ke seluruh tubuhmu?!
Granger mengevakuasiku ke tempat yang menurutnya jauh dari kekacauan. Setelah itu dia melepaskanku, dia melirik api yang masih membakar bahunya. Dengan santainya Granger berjalan mengambil ember berisi air di dekat sumur lalu ia siramkan bahunya.
"Apinya sudah padam."
"Kau ini santai sekali!" Akuku kesal.
Aku dapat mendengar kegaduhan dari arah festival berada. Si bodoh Kimmy masih saja meladeni cyborg yang tak kalah bodoh darinya. Mereka ini ingin menghancurkan sampai mana, si?!
"Saya akan menghentikan mereka berdua, anda tunggu disini." Granger melangkah meninggalkan tanpa menghiraukan panggilanku.
Bagaimana caranya dia menghentikan dua orang sementara dirinya sangatlah lembek dan terlihat santai? Apa dia ingin membakar dirinya? Ugh! Buat apa pula aku peduli!
DUAAAARRR
"Aaaaa! Aku benar-benar tidak mau tahu!" Aku mengumpat saat mendengar suara ledakan untuk kedua kalinya. Perasaanku sangat gelisah, aku tidak bisa membiarkan budak bodoh itu menjadi 'budak panggang'!
Normal POV
Granger menghindari tiap semburan api dan cairan panas dari pertempuran gila itu. Kerusakannya bisa dibilang cukup parah, melihat banyak sekali perabotan terbakar. Untungnya X.Borg masih menggunakan otaknya untuk tidak membakar pemukiman.
"Woooo! Ya! Ayo, Kimmy! Hajar si bodoh itu!" Terdengar suara sorakan dari atas, dari suaranya Granger tahu bahwa ia seorang wanita. Ya, benar saja. Saat Granger menengok wanita itu berada di atap rumah. "Gunakan roketmu!"
"Fanny." Panggil Granger.
Wanita bernama Fanny menatap kearah Granger, "hm? Granger apa itu kau?"
"Ya, ini aku. Apa yang sedang kau lakukan diatas sana?" Tanya Granger.
"Tentu saja menonton." Fanny tertawa, segeralah dia melompat tepat disamping Granger. "Kudengar kau sekarang menjadi pengawal, di gaji berapa?"
"Aku tidak di gaji. Aku hanya menjalan misi." Balas Granger dingin,
Fanny tertawa sambil menepuk bahu pria tersebut, "ahahaha! Kau ini tidak bisa bercanda sedikit, ya." Matanya tertuju pada bahu temannya terbakar. "Apa ini dari X.Borg?"
Granger mengangguk, "aku harus mengehentikan mereka berdua sebelum tempat ini menjadi abu."
"Caranya?"
Granger mengeluarkan pistolnya lalu ia mengarahkan ke X.Borg. Sebelum itu Fanny menahannya, "kau gila?!"
"Lihat saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Jangan Ikuti Aku! (END)
Fanfiction"Aku tidak butuh budak dingin macam dia!" Keputusan orang tuanya membuat Guinevere pusing setengah mati, rasanya belum cukup menjodohkannya dengan pria dari keluarga Paxley. Kini mereka menyewa seorang pemain biola terburuk untuk menjaganya! Apakah...
