Selamat Membaca!
Ayyara menutup wajahnya lalu beranjak menuju kamar. Orang tuanya benar-benar bikin malu, apa nanti kata keluarga Maura mengenai dirinya.
Ayyara merebahkan tubuh di kasur lamanya, lalu menutup wajah dengan bantal lusuh yang ada di ranjangnya. Terlihat sekali jika kamar ini sering digunakan namun tidak diurus sama sekali. Apa yang bisa ia katakan, orang tuanya tidak akan mengurus kamar putri bungsunya disaat mereka punya 4 anak perempuan yang sudah menikah dan memberi mereka 5 orang cucu perempuan untuk dirawat.
Ayyara menyingkirkan bantal yang menutupi wajahnya saat mendengar pintu kamar yang dibuka.
"Hehe orang tua lo lucu."ucap Maura dengan wajah penuh tawa membuat Ayyara kembali menutupi wajahnya dengan bantal. Sumpah ia malu sekali.
Maura menutup pintu lalu ikut menaiki ranjang. Maura menarik bantal yang menutupi wajah sahabatnya itu.
"Nggak usah malu. Lagian ibu lo paling cuma bercanda."hibur Maura membuat Ayyara langsung bangkit dari posisi berbaringnya.
"Bercanda? Lo nggak tahu aja. Ibu itu terkenal banget sama mulut besar plus matre. Semua orang di kampung juga tahu itu. Pokoknya kalau ibu gue lewat, semua ibu-ibu yang lagi asik nongkrong pasti udah nyiapin telinga mereka buat dengerin kata-kata pujian buat anak-anak sama menantu-menantunya minus gue ya, soalnya gue belum bisa dibanggain sama seka_"
"Kata siapa? buktinya ibu lo diluar lagi bangga-banggain anak bungsunya. Ayyara kami itu cantik, baik, pintar, jago masak, sholehah, nurut sama orang tua."ucap Maura menirukan perkataan calon nenek tirinya tadi sebelum ia menyusul sahabatnya itu ke kamar.
Ayyara melotot mendengar perkataan Maura. Mungkin ini kali ya yang dinamakan dengan 'The Power of 50 Milyar.'
"Eh ngomong-ngomong ini kamar lo?"tanya Maura menatap sekeliling kamar.
Ayyara mengangguk lalu kembali ingin membaringkan tubuhnya namun tidak jadi karena mendengar suara pintu yang kembali dibuka.
Arvind menutup pintu kemudian melangkah menuju ranjang yang diduduki oleh putri serta calon istrinya.
"Kalian ngapain?"tanya Arvind yang ikut bergabung di atas ranjang Ayyara yang sempit.
"Mas, sempit ihh"keluh Ayyara saat Arvind justru duduk dengan bersandar padanya.
Arvind menatap Maura tajam.
"Keluar sana!""Ebusyet. Daddy kali yang keluar, Maura kan yang duluan ke sini."protes Maura tak terima lalu ikut menyandarkan dirinya pada tubuh Ayyara.
"Ihh Maura kok malah ikut-ikutan."tegur Ayyara kesal lalu mendorong kedua tubuh yang menempel kepadanya.
Maura dan Arvind hampir mengeluarkan kalimat protes namun Ayyara buru-buru mendorong tubuh Arvind ke tengah ranjang.
"Mas yang di tengah."ucap Ayyara membuat Arvind mengangguk setuju lalu melebarkan kedua lengannya bersiap memeluk kedua gadis yang sangat ia sayangi itu.
Maura tersenyum semangat lalu segera merebahkan tubuhnya ke dalam pelukan daddynya. Sedang Ayyara hanya tersenyum tipis lalu menyandarkan tubuhnya di atas kepala ranjang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Suamiku Ayah Sahabatku
RomanceDikejar duda? Suatu kejadian yang tidak pernah seorang Ayyara Danesya sangka. Apalagi kalau duda itu adalah ayah dari sahabatnya sendiri.